Sudah Menulis Ratusan Buku Agama, Mengapa Harun Yahya Bisa Divonis 1.000 Tahun Penjara?


Sudah Menulis Ratusan Buku Agama, Mengapa Harun Yahya Bisa Divonis 1.000 Tahun Penjara? 1

Belakangan nama Harun Yahya mendadak ramai diperbincangkan. Belum lama ini, dia dijatuhkan hukuman penjara selama 1000 tahun lebih oleh pengadilan Turki. Lebih tepatnya, Harun Yahya ddianggap telah melakukan 10 pelanggaran hukum dan divonis 1.075 tahun penjara. Sebuah hukuman yang cukup mengagetkan, sebab namanya sangat populer sebagai penulis ratusan buku agama serta memiliki ribuan video ceramah.

Dianggap Memiliki Pandangan yang “Nyeleneh”

Nama Harun Yahya sendiri sangat populer di Turki. Dia kerap menyuarakan pandangannya melalui banyak media, termasuk diantaranya adalah buku, radio, dan stasiun televisi yang dikenal dengan nama A9. Meski begitu, dia dikenal memiliki pandangan keislaman yang sedikit “nyeleneh” dan sangat tidak biasa.

Dia memiliki program tv bincang-bincang tentang nilai keislaman. Namun, di program tersebut dia sering tampil bersama sejumlah perempuan yang berdandan menor, berpakaian seksi, dan tidak bejilbab. Dia menyebut perempuan yang berada di sekelilingnya dengan sebutan kittens (anak kucing). Dalam acara tv tersebut, para “kittens” tampak bernyanyi dan menari dihadapan Harun Yahya.

Pria yang sekarang berusia 64 tahun ini tidak hanya terkenal di negara aslinya. Pasalnya, ratusan buku karangannya juga masuk ke pasar Indonesia dan bisa dibilang laris terjual. Buku karangannya sendiri membahas seputar agama islam dan semesta, termasuk kerap menyuarakan pembelaan terhadap islam dan pembantahan terhadap teori evolusi Darwin.

Mundur jauh ke belakang. Pria bernama asli Adnan Oktar ini pernah menjadi mahasiswa namun tidak menamatkan pendidikannya. Meski begitu, namanya sontak terkenal pada tahun 1980-an karena dia berhasil mendapatkan pengikut dari kalangan mahasiswa yang mayoritas adalah anak-anak orang kaya.

Di tahun-tahun tersebut, dia pernah ditangkap karena ikut mempromosikan revolusi teokratis. Tak sampai di situ, dia juga pernah ditangkap akibat kasus pemerasan politisi dan selebritas dengan menggunakan video palsu. Beberapa waktunya pernah dia habiskan di rumah sakit jiwa, hal itu masih satu rangkaian dari hukuman penjara yang dia terima melalui sanksi sebelumnya.

Pada tahun 1990-an, dia kemudian mendirikan Science Research Foundation, yang tujuannya adalah untuk mempromosikan buku-buku anti-evolusinya sekaligus mengembangkan aliran yang dia anut. Pada periode tersebut nama Harun Yahya kemudian dikenal sebagai penulis buku, yang mana merupakan nama samaran dari Adnan Oktar.

Anehnya, dia bersama para wanita pengikutnya memiliki sebuah program berdikusi dan berdansa bersama. Mayoritas dari pengikut wanitanya sendiri kelihatan memiliki wajah dan bentuk tubuh yang sama.

“Orang mesum ini tumbuh di Ankara. Saat masih muda, dia sering nongkrong di depan kelab malam murahan yang ada di sana. Penampilan perempuan di kelab tersebut terus tertanam di kepalanya,” ucap Beril Koncagul, salah satu mantan pengikut Harun Yahya, seperti yang dilansir dari surat kabar Turki Hurriyet, usai penangkapan Harun Yahya pada 2018.

Sudah Menulis Ratusan Buku Agama, Mengapa Harun Yahya Bisa Divonis 1.000 Tahun Penjara? 3

Ya, pemimpin aliran sesat ini ditangkap bersama para pengikutnya pada Agustus 2018 lalu. Ia dihadapkan pada 30 kasus hukum, diantaranya adalah mendirikan organisasi kejahatan, pelecehan seksual anak di bawah umur, pemerkosaan anak di bawah umur, penculikan, penggelapan pajak, dan melanggar undang-undang anti terorisme.

Mengungkap Kejahatan Seksual Harun Yahya

Koncagul kerap disebut oleh media Turki sebagai anak kesayangan Harun Yahya. Dia adalah salah satu pengikut Harun Yahya yang dibebaskan dengan syarat harus bisa bekerja sama dengan penyelidik dan jaksa.

Dari sana diketahui bahwa Koncagul telah tinggal di rumah mewah Harun Yahya di Instanbul selama lebih dari sembilan tahun. Koncagul kemudian mengaku bahwa dia kerap diperkosa dan dilecehkan, namun dia selalu gagal melarikan diri karena Harun Yahya memiliki 60 penjaga bersenjata, ratusan kamera pengawas, dan perusak sinyal di wilayah vilanya.

Diketahui pula bahwa Harun Yahya memiliki lebih dari 17 budak seks. Para budak seks ini harus melayani Harun Yahya, apa pun yang dia inginkan.

“Ia memukuli kami, melecehkan kami, dan memaksa untuk berhubungan seksual. Kami juga diharuskan memanggilnya ‘sayangku’, apa pun yang ia lakukan,” ujar Koncagul.

Sudah Menulis Ratusan Buku Agama, Mengapa Harun Yahya Bisa Divonis 1.000 Tahun Penjara? 4

Harun Yahya sendiri memiliki beberapa dokter wajah yang bekerja untuknya. Jadi semua pengikut wanitanya harus melakukan operasi plastik sehingga semuanya memiliki penampilan fisik yang sama. Semua itu dilakukan agar para pengikut wanitanya terlihat seperti wanita kelab malam kumuh di tempat dia sering nongkrong dulu.

Semua yang ada di rumahnya memang harus sesuai dengan keinginan dan kenyaman Harun Yahya. Misalnya, dua wanita tanpa busana atas harus memegang koran yang dibaca Harun Yahya, atau memegang telponnya ketika dia sedang berbicara, atau harus memasangkan kaus kaki sebelum menghangatkan sepatunya dengan blow-dryer.

Selain itu, dakwaan atas pelecehan seksual untuk anak di bawah umur bukannya tanpa alasan. Sebab selain yang disebutkan barusan, Harun Yahya juga melecehkan anak-anak karena membolehkan hubungan suami istri dengan siapa pun asalkan berusia di atas tujuh tahun. Dia juga sering melecehkan remaja dengan membuat mereka mengenakan rok mini.

Harun Yahya hanya menggunakan agama sebagai kedok dibalik sekte sesat yang didirikannya. Menurut Koncagul, Harun Yahya tak pernah sekalipun membicaran agama di rumahnya. Di rumah yang sama pula, dia merekam acara televisinya di mana dia selalu mencampurkan ceramah agama dengan tarian sensual. Pada 4 Oktober 2020 lalu, rumah mewah tersebut kemudian dihancurkan oleh pemerintah Kota Instanbul karena dibangun tanpa izin.

Pada akhirnya, siapa yang menyangka bahwa orang yang telah menulis lebih dari 300 buku dan telah diterjemahkan ke dalam 73 bahasa ini memiliki rekam jejak kriminal yang luar biasa. Lantas, apakah Adnan Oktar pantas divonis lebih dari 1.000 tahun bui? Rasanya wajar-wajar saja.


Mister IR

   

Akan membagikan segala informasi kepada Sobat Mister semua.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap