Surat Kabar Untuk Keluarga


Surat Kabar Untuk Keluarga 1

“Ibu…ayah lihat nih ada surat dari Kak  Sindi Bu.” Kata Tyas dengan gembiranya.

“Iya Nak, cepat baca.” Kata Ibu penasaran isi surat itu dan ayah yang diam sambil tersenyum.

Tyas membuka surat lalu membacanya dan Ibu tak sabar ingin mendengarkan.

TO : Ayah dan ibu tercinta

Assalamualaikum, Ayah ibu dan tyas baik – baik saja dirumah. Jaga kesehatan ya Bu, untuk Tyas jaga diri jangan nakal dan harus nurut sama Ayah ibu dan Tyas harus rajin belajar ya. “Ooiya…Tyas harus membantu orang tua dan jangan bikin susah Ayah ibu ya.”

Oiya Bu, di Yoygakarta Sindi juga baik – baik aja kok, Bu dan di sini aku senang sekali Bu. Dan aku mendapatkan seorang teman baru di sini yang sangat ramah dan baik sekali. Oh  iya  Bu  disini  beda banget sama di Desa Bu. Bedanya, kalau di perkotaan itu. Masyarakat Perkotaan lebih maju di ikuti dengan lebih banyaknya jenis pekerjaan dan pembagian kerja lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata dengan karakteristik lebih individual, lebih keduniawian dan jalan pikir yang lebih rasional dan moderen tentunya. Sedangkan Masyarakat Pedesaan masih menjunjung tinggi nilai-nilai yang lebih ke adat – istiadat sehingga cenderung hidup masih membutuhkan sesama yang biasa terlihat bergotong-royong untuk menghasilkan sesuatu dan menimbulkan ikatan batin bahwa satu sama lain merupakan saudara sehingga jika salah satu keluarga ada yang merasa kesulitan maka masyarakat di lingkungan sekitar siap membantu tanpa pamrih.

Oiya, Bu di sini aku tinggal di sebuah kost yang sangat bagus dan luas. Tempat kamarku luas seperti kamarku sendiri, Bu dan disni aku bisa hidup mandiri apa yang di katakan ayah dan ibu sudah bilang sebelum aku pergi di Yogyakarta. Ibu pernah bilang padaku untuk menghemat uang dan menjaga diri, Dan aku bisa menghemat uangku sehemat mungkin. Oiya bu, ibu tahu tidak di kampus ada lomba membuat novel dan salah satunya novelku, aku mendapatkan perhargaan bu, perhargaan itu berupa uang tunai bu. Dan aku tidak membebani ayah dan ibu. Oiya Bu. Sebentar lagi aku akan menempuh ujian doaani aku ya. Agar, aku bisa mengerjakannya dengan baik. Setelah aku sudah wisuda nanti, aku akan mendapatkan gelar sarjana hukum bu. Dan  untuk Tyas jangan lupa untuk belajar Dek Tyas akan menempuh ulaangan kenaikan kelas, kalau Dek Tyas naik kelas nanti kakak akan mengajakmu liburan ke paris. Gimana apa Tyas suka.! Oiya, Bu. Aku rindu rumah dan aku rindu masakan Ibu, di sini masakannya beda banget sama di rumah. Sudah dulu ya ceritanya, seminggu lagi kak Sindi akan pulang ke rumah dan aku rindu kalian semua. Aku berharap kalian semua baik – baik saja dan di beri kesehatan.

Saya harap balas surat Kak Sindi ya secepatnya di balas ya,

Salam kangen .

Sindi Permata Sari tercinta

“Wah, suratnya kakak bagus .” Kata Tyas sangat gembira sekali.

“Iya, kita balas surat Kakak.” Ibu berkata sambil mengambil kertas dan pulpen.

“Iya, Bu aku aja yang nulis suratnya.” Kata Tyas.

 

To: Kakak Sindi tersayang

Hallo Kakak, Kak Sindi baik – baik ya di sana. Aku sangat rindu Kakak Sindi. Tyas tak sabar menunggu Kakak pulang. Oiya Kak kalau aku naik kelas nanti Kakak akan mengajakku berlibur dimana Kak, kalau aku boleh memilih liburan yang ku sukai itu di Jepang Kak. Di sana kan ada bunga sakura yang sangat indah Kak dan aku mau ke sana Kak, Gimana Kak. Kak Sindi setuju tidak.

Oiya Kak Tyas sudah tahu belum, Kak di sini aku membantu Ibu lho. Pasti Kakak terkejut ya. Kok bisa. Yang bisa dong Kak, kan Kak Sindi sudah mengajariku bagaimana caranya berbuat baik sama orang termasuk ayah ibu. Kak kalau tidak ada kakak terasa sepi Kak. Tidak ada yang membantuku Kak. Kan Kakak yang selalu mengajariku banyak hal yang penting dalam hidup aku Kak. Kakak cepat pulang ya Kak, aku sangat rindu sama Kakak. Tiap pagi aku ke kamarnya Kakak dan selalu menjaili Kakak terus, tapi ku lihat kamarnya Kakak terasa kosong dan sepi.

Oiya sudah dulu ya Kak seminggu lagi kan Kak Sindi mau pulang nanti aku akan memberikan Kakak kejutan. Pasti Kakak seneng banget. Oiya aku punya pesan untuk Kak Sindi dari Kak Luhfi, katanya Sih kalau Kakak pulang nanti akan mengajak Kakak sesuatu tempat gitu deh.. Kak Sindi, Tyas Kangen sama Kakak aku tak sabar menunggu Kakak seminggu lagi. Jaga kesehatan Kakak ya, nanti bisa berkumpul lagi ya.

Salam kagen,

Wahyu Ningtyas Tercinta  

~“~

Setelah berapa minggu Kak Sindi pulang ke rumah dan disambut keluarganya dengan meriah, Kak Sndi menujukkan hasil yang memuasan. Dan Tyas langsung memberikan kejutan pada Kak Sindi. Kejutan itu berupa buku diary yang selama ini ingikan. Dan mereka semua berkumpul kembali bersama lagi seprti dulu.

~“~


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Masruroh Fitri

   

Nama saya Masruroh Fitri Cahyawati. Hobi saya menulis cerita pendek.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap