Sudah saatnya kita bangkit

Sudah saatnya kita bangkit 1

Semakin malam sisomat makin banyak pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan kepada si ahyar, sisomat makin ngawur gara-gara selalu gagal memahami kejadian-kejadian yang nyatanya barat ternyata timur, setelah ke timur ternyata  selatan, sisomat nyatanya begitu tk untuk memahami apa yang ada disekitar kehidupannya..

Sisomat: yar.. ada cewek yang begitu ketemu aku dia senyum, perhatian, sehingga hatiku robek setengahnya tergantikan hatinya.. wajahnya terbang telah terlukis di langit-langit pikiranku, memenuhi pagi dan malam, nyatanya aku tak bisa dipungkiri bahwa aku suka sama dia..

Wkkwk

Ahyar: emang siapa sih cewek yang engkau maksud?

Sisomat: dokumen negara sangatlah rahasia wkwk

Ahyar: wah aku gak bisa jawab nih.

Sisomat: kok bisa sih..

Ahyar:karena untuk memahami seseorang tidak cukup hanya fisiknya saja, melainkan batinya juga, semisal karakter dan sifat..

Sisomat: nanti kamu tau sendiri yar, aku masih malu untuk mengatakan..

Ahyar: oke dah tidak apa-apa, aku ada pertanyaan sama kamu nih mat?

Sisomat:apatuh?

Ahyar: apakah cewek yang engkau cintai juga mencintaimu?

Sisomat: gak tau juga sih, intinya dia sudah buka pintu, menagih saya untuk masuk, buktinya dia selalu senyum dan perhatian.

Ahyar:kamu juga tidak tahu kan, benar dia buka pintu menurutmu, tapi kamu tidak tahu dibelakang pintu itu apa, bisa jadikan ketika pintu itu dibuka untuk menuju dia, kamu harus melewati tangga-tangga rumahnya padahal setelah itu ada jalan yang begitu engkau injak kau akan terpelosok yang isinya jurang sangat dalam, kau tertipu karena menurutmu orangnya sudah membukakakan pintu, padahal dia menjatuhkanmu? Mungkin setelah dia dapet banyak darimu entah hartamu, atau jasamu yang begitu waw, sedangkan cintamu ibarat spidol permanent yang untuk menghapus susah banget, setelah itu dia akan menggugurkan bunga-bunga cinta yang engkau berikan, alih-alih disebabkan kemarau, intinya kamu dibuat boneka yang siap dipermainkan, padahal dia tidak tahu perihnya bagaimana dipermainkan, bisa jadi kan begitu?

Sisomat: iya sih bener juga..

Ahyar: juga kamu harus pahami betul karakternya, apakah hanya kepada kamu dia selalu senyum dan perhatian? Bisa jadi kan, dia senyum memang orangnya yang murah senyum, kesumua orang dia senyum, jadi wanita yang selalu senyum, dan selalu perhatian tidak bisa membuktikan bahwa wanita yang engkau maksud benar-benar cinta atau tidak!.

Sisomat: waduh kacau nih pikiranku yar..

Ahyar: jadi senyum dan perhatian terhadap diri seseorang berakibat tampak akan bernilai istimewa jikalau kau terlalu baper, dan tidak pernah meneliti maksudnya, misinya, sehingga di akhir cerita membuatmu mati ditikam rindunya sendiri, kau hanya bisa pasrah tanpa usaha karena dia telah jatuh dalam pelukan orang lain.

sisomat: jadi bagaimana ini yar, aku sudah terlanjur mencintai?

Ahyar: jadi gini, kebanyakan kita ketika mencintai seseorang kita lupa daratan dan lautan, kita tidak punya mata, kaki, dan telinga?

Solusi terbaik menurutku kau harus mengembalikan segenap anggota indra yang engkau rela gadaikan atas nama pasanganmu itu, padahal itu juga yang membuatmu jatuh dalam keterpurukan, kau rajut kembali sebelum keterlanjuran cinta itu menjadi sangat, sebelum semuanya terlambat, fungsikan indera-indera yang engkau punya, menjadi perantara hilangnya sebuah kegagalan dan kesedihan didalam dirimu, jadi sudah saatnya kita bangkit.

Sisomat: oke, oke..

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.