Suka dan Duka Kuliah Selama Pandemi

Suka dan Duka Kuliah Selama Pandemi 1

Pandemi belum juga berakhir. Membuat diri kita menjadi bosan untuk berada di rumah terus dalam menjalani aktivitas. Terutama anak kuliah. Setiap hari harus menghadap layar hp dan leptop untuk menjalankan perkuliahan secara virtual.

Sehingga, hp dan leptop tidak bisa terlepas dari pembelajaran secara daring ini. Bukan hanya mahasiswa saja yang merasakan dampaknya, namun anak sekolah pun juga. Pastinya membuat semakin lama semakin bingung menghadapi pembelajaran.

Terlebih lagi sebagai anak kuliah tentunya harus banyak sekali pengetahuan. Serta, harus banyak sekali belajar mandiri karena kuliah secara virtual tidak akan maksimal dosen dalam menjelaskan. Walaupun ada saja dosen yang menjelaskan secara lengkap, namun tetap saja ada masalahnya. Seperti jaringan yang kurang memadai ataupun masalah lainnya.

Dalam mengerjakan tugas, mahasiswa terkadang banyak tidak pahamnya daripada pahamnya. Jika ditanya paham tidaknya, mahasiswa hanya bisa bilang “iya paham pak/buk”. Nanti ketika sudah H-pengumpulan, semua pada bingung dengan tugasnya. Ini dikarenakan mahasiswa banyak tidak menyimak dan mengantuk pada saat perkuliahan daring ini.

Pastinya belajar daring ini banyak dukanya. Apalagi anak rantau yang masih membayar kos padahal tidak ditempati namun masih ada barangnya, itu sangatlah sulit untuk menentukan keluar atau tidaknya. Dikarenakan masih takut apakah ada harapan tatap muka atau tidak.

Serta, pastinya harus selalu dalam jaringan yang bagus pula. Dikarenakan anak kuliahan biasanya sangat aktif dalam pembelajaran. Terlebih lagi adanya pertemuan menggunakan zoom, meet. Juga, untuk pengumpulan tugas biasanya menggunakan google classroom ataupun edmodo.

Memang di samping kekurangan ada pula kelebihan. Seperti banyaknya waktu luang bersama keluarga. Sehingga, orang tua bisa melihat pula apa yang dilakukan anaknya. Apakah benar – benar serius atau tidak dalam menjalankan perkuliahan.

Namun, tetap saja mahasiswa banyak yang mengharap untuk kuliah tatap muka. Apalagi materi perkuliahan semakin lama semakin sulit. Sehingga perlu bimbingan dari dosen untuk menjelaskan secara detail.

Serta, pastinya selama pandemi ini banyak anak kuliahan yang malah berhenti akibat kendala ekonomi. Akibat orang tuanya kehilangan pekerjaan. Ini pastinya sangat disayangkan. Sehingga, membuat mereka memilih untuk bekerja saja demi membantu perekonomian keluarga.

Juga ada yang stres karena banyaknya tugas yang mau dikerjakan. Tugas yang menumpuk ditambah ketidakpahaman itulah yang membuat mahasiswa menjadi merasa terbebani. Mengingat tidak bisa disamakan antara mahasiswa yang satu dengan yang lainnya. Mungkin ada yang lambat dalam berpikir dan ada pula yang cepat. Ini pastinya adalah masalah yang sangat besar.

Memang sekiranya pandemi ini sangat meresahkan seluruh masyarakat di mana pun berada. Apalagi mengenai pekerjaan, banyak sekali masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Sehingga, mereka harus mencari pekerjaan baru yang lebih efektif selama pandemi ini.

Semoga pandemi ini segera berakhir. Juga kita semua tentunya selalu patuhi aturan dari pemerintah dengan mencuci tangan, menjaga jarak, dan jangan lupa pula memakai masker. Semoga pula segala aktivitas dapat dilaksanakan seperti semula. Serta, tentunya dapat berjalan efektif dan efisien.      

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rewina Dianti