Stradivarius, Instrument Yang Bersejarah Dan Bernilai Jutaan Dollar


Stradivarius, Instrument Yang Bersejarah Dan Bernilai Jutaan Dollar 1

Stradivarius, mungkin ada dari beberapa yang telah mendengar nama ini. Bukan, ini bukan nama brand pakaian yang terkenal dari Spanyol. Stradivarius yang satu ini adalah sebuah nama untuk alat instrumen yang dibuat oleh keluarga Italia bernama Stradivari, terutama buatan Antonio Stradivari (Latin: Antonius Stradivarius), selama akhir abad ke 17 dan di awal abad ke 18.

Antonio Stradivari
Antonio Stradivari

Antonio Stradivari merupakan seorang pengrajin alat musik gesek dari Italia yang cukup terkenal. Selama hidupnya, Stradivari telah membuat sekitar 1.116 instrumen gesek dengan 960 intrumen di antaranya adalah biola. Dari seluruh instrument yang telah dibuatnya, ada sekitar 650 instrumen yang bertahan hingga sekarang, dan 450 hingga 512 diantaranya adalah biola.

Alat musik buatan Stradivari dikenal memiliki kualitas suara yang sangat merdu. Karena ketenaran alat musik ini, instrumen buatan Stradivari ini telah tersebar luas dan bahkan sempat masuk ke dalam berbagai karya fiksi. Instrumen buatan Stradivari kemudian secara luas disebut dengan Stradivarius atau juga lebih sering disingkat dengan Strad.

Pembuatan

Stadivarius dikenal karena memiliki suara yang tiada bandingnya – meskipun masih diperdebatkan – dengan instrumen lain. Kekokohan instrumen ini juga sangat tidak dapat diragukan karena dapat bertahan hingga berabad-abad. Dimulai sejak tahun pembuatannya sekira abad 17 akhir dan masih banyak yang bertahan hingga awal abad ke 21.

Banyak orang mulai melakukan penelitian terhadap bahan yang digunakan oleh Stradivari dalam pembuatan instrumennya.  Diketahui bahwa setiap bagian dari instrumen Stradivarius menggunakan jenis kayu yang berbeda. Seperti kayu pohon Cemara untuk bagian atasnya, kayu pohon Willow untuk  pelapis bagian dalamnya, dan kayu pohon Maple untuk bagian punggung instrumen.

Ada dugaan bahwa kayu yang digunakan diolah dengan berbagai zat kimia baik sebelum dan sesudah pembuatan biola. Ada dugaan juga bahwa kayu yang digunakan sempat diawetkan terlebih dahulu oleh tukang kayu sebelum diproses oleh Stradivari menjadi sebuah instrumen.

Tapi teori yang paling dikenal dan masuk akal bagaimana Stradivarius dapat menghasilkan suara yang merdu terletak pada kayunya. Sekitar tahun 1645 hingga 1715, terdapat peristiwa yang dikenal sebagai The Maunder Minimum, dimana menunjukan aktivitas matahari yang sangat rendah dan menyebabkan suhu di Eropa menjadi lebih dingin yang menyebabkan ukuran tanaman menjadi lebih kerdil dan melambat kala itu. Karena pertumbuhan pohon yang melambat, diyakini akan menambah densitas dari kayu-kayu pada masa itu. Itulah alasan mengapa Stradivarius dapat memiliki suara yang begitu merdu

Sejarah Dan Nilainya

Dalam perjalanannya, Stradivarius begitu dikenal oleh masyarakat luas terutama di daratan Eropa.  Setiap instrumen buatan Stradivari memiliki nama atau julukannya tersendiri. Seperti Molitor, Stradivarius yang pernah dimiliki oleh Napoleon Bonaparte ini terjual seharga $ 3,6 juta kepada seorang pemain biola bernama Anne Akiko Meyers pada tahun 2010. Setiap Stradivarius memiliki harganya tersendiri, tergantung pada kapan pembuatannya berlangsung.

Selama beberapa kurun waktu, Stradivarius juga sempat dicuri. Tak jarang karena ketenaran dan harganya yang selangit, beberapa orang ingin mendapatkan keuntungan dari menjual Stradivarius. Tapi sejauh ini, upaya pencurian selalu gagal atau bahkan tak berbuah manis. Karena begitu terkenalnya Stradivarius, sulit untuk menjualnya di pasar gelap. Ketika ada orang yang menjualnya di pasar gelap, ada saja yang langsung menghubungi pihak berwajib untuk menangkap penjualnya. Tak hanya itu, harganya yang selangit juga membuat para pencuri Stradivarius berpikir dua kali untuk mencuri bahkan menjual Stradivarius. Pernah ada peristiwa dimana Stradivarius hilang pada tahun 2004, dan 3 minggu kemudian ditemukan Kembali oleh orang wanita yang menyerahkannya pada polisi.

Setiap Stradivarius memiliki nama dan kisahnya masing-masing. Nama dan pemilik dari Stradivarius bahkan bisa dilihat di Wikipedia

Perbandingan Kualitas Suara

Diluar dari kisah-kisah menakjubkan lainnya dari Stradivarius, kualitas suara yang dihasilkan adalah yang terpenting. Untuk membuktikan mitos mengenai suara Stradivarius yang tiada duanya, telah dilakukan beberapa kali experimen buta. Experimen buta ini dilakukan dengan cara memainkan alat musik Stradivarius dan alat musik modern secara bergantian. Permainan biola dilakukan oleh para solois professional dan pemain biola dipersilahkan untuk memilih mana dulu biola yang akan dimainkan. Selain pemain biola, ada beberapa orang yang juga terlibat untuk mendengarkan suara biola guna menebak mana suara dari Stradivarius.

Hasil dari experimen ini cukup mencengangkan. Sebagian besar bahkan hampir keseluruhan dari responden menganggap instrumen modern sebagai Stradivarius. Para professional pun bahkan kesulitan untuk membedakan mana suara Stradivarius dan mana yang bukan. Jika diambil kesimpulan, maka sulit rasanya untuk membedakan mana suara dari Stradivarius dan mana yang bukan. Dan bisa dibilang, suara Stradivarius tidak lebih bagus dari sura instrumen modern.

Jika suara yang dihasilkan oleh Stradivarius dikaitkan dengan harganya yang cukup tinggi, rasanya kurang relevan. Jika ingin mendapatkan suaranya yang nikmat untuk di dengar, rasanya biola modern sudah sepadan. Lalu, mengapa harga Stradivarius dapat bernilai cukup tinggi?

Stradivarius, Instrument Yang Bersejarah Dan Bernilai Jutaan Dollar 3

Seperti yang kita tahu bahwa Stradivarius bukanlah sembarang instrumen. Stradivarius adalah instrumen yang cukup tua dan telah melalui berbagai generasi. Stradivarius telah menjadi saksi bisa dari setiap penggunanya. Melewati berbagai generasi dan perkembangan musik dunia, bahkan beberapa telah berhasil lolos dari perang dunia. Jadi, jika harus ditanya mengapa harganya begitu mahal, jawabannya adalah sejarah. Membeli Stradivarius bukanlah berarti hanya mendapatkan alat musik biasa. Membeli Stradivarius artinya juga mendapatkan sejarah didalamnya. Baik sejarah pembuatnya, sejarah musiknya, dan bahkan sejarah penggunanya.

Saya pernah mendengarkan beberapa orang yang saya kenal berbicara kalau ada alat musik yang mereka sebut sebagai Stradivarius hanya karena suaranya terdengar enak. Tapi sayangnya, Stradivarius tidak ada di Indonesia.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Adriel Prastyanto

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap