Sulit Tidur Pada Remaja

Sulit Tidur Pada Remaja

Sulit atau adalah yang sering dialami, baik itu oleh anak-anak, remaja, mahasiswa, pekerja, bahkan para lansia. Kondisi ini akan membuat kita berakhir dengan uring-uringan di atas kasur, main gadget, nyemil di malam hari, dan saat bangun pun, tubuh tidak fit dan berstamina. Tidak jarang, penderita berakhir dengan obat .

adalah bagian dari manusia selama hidup, bahkan mengambil porsi waktu yang banyak, rata-rata seperempat hingga sepertiga waktu dalam sehari digunakan untuk . Beberapa manfaat untuk tubuh adalah sebagai berikut.

  • Meregenerasi sel-sel tubuh yang baru.
  • Memperbaiki sel-sel-sel tubuh yang rusak (self healing mechanism).
  • Mengistirahatkan organ tubuh setelah seharian beraktivitas.
  • Menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

Oleh sebab itulah, bukan hanya sekedar santai yang cenderung tidak mendatangkan manfaat, melainkan suatu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Jika Anda terganggu, maka siap-siap kondisi kesehatan akan terkena imbasnya.

 

Dampak yang harus Anda waspadai

Sulit Tidur Pada Remaja

Hampir setiap orang pernah mengalami . atau susah adalah yang paling sering dialami. Orang yang mengalami cenderung menunjukkan tanda-tanda seperti ini.

  • Produktivitas jadi menurun.
  • Mudah lelah.
  • Stres.
  • Emosi menjadi labil.
  • Kurang percaya diri.
  • Suka ceroboh.
  • Terlalu impulsif terhadap sesuatu.
  • Dalam jangka panjang, dapat memengaruhi kondisi kesehatan tubuh, yaitu gangguan pencernaan, kardiovaskuler, dan sistem imun tubuh.

Gejala-gejala inilah yang membuat penderita tidak nyaman melakukan aktivitasnya sehari-hari, sehingga pada akhirnya memutuskan menggunakan obat untuk mengatasi insomia.

Baca juga  Sering Alami Insomnia? Hal-hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

 

Lalu, apakah penggunaan obat aman untuk tubuh ?

Setiap obat tidur yang dikonsumsi harus berada di bawah pengawasan dokter, yang artinya meskipun obat tidur dijual di apotek secara bebas, tapi penggunaannya tetap berdasarkan resep dokter. Hal ini untuk meminimalisir efek samping yang dapat muncul dan menghindari ketergantungan pada obat tidur.

Pemberian obat tidur akan ditentukan dokter berdasarkan tingkat keparahan yang dialami. Jadi, Anda tidak boleh sembarangan dalam mengonsumsi obat tidur, apalagi tanpa resep dari dokter. Berikut beberapa jenis obat tidur yang dijual bebas adalah:

Benzodiazepin

Obat tidur yang termasuk golongan ini adalah triazolam (masa paruh obat 20 jam). Adanya perbedaan pada masa paruh ini menunjukkan bahwa obat triazolam efektif mengatasi kesulitan untuk memulai tidur. Sementara, untuk mengatasi keluhan sering dini hari, obat dengan masa paruh 10-20 jam akan lebih efektif.

Jenis obat tidur golongan benzodiazepin mengandung zat sedatif (penenang), sehingga penggunaannya harus dengan resep dokter. Umumnya, efek samping yang dapat timbul dari pemakaian obat tidur ini adalah:

  • Rasa kantuk hebat.
  • Pusing.
  • Rasa nyeri di kepala.
  • Mulut jadi kering dan lidah terasa pahit.
  • Hang over, efek yang muncul akibat akumulasi sisa metabolit aktif dari obat, seperti mual, perasaan ringan di kepala, dan suf (butek). Kondisi ini dapat memicu terjadinya kecelakaan pada pengendara motor.
  • Gejala paradoksal, seperti mudah gelisah, marah-marah, mudah terangsang, dan mengalami kejang-kejang.
  • Ketergantungan obat yang dipicu oleh kondisi abstinens, seperti sering mimpi buruk, muncul perasaan takut dan cemas, serta tubuh mengalami ketegangan hebat.
Baca juga  Susah Tidur ? 5 buah ini akan membantumu tidur nyenyak

Non-Benzodiazepin

Jenis obat tidur golongan nonbenzodiazepin yang dapat digunakan untuk terapi jangka pendek. Adanya obat tersebut sebagai alternatif yang baik untuk menggantikan obat tidur golongan benzodiazepin. Dengan efisiensi obat yang sama, golongan obat non- benzodiazepin memiliki risiko yang lebih rendah terhadap efek samping dibandingkan dengan obat tidur golongan bendoziazepin.

Keunggulan obat tidur golongan non-benzodiazepin adalah memiliki waktu paruh yang lebih singkat, sehingga kecil kemungkinan untuk mengantuk di siang hari. Selain itu, obat jenis ini tidak terlalu mengganggu siklus tidur normal penderita dibanding pengguna obat tidur golongan benzodiazepin. Beberapa obat tidur yang termasuk ke dalam golongan ini adalah zolpidepam, zaleplon, eszopiclone, dan ramelteon.

Sebelum memilih obat tidur, coba atasi dengan terapi alami ini.
Banyak orang yang masih belum menyadari bahwa tidak selalu diatasi dengan obat tidur. Setelah mengetahui efek samping dan ketergantungan pada penggunaan obat tidur, tidak ada salahnya jika Anda mencoba dengan terapi tanpa obat tidur. Anda bisa mencoba beberapa terapi alami berikut untuk mengatasi .

 

Ramuan jamu

Beberapa tanaman yang diracik untuk mengatasi adalah lenglengan, pegagan, dan biji pala. Ramuan jamuan ini sudah digunakan sebagai obat tidur dan terkenal untuk mengobati dan mengendalikan stres. Ramuan tiga jenis tanaman ini juga telah teruji secara klinis untuk efek relaksasinya dan sudah digunakan di klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus sebagai anti-.

Baca juga  Tadinya Gak Percaya, Ternyata Beneran Ampuh! Metode 4-7-8 Sebagai Solusi Susah Tidur

Teh daun gaharu

Teh daun ini sangat populer di kalangan masyarakat, khususnya Kabupaten Bangka Tengah. Secara turun-temurun, teh daun gaharu telah banyak dikonsumsi untuk menghilangkan rasa lelah akibat ringan. Penelitian yang dilakukan oleh Kamaludin et al. pada tahun 2017 juga membuktikan bahwa teh daun gaharu dapat memperbaiki pola tidur, meningkatkan kualitas tidur menjadi lebih nyaman dan nyenyak, serta tubuh terasa lebih segar saat bangun di pagi hari.

Madu

Terkenal dengan banyak manfaatnya, madu ternyata juga dapat digunakan sebagai terapi atasi . Kandungan tryptofan di dalam madu dapat membantu proses sintesis hormon melatonin yang mampu memperbaiki kualitas tidur. Menurut Ferdian et al. (2015), pemberian madu satu jam sebelum tidur dapat mencegah dari kesulitan tidur, sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik.

Jadi, penggunaan obat tidur dapat dikonsumsi apabila terapi alami sudah tidak mampu mengatasi insomnia Anda. Apabila dampak Anda sudah parah, segeralah periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan terapi medis yang tepat.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Fandi syah

   

Penulis, jurnalis, mentor Menulis karya karya jurnalistik dan pegiat literasi