Sumber Daya Manusia yang Semakin Tergantikan


Sumber Daya Manusia yang Semakin Tergantikan

Sudah tak dapat dipungkiri lagi bahwa di era modern Sumber Daya Manusia semakin tersingkirkan. Banyak peran – peran dari sumber daya manusia yang tergantikan oleh robot atau mesin. Oleh karena itu munculah sebuah ancaman yang disebut dengann ancaman robotisasi.

Dimana kita dikendalikan oleh robot dan Artificial Intelegent (AI) atau kecerdasan buatan. Tentu seluruh perusahaan di Indonesia berkaitan secara langsung dengan Sumber Daya Manusia, terutama perusahaan manufaktur. Maka penting khususnya bagi perusahaan manufaktur untuk dapat mengambil langkah yang tepat dalam pengubahan sistem atau pengurangan Sumber Daya Manusia.

Karena dengan melakukan pengurangan sumber daya manusia dalam perusahaan manufaktur akan mempercepat perusahaan dalam memperoleh keuntungan dengan lebih efektif dan efisien.

Hanya Sumber Daya Manusia yang memiliki daya saing tinggi yang dapat bertahan.Hal mengenai permasalahan Sumber Daya Manusia ini rupanya menarik minat beberapa peneliti. Salah satunya berasal dari Ernst & Young yang menemukan terjadinya pengulangan aktivitas yang sama dengan waktu yang dihabiskan sekitar 93%, maka dari itu diperkirakan ada sekitar 65% dari aktivitas Sumber Daya Manusia yang dapat diotomatisasi atau digantikan dengan mesin.

Akan tetapi bukan berarti Sumber Daya Manusia akan sepenuhnya hilang dari dunia perbisnisan. Masih terdapat Sumber Daya Manusia yang diyakini cukup sulit untuk tergantikan, yaitu Sumber Daya Manusia yang memiliki daya saing kuat dan tingkat profesionalitas yang tinggi. Missalnya seperti dokter, psikolog, dosen, guru dan masih banyak lagi.

Hadirnya teknologi yang semakin canggih terutama pada perusahaan manufaktur. Menyebabkan Sumber Daya Manusia mau tak mau harus bersaing dengan tenaga – tenaga mesin yang pastinya lebih canggih, cepat dan efektif, tentu hal ini menjadi pertimbangan serius bagi perusahaan manufaktur.

Salah satu perusahaan manufaktur yang menggunakan mesin dalam proses pengerjaannya

Hal mengenai kemampuan mesin – mesin atau robot yang sudah tidak perlu dipertanyakan lagi membuat banyak sekali perusahaan manufaktur yang memutuskan untuk mengganti tenaga Sumber Daya Manusia yang mereka miliki dengan mesin – mesin atau robot yang canggih.

Kemampuan mesin atau robot yang dapat memproduksi sebuah barang dengan cepat, rapi, dan serempak dalam jumlah yang banyak memberi kelebihan tersendiri bagi perusahaan manufaktur yang membuat mereka yakin bahwa mengganti Sumber Daya Manusia merupakan jalan yang paling tepat.

Salah satunya adalah sebuah pabrik di China di kota Dongguan yang mendirikan pabrik tanpa awak dimana semua dioprasikan oleh robot, menurut data di pabrik Dongguan menunjukkan bahwa sejak robot digunakan di pabrik tingkat kecacatan produk telah menurun dari sekitar 25 persen menjadi kurang dari 5 persen. Kapasitas produksi pun meningkat dari sekitar 8.000 buah per orang per bulan menjadi menjadi 21.000 buah.

Dengan ini mengganti atau mengurangi Sumber Daya Manusia yang mereka miliki dipastikan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi perusahaan manufaktur dalam mencapai keuntungan.

Selain perusahaan dapat menghemat biaya yang dikeluarkan untuk membayar upah para tenaga kerja, perusahaan dapat memastikan kekonsistenan mereka dalam memproduksi sebuah barang. Selain itu perusahaan juga dapat menghindari atau meminimalisir berbagai kesalahan yang berasal dari human error.

Memang pengurangan jumlah Sumber Daya Manusia yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur menimbulkan dampak yang cukup besar.  Salah satunya adalah menyempitnya lapangan pekerjaan khususnya di Indonesia.

Akan tetapi memang sudah saatnya perusahaan – perusahaan di Indonesia khususnya perusahaan manufaktur mulai melakukan peningkatan kualitas kinerja mereka. Terlebih dimasa yang yang sangat canggih dan maju seperti sekarang. Jika tidak dikhawatirkan lama kelamaan para perusahaan manufaktur di Indonesia tidak dapat mengimbangi perusahaan – perusahaan manufaktur lainnya dalam tingkat internasional.

Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam Lukita Dinarsyah Tuwo memaklumi langkah yang diambil pengusaha dengan mengganti tenaga manusia dengan mesin. Karena memang sudah saatnya semua pihak untuk bersiap menuju era industri baru.

Sebuah perusahaan, terlebih perusahaan manufaktur harus selalu dituntut untuk melakukan inovasi yang terus menerus dalam proses produksinya. Sehingga perusahaan manufaktur harus selalu melakukan penyeimbangan antara proses atau tenaga yang dikeluarkan dengan hasil yang akan diterima nantinya.

Salah satunya adalah menyeimbangkan Sumber Daya Manusia yang dimiliki perusahaan. Dengan mengubah sistem atau mengurangi Sumber Daya Manusia dapat dipastikan dapat lebih mengurangi atau bahkan menghilangkan hambatan daya saing yang diciptakan dari kurangnya produktifitas Sumber Daya Manusia.

Dalam melakukan perubahan sistem dengan mengurangi Sumber Daya Manusia, perusahaan diharuskan untuk sangat berhati – hati, teliti dan adil. Jangan sampai terjadi kesenjangan yang memberikan dampak buruk bagi Sumber Daya Manusia dan perusahaan manufaktur itu sendiri.