Stop Gunakan Pupuk Kimia, Manfaatkan Garam Dapur Untuk Menyuburkan Tanaman!


Stop Gunakan Pupuk Kimia, Manfaatkan Garam Dapur Untuk Menyuburkan Tanaman! 1

Bosan bekerja dari rumah? Kamu dapat sejenak meninggalkan pekerjaan dan melakukan hal lain. Berkebun misalnya. Selain menyenangkan, kegiatan berkebun juga menyehatkan lho. Kamu dapat memanfaatkan halaman rumah atau balkon untuk ditanamani sayuran, buah dan bunga.

Tanaman yang tumbuh subur di halaman rumah atau di kebun tentu sangat menyenangkan. Sayangnya, banyak tanaman yang ditanam tidak dapat tumbuh dengan subur atau tidak dapat berbuah lebat. Pupuk kimia menjadi alternatif agar tanaman menghasilkan seperti yang diharapkan. Pupuk kimia berguna bagi tanaman dan tanah hanya dalam beberapa waktu saja. Pemakaian dalam jangka panjang justru akan merusak kesuburan tanah. Penggunaan pupuk kimia secara berlebih juga dapat menimbulkan residu pada hasil panen yang jika dimakan akan ikut masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan gangguan kesehatan.

Saat ini pola tanam kembali ke alam atau go nature atau yang biasa disebut pertanian organik banyak digemari. Pupuk kimia mulai ditinggalkan. Terutama oleh pecinta tanaman yang menanam berbagai jenis tanaman sayuran, baik pertanian dalam skala besar maupun kecil.  

Di sekitar rumah kita banyak sekali bahan yang dapat digunakan untuk menggantikan fungsi pupuk kimia. Hal yang perlu diperhatikan adalah zat apa yang dibutuhkan oleh tanaman, kemudian zat atau bahan apa yang dapat menjadi alternatif. Bahan yang dapat menggantikan fungsi pupuk diantaranya adalah sampah organik atau sampah dari bahan alam seperti sisa makanan dan kotoran hewan. Selain itu  garam juga dapat dijadikan pengganti pupuk kimia. Garam berguna untuk menambah kesuburan tanaman dan meningkatkan kualitas hasil panen.

Garam mengandung nitrogen dan klor yang merupakan unsur hara mikro. Unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah sedikit. Meski diperlukan dalam jumlah sedikit, tanaman yang kekurangan unsur hara akan terhambat pertumbuhannya. Karena dibutuhkan dalam jumlah sedikit, jika tanaman mendapat terlalu banyak nitrogen dan klor, tanaman tersebut justru akan terganggu pertumbuhannya.  

Unsur nitrogen dan klor yang terdapat dalam garam juga dapat membuat tanah menjadi gembur dan cocok untuk pertumbuhan mikroba yang penting bagi tanaman. Mikroba adalah binatang kecil dalam tanah yang berguna untuk tanaman. Selain itu nitrogen juga akan meningkatkan oksigen dalam tanah.

Cara penggunaan garam untuk menyuburkan tanaman sangat mudah. Larutkan satu sendok teh garam dengan satu liter air. Larutan air garam ini diaplikasikan pada tumbuhan dengan cara disemprotkan atau disiramkan ke  bagian akar. Perlu diperhatikan bahwa garam mengandung unsur mikro sehingga tanaman hanya membutuhkan sedikit garam saja. Satu tanaman cabai yang mulai berbunga hanya membutuhkan sekitar 50ml larutan air garam. Jika terlalu banyak larutan air garam yang diberikan justru akan merusak tanaman tersebut.

Penggunaan garam sebagai pengganti pupuk kimia dirasa lebih mudah, praktis dan ekonomis. Dengan menggunakan garam, kita dapat menghindari residu atau endapan zat kimia yang berbahaya pada tanaman yang dapat masuk dalam tubuh. Dalam jangka panjang kita juga dapat membantu melestarikan lingkungan karena menjaga alam dari zat kimia.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Isnaini

   

Mantan bankir, ibu rumah tangga yang mempunyai hobi menulis dan merajut. Menulis merupakan cara untuk menambah teman, ilmu dan wawasan.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap