Strict Parents dan Akibatnya

Strict Parents dan Akibatnya

Pernah mengalami sering dilarang oleh orang tua ketika ingin melakukan sesuatu? Serasa hidup di dalam penjara dan tidak sebebas teman-teman yang lain? Fix, itulah strict parent.

Strict parents artinya pola asuh yang terlampau ketat dari orang tua kepada anak-anak mereka.

Dampak bagi Anak

Source: Unsplash
Source: Unsplash

Banyak anak, khususnya remaja yang pada akhirnya merasa pola asuh strict parents ini membuat mereka tidak nyaman.

Pertama, mereka merasa kebebasannya dibelenggu. Para remaja yang baru mulai melihat indahnya dunia beserta segala pernak-perniknya tentu ingin coba-coba hal baru.

Baca juga  Bunda, Yuk Simak Tips Mengatasi Tantrum Pada Anak

Namun jika punya orang tua yang terlampau ketat, tentu hal ini akan membuat mereka kurang sreg.

Kedua, kreatifitas mereka terasa seperti dibatasi sehingga kurang berkembang.

Alhasil potensi yang dimiliki bisa saja terus terpendam tanpa pernah punya kesempatan untuk dieksplorasi.

Ketiga, hubungan pertemanan dengan kawan-kawan di lingkungan mereka menjadi terbatas.

Alhasil selain punya circle yang sempit, juga tidak punya kesempatan mengembangkan jaringan.

Meski sebenarnya tujuan dari jenis pola asuh super ketat itu adalah untuk melindungi si buah hati dari pengaruh buruk lingkungan, namun tetap ini bagaikan pisau bermata dua.

Baca juga  Autism Disorder? Hati-hati Pilih Makanan !

Beberapa akibat negatif bagi anak-anak dengan pola asuh terlampau ketat dan penuh pengawasan ini adalah:

  1. Anak jadi kurang percaya diri.
  2. Anak jadi kurang mampu mengeksplorasi bakat terpendam yang dimiliki.
  3. Anak bisa jadi kuper (kurang pergaulan).
  4. Anak akan terlampau mengandalkan orang tua.
  5. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang mandiri.
  6. Anak cenderung tumbuh dengan kemampuan beradaptasi yang tidak terlampau bagus.
Baca juga  Kesehatan Mental Dikalangan Orang Tua

Ubah Pola Asuh

Source: Unsplash
Source: Unsplash

Tidak bisa tidak, sebelum semua hal buruk terjadi, maka sangat penting untuk mengevaluasi pola asuh.

Meski didasari oleh rasa cinta, namun jika itu terlalu mengekang kebebasan anak, maka bisa jadi hal yang sebaliknya muncul: anak akan tumbuh dengan rasa benci kepada orang tuanya.

Mari tetap jaga buah hati agar terus berkembang ke arah positif namun tetap memberi mereka kesempatan melihat dunia dengan caranya sendiri. 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Koala Merah

   

Seorang penulis lepas yang suka fotografi, koding dan seni kontemporer. Tertarik dengan isu sosial, kreativitas dan teknologi.