Suka Tantangan? 3 Gunung Papua Ini Layak untuk Didaki


Suka Tantangan? 3 Gunung Papua Ini Layak untuk Didaki 1

Indonesia diberkahi dengan banyak pulau. Ada lebih dari seratus pulau berbeda yang sebagian besar tidak berpenghuni, dengan beberapa pulau besar seperti Jawa, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Papua. Bagi mereka yang tidak tahu, pulau Papua dianggap sebagai pulau dengan kondisi yang sedikit berubah setelah bertahun-tahun. Di dalam hutan, kehidupan suku tradisional masih ada, melekat pada cara hidup asli mereka.

Itu sebabnya, untuk menghormati budaya di Papua, beberapa peristiwa nasional terjadi, seperti Festival Lembah Baliem yang terkenal di Papua. Ini adalah salah satu dari banyak festival Papua yang mengumpulkan suku-suku tradisional menjadi satu kegiatan sederhana. Sebuah festival yang dipenuhi dengan sorak-sorai, kebahagiaan, dan kedamaian.

Namun, selain sebagai tempat dengan banyak sejarah budaya, Papua juga diberkahi dengan banyak tempat alami. Sebagian besar dari mereka masih dibiarkan dengan kondisi asli yang sama seperti sebelumnya, terlepas dari popularitas mereka. Beberapa contohnya adalah taman nasional indah di Papua yang menarik untuk dikunjungi, terutama dengan hewan endemik yang tidak biasa.

Papua dapat menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin mengunjungi tempat paling alami di Indonesia. Ada pantai yang bisa kamu kunjungi di Papua, danau, kolam, atau pegunungan. Olahraga ekstrem yang dapat dilakukan di Papua juga bervariasi dari berburu ikan hingga mendaki puncak yang menantang.

Gunung-gunung di Papua unik, karena mereka tidak memiliki karakteristik untuk membuat magma atau gas alam, sehingga mereka tidak akan meletus. Sebagian besar gunung di Papua mulai eksis karena pergeseran lempeng bumi masif yang terjadi sejak lama. Pelat yang ditempatkan di bawah laut terlempar ke permukaan, menciptakan gunung dan bagian dari pulau Papua. Ini bisa dibuktikan dengan fosil yang ditemukan di Jayawijaya.

Sejuta tahun proses sedimentasi menciptakan gunung tertinggi di Papua, seperti Jayawijaya dan Sudirman. Di deretan kecil pegunungan batu ini, kamu dapat melihat beberapa gunung dengan masing-masing puncaknya yang dapat dijangkau. Berikut ini kita akan mengulas beberapa gunung yang bisa dilakukan pendakian di Papua.

Gunung Sumantri

Suka Tantangan? 3 Gunung Papua Ini Layak untuk Didaki 3

Salah satu tempat surgawi di Papua adalah Gunung Sumantri, yang merupakan bagian dari deretan Pegunungan Sudirman. Gunung ini dinamai setelah profesor Soemantri Brodjonegoro dari Institut Teknologi Bandung yang juga memiliki hasrat untuk hiking.

Lokasi gunung ini adalah pada ketinggian 4,870 mdpl, menjadikannya salah satu gunung tertinggi untuk didaki di Indonesia. Karena kondisinya yang sangat dingin, puncak gunung masih tertutup salju.

Karakteristik ekstrem Gunung Sumantri akan membutuhkan keterampilan mendaki yang canggih dan peralatan yang sesuai untuk melewati salju. Ada beberapa jurang di sisinya yang membuatnya menjadi gunung yang berbahaya juga.

Gunung Mandala

Suka Tantangan? 3 Gunung Papua Ini Layak untuk Didaki 4

Gunung Mandala termasuk sebagai tiga gunung tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 4,760 mdpl. Kembali di era penjajahan Belanda, mereka biasa menyebut gunung ini sebagai Juliana Top atau Juliana Peak. Tetapi pejalan kaki Indonesia lebih suka menyebutnya sebagai Gunung Mandala.

Pendirian pertama nama gunung ini dilakukan oleh kelompok penjelajah yang terdiri dari lima orang, Arthur Archer, Herman Verstappen, Piet ter Laag, Max Tissing, dan Jan de Wijn pada 9 September 1959 setelah kemerdekaan Indonesia. Sekarang, orang bisa melakukan hal yang sama dengan menjelajahi gunung ini yang juga terletak di perbatasan antara Papua dan Papua Nugini.

 

Gunung Jaya, Puncak Jaya, Piramida Gunung Carstensz

Suka Tantangan? 3 Gunung Papua Ini Layak untuk Didaki 5

Gunung tertinggi dari semuanya memiliki ketinggian 4,884 mdpl dan sebagai salah satu hal surgawi yang dapat dilakukan di Jayapura adalah Gunung Jaya atau Gunung Carstensz. Mungkin sebagian dari kita akrab dengan nama Puncak Jaya. Tapi, nama yang diberikan Carstensz mungkin terdengar asing bagi mereka. Ini karena sejarah antara gunung dan seseorang bernama Jan Carstensz.

Carztensz adalah penjajah Belanda yang kebetulan melihat keberadaan Gunung Jaya yang bersalju. Karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Carztensz mengirim berita itu kepada teman-teman dan rekan-rekan di negaranya. Responsnya tidak baik, ia ditertawakan karena mereka berpikir gagasan gunung salju di pulau tropis yang panas itu benar-benar menggelikan. Ini terjadi pada 1623.

Sekitar lebih dari 200 tahun kemudian, seorang penjelajah Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz, berhasil mendaki puncak Gunung Jaya pada tahun 1909, dan dengan cepat terkenal di dunia. Apa yang dilihat Carstenz benar, gunung salju ada di Papua. Setelah itu, gunung ini juga diberi nama panggilan berdasarkan namanya.

Gunung Jaya juga diresmikan sebagai bagian dari Taman Nasional Lorentz oleh UNESCO pada tahun 1999 bersamaan dengan dimasukkannya Warisan Dunia juga. Sampai saat ini, Gunung Jaya masih merupakan tujuan hidup bagi banyak pejalan kaki di seluruh dunia. Untuk mencapai puncaknya akan membutuhkan banyak hal untuk dikorbankan. Itu sebabnya, banyak orang ingin memiliki pengalaman yang luar biasa dan tak tergantikan ini. Gunung itu masih menunggu siapa pun yang siap mengklaimnya.


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Rado

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments