Suara Hati Guru Honorer 35+ Hingga Kapan Amanat Pembukaan UUD 1945 Terwujud?

Suara Hati Guru Honorer 35+ Hingga Kapan Amanat Pembukaan UUD 1945 Terwujud? 1

Pembukaan UUD 1945 khususnya pada alinea ke-4 menyatakan, “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan NegaraRepublik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Dengan membaca paragraf ini kita tahu, bahwa setelah Indonesia merdeka pemerintah memiliki tujuan yang sangat mulia. Beberapa tujuan tersebut memang sudah di laksanakan, diantaranya melindungi segenap bangsa Indoesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dari berbagai ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan) dari luar maupun dari dalam negeri, melaksanakan ketertiban dunia juga telah dilaksanakan, mencerdaskan kehidupan bangsa juga sudah terealisasi, meskipun mungkin belu sepenuhnya. Tetapi, megambil dari point ‘memajukan kesejahteraan umum dan keadilan sosial’ sudahkah ini terealisasi.

Pemerintah tidaklah salah. Upaya pemerintah dengan segala program yang dijalankan mungkin untuk mencapai itu. Namun realita yang terjadi adalah masih banyaknya kesenjangan dalam kehidupan, khususnya antara mereka yang berstatus ASN dengan para honorer, baik honorer yang di instansi pemerintah terlebih yang di instansi swasta. 

Sejak tahun 1998 pemerintah lama telah menggombor-gemborkan adanya penghapusan dikotomi antara sekolah negeri dengan sekolah swasta, tapi hingga kini kesenjangan terus terjadi dan belum juga berakhir. 

Sebagai wujud penghapusan dikotomi, pemerintah memang telah meluncurkan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOS) antara sekolah negeri maupun sekolah swasta, namun semua itu belum bisa membantu kesejahteraan para guru-guru honorer yang kehidupan mereka jauh di bawah UMR. Bantuan ini lebh kepada operasional sekolah meskipun kini ada kelonggaran dalam penggunaan dana BOS.

Upah guru honorer yang dihitung per-jam masuk sangatlah minim, bahkan ada sekolah yang hanya memberikan honor 6.000 per-jam, sehingga bagi honorer yang memiliki 6 jam perminggu, mereka akan menerima honor 36.000 x 4 dalam 1 bulan, itupun jika tidak terpotong dengan hari libur dan kegiatan lain. Ini sangatlah miris bagi guru-guru kita yang pengabdian mereka sudah puluhan bahkan belasan tahun. 

Mereka mencoba untuk menyampaikan suara hati mereka, dengan melakukan unjukrasa damai, tapi bisakah ini jadi solusi. Benarkah P3K akan menuntuskan permasalahan honorer?

Para honorer 35+ hanya berharap, amanat pembukaan UUD 1945 pada point memajukan kesejahteraan umum, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bisa segera terwujud.

Honorer 35+ merasa sudah cukup namun terus akan mengabdi demi tercapainya kecerdasan putra-putri bangsa ini. Tuntutan UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen telah mereka jalankan. Dengan usia yang sudah lanjut mereka (para hoonorer) kembali melanjutkan jenjang pendidikan dibangku kuliah.

Kini sudah waktunya amanat UUD 1945 direalisasikan. Kemerdekaan kita sudah mendekati usia 1 abad, dan menjadi kelayakan jika guru sudah waktunya terpikirkan.

Keadilan disegala bidang kehidupan juga sudah saatnya terpenuhi. Negara kita memang sedang berkembang, tapi saat ini bunga itu sudah sedang indah-indahnya, jangan sampai bunga itu layu dan jatuh sebelum dinikmati.

Perangkat desa sudah bisa mengenyam hasil yang layak, maka honorer 35+ juga menginginkan itu. 

Guru tetap ditempatkan sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, maka berikanlah mereka posisi yang terbaik sebagaimana amanat pembukaan UUD 1945, yakni memajukan kesejahteraan umum, dan guru adalah bagian dari kesejahteraan umum.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Hendri Sumarno