Stop Membunuh Impian Seorang Anak


Stop Membunuh Impian Seorang Anak 1

Konflik manusia sering mengimplikasikan antara ego dan kepuasan dalam mencari jalan tengah dalam perbedaan pola pikir. Mulut dan otak terkadang tidak sinkron dalam melakukan berargumentasi, melainkan otak dan mulut harus berjalan saling membantu. Permasalahan manusia terletak pada kesalahan penafsiran dalam menerima pesan atau argumentasi dari sesamanya. 

Omongan pun dijadikan senjata perlawanan dalam menanggapi sebuah ambiguitas manusia. Berkoar-koar di dunia nyata, membawa nilai moral dan nilai agama dalam menanggapi suatu hal, merupakan senjata untuk menangkis dari nasihat orang lain. Biasanya, senjata ini juga digunakan untuk mengeksploitasi atau memaksa seseorang untuk menuruti permintaannya. 

Orang-orang semakin tahu bahwa perkembangan zaman tidak mengubah pola pikir dalam kehidupan. Keraguan terhadap diri sendiri dimulai dari adanya racun lingkungan, seperti permasalahan ini. Permasalahan ini layaknya bom waktu, tinggal menunggu waktu yang tepat agar bisa meledak. Manusia dihadapkan rumitnya sebuah pilihan dengan konsekuensi yang berat. 

Hubungan orang tua dengan anak sering mengalami permasalahan ini di dalam kehidupan. Beberapa orang tua selalu komplain kepada guru atau psikolog bahwa anaknya sering memberontak atau bandel. Rumitnya hubungan orang tua dengan anak berawal dari sikap atau perilaku orang tua yang terlalu memberikan peraturan yang begitu ketat dan banyaknya larangan terhadap anak yang harus dipatuhi. 

Orang tua dikaruniai kuasa untuk mendidik dan mengajar anaknya agar terbentuk sebagai manusia yang baik. Anak merupakan titipan semesta untuk mengubah pola pikir orang tua agar tidak egois dan tidak mudah emosional. Seringkali orang tua dan anak ingin memiliki kerukunan dalam hubungan di antara mereka, namun tembok yang berawal dari perilaku orang tua membuat anak lebih memilih dunianya sendiri. 

Ego itu tidak memandang umur dan kedewasaan, bertambah umur hanya mengubah penampilan saja, namun tidak berlaku kepada kedewasaan. Kedewasaan hanya berlaku kepada manusia yang memiliki keinginan untuk berubah. Begitu banyak orang tua tidak berlaku dewasa di hadapan anaknya. Selalu memaksa keinginannya demi kepuasan tersendiri, walaupun sang anak sudah menderita. 

Orang-orang memperkirakan adanya faktor-faktor penyebab permasalahan itu terjadi. Mereka mengira bahwa hal tersebut karena tidak tercapainya mimpi orang tua sehingga menyuruh sang anak untuk menggapainya, faktor lingkungan yang memaksa mereka untuk melakukan seperti itu sehingga mereka harus bersaing dengan yang lain, terdapat warisan yang harus dijaga dalam keluarga, dan sebagainya. 

Sang anak pun akan bersedih dan depresi apabila selalu dipaksa untuk melakukan hal yang ia tidak suka. Orang tua pun perlahan akan membunuh impian sang anak. Memang, orang tua sudah bekerja keras untuk menafkahi sang anak untuk hidup, namun manusia diciptakan sudah memiliki takdir masing-masing. Anak pun akan susah untuk berkembang apabila orang tua memperlakukan mereka sebagai anak kecil secara terus-menerus. 

Anak terpenjara dalam impian orang tua. Pada dasarnya, manusia membutuhkan kebebasan dalam hidupnya, agar menumbuhkan relasi dan kreativitas. Tidak semua hal tertulis dalam buku pelajaran, pelajaran juga bisa didapat melalui komunikasi dengan sesama dan kejadian dari kehidupan. Kebebasan berpendapat pun seharusnya diterapkan dalam lingkungan keluarga. 

Kelemahan orang tua dalam mendidik anak seringkali terlihat dari argumentasi yang dikeluarkan. Orang tua merupakan pemimpin dalam keluarga sering mengeluarkan pendapat yang berbeda dengan pemahaman sang anak, bahkan sang anak pun memiliki pendapat yang berlawan juga. Sangking sibuknya orang tua terkadang memaksa untuk melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan anak sehingga anak pun akan menyanggah opini tersebut. 

Orang tua akan mengeluarkan senjata perlawanan yang paling ampuh, yakni “Kamu ga boleh durhaka sama orang tua” atau “Sekarang, kamu sudah berani melawan mama/papa ya.” istilah ini dianggap sebagai “kartu as” orang tua dalam menanggapi suatu pendapat sang anak. Istilah ini akan dikeluarkan apabila situasinya sudah berada pada kekalahan dalam berargumentasi dengan anak. 

Perasaan sayang terhadap anak yang berlebihan pun dianggap aneh oleh anaknya sendiri. Kesalahan terbesar orang tua terhadap anak adalah tidak membiarkan anaknya untuk mengeluarkan argumentasi. Kebebasan mengeluarkan argumentasi merupakan harga yang mahal untuk diraih oleh anak. Pemberontakan pun diakibatkan dari perlakuan orang tua yang tidak memberikan kebebasan. 

Ketidakadilan pun tidak hanya dalam kebebasan berargumentasi saja, namun orang tua juga bisa menghambat kesuksesan seorang anak. Terlalu banyak peraturan atau larangan dalam menentukan jalan hidup selalu dilakukan oleh orang tua dengan alasan melakukan yang terbaik untuk anak. Betapa rumitnya seorang anak untuk meraih kemandirian, selalu terkekang oleh kehendak orang tua. 

Jalan kesuksesan seorang anak dapat ditentukan oleh didikan orang tua, baik dan buruknya seorang anak merupakan gambaran orang tua. Kehidupan berjalan sesuai dengan usaha dan kerja keras yang dilakukan, namun sebagai manusia tidak memiliki kehendak untuk menentukan jalan kesuksesan seseorang. Sebagai orang tua, bisa memantaskan diri terhadap anaknya, agar tidak merasa terpenjara dan memberikan kebebasan dalam berargumentasi. 

Kesuksesan dapat melalui kegiatan apa saja, kreativitas dan ilmu pengetahuan memang dibutuhkan dalam menggapai kesuksesan. Peran orang tua seharusnya memberikan kebebasan kepada anak agar menumbuhkan kreativitas, membiarkan anaknya tumbuh seperti yang ia inginkan. Tidak perlu sesuai dengan harapan yang orang tua inginkan. Hidup ini dijalankan oleh masing-masing kita.

Memang kita diajarkan untuk tidak boleh melawan orang tua, namun dalam beberapa hal yang menghambat diri kita untuk maju, terkadang diperlukan untuk melawan demi kesuksesan. Menggapai kesuksesan tidak hanya diukur dari ketenaran atau memiliki harta yang berlimpah, namun kesuksesan dapat diukur melalui melakukan hal yang kita cintai. Kebanyakan orang tua mengukur kesuksesan anaknya dari jabatan atau harta yang dimiliki oleh anaknya. 


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

dyingwitness

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap