Survey Microsoft Mengenai Indonesia yang Terbukti Benar

Survey Microsoft Mengenai Indonesia yang Terbukti Benar

Baru-baru ini mengungkapkan hasil surveinya mengenai . Hasilnya yaitu diberi gelar paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Menurut saya, hasilnya tidak begitu mengejutkan karena saya sendiri sudah biasa melihat kelakuan di dunia maya. Meskipun saya sendiri belum melihat langsung hasil survei-nya dari laman milik , tapi setidaknya berikut ini hasil yang bisa saya rangkum.

Digital Civility Index

Survey Microsoft Mengenai Indonesia yang Terbukti Benar

Ternyata sejak 2016, sudah melakukan survei bernama Digital Civility Index. Survei ini dipercaya dapat digunakan sebagai patokan mengenai seberapa amannya interaksi internet di suatu negara. Tahun ini mensurvei lebih dari 16.000 remaja dan dewasa di lebih dari 30 negarra. Responden kemudian diberikan 21 pertanyaan mengenai risiko yang mungkin mereka dapatkan selama berselancar di internet.

Dari hasil survei tahun ini, Indonesia turun delapan poin menempati posisi 76 dalam DCI. Dari hasil survei ini juga didapati bahwa Indonesia menghadapi tiga risiko besar selama ber-online ria. Sebanyak 47% risiko datang berupa hoax, scam dan penipuan; 27% berupa ujaran kebencian; dan 13% berupa diskriminasi. Dari hasil survei tersebut juga didapatkan bahwa 48% responden mendapatkan ancaman tersebut dari stranger, entah berasal dari orang yang tidak dikenal maupun user anonim. Kemudian, 24% responden juga mengatakan bahwa mereka mengalami ancaman tersebut dalam seminggu terakhir ketika mereka mengisi survei.

Baca juga  Merasa Disaingi Oleh Microsoft, Sony Juga Akan Akuisisi Game Developer

Hasil menarik lainnya juga didapatkan dari survei tersebut. Sebanyak 47% responden mengaku pernah terlibat dalam penindasan online, sementara itu sebanyak 19% responden mengaku pernah menjadi korban penindasan.

Jika melihat hasil DCI negara tetangga, Singapura menempati skor tertinggi di Asia Tenggara dan menempati urutan keempat secara global. Singapura mendapatkan 59 poin dalam indek DCI, disusul oleh Malaysia sebesar 63 poin, dan Thailand sebanyak 69 poin, dan Vietnam dengan 72 poin. Lima negara teratas di dunia dengan skor terbaik adalah Belanda, Inggris, Amerika, Singapura, dan Taiwan.

Track Record

Survey Microsoft Mengenai Indonesia yang Terbukti Benar

Sebagai pengguna internet, saya sendiri tidak begitu kaget melihat hal ini. Dapat dilihat bagaimana track-record yang sering menggunakan cancel culture pada pengguna internet lainnya. pernah ramai-ramai menyerang akun Instagram artis Korea. Akun tersebut diserang lantaran dia berperan sebagai tokoh antagonis di Drama Korea yang ia perankan. Mungkin karena sang artis dapat menjiwai perannya dengan sangat baik, netizen menjadi benci dengan artis tersebut hingga ke tulang dan segera beramai-ramai membanjiri akun Instagram-nya dengan komentar negatif.

Korban berikutnya yang pernah ramai di internet adalah Reemar Martin. Pengguna aplikasi TikTok asal Filipina ini pernah mengalami cancel culture dari karena kontennya. Dianggap karena parasnya yang terlalu cantik sehingga kontennya dapat mengalihkan dunia para pria . Sontak Reemar Martin mendapatkan banyak ujaran negatif yang didominasi oleh para wanita.

Baca juga  Apakah Kesunyian Membuat Kita Gila?

Kasus yang belum lama terjadi adalah yang menyerang pasangan bule di Bali. Pengguna Twitter pernah dihebohkan oleh pasangan bule yang telah setahun tinggal di Bali. Pasangan ini tinggal di Bali karena mereka tidak mendapatkan penerimaan yang cukup baik di lingkungan negara mereka. Karena mereka berhasil hidup dengan ‘sejahtera’ di Indonesia, mereka kemudian mempromosikan untuk tinggal di Indonesia kepada masyarakat dunia melalui sebuah utas yang dibuat oleh pasangan ini. Mencium ada hal yang tidak beres, banyak pengguna Twitter yang langsung menyerang utas yang mereka buat. Meskipun utas tersebut dibuat dengan Bahasa Inggris, netizen juga masih bisa menyerang dengan imbang.

Yang masih hangat diperbincangkan kali ini adalah Dayana. Dayana mendapatkan serangan dari setelah kasusnya dengan Fiki Naki mencuat ke publik. Dayana bahkan mengubah privasi akunnya dari public ke private dan berencana untuk menutup akunnya secara permanen.

Respon Netizen

Survey Microsoft Mengenai Indonesia yang Terbukti Benar

Mengetahui mengenai hasil ini, beberapa langsung menyerang akun Instagram milik

Baca juga  Dampak dari komentar buruk warga net untuk Indonesia
. Beberapa netizen sudah sempat mendaratkan komentar mereka di beberapa postingan milik sebelum akhirnya pihak mematikan fitur komentar di akun Instagram mereka.

Netizen meresponi hasil survei ini dengan beragam komentar namun semuanya cenderung negatif. Ada juga seorang tokoh masyarakat yang menanggapi jika hasil tersebut benar adanya. “Banyak membuli dan galak di medsos. Pas ketemu seolah paling sopan dan santun. Atau pas ditangkap karena nyebar hoaks menangis dan minta maaf tersedu-sedu. Apalagi kalo membaca kualitas komen-komen di berita-berita online. Level kasarnya luar biasa,” tutur tokoh tersebut.

Inti yang ingin disampaikan oleh tokoh masyarakat tersebut adalah hanya garang di dunia maya. Meskipun tampak garang di dunia maya, jika ditemui langsung akan menjadi pendiam dan tak segarang dari komentar yang dilontarkan di dunia maya. Tak jarang kasus yang mencatut pengguna internet melalui UU ITE adalah karena komentar negatif mereka.

Introspeksi Diri

Survey Microsoft Mengenai Indonesia yang Terbukti Benar

Dari hasil tersebut, seharusnya netizen Indonesia bisa berbenah diri. Melalui hasil tersebut seharusnya netizen Indonesia berterima kasih karena mendapatkan teguran berdasarkan data yang kredibel. Sayangnya, bukan berbenah diri, netizen malah langsung melabrak Instagram milik . Aneh-aneh saja! Bukannya mematahkan hasil surveinya, netizen malah langsung membuktikan kebenaran datanya. Entah harus senang atau sedih melihat hal ini. Senang karena hasil tersebut benar adanya sekaligus sedih karena hasil dari tersebut bukanlah hal yang positif.

Melalui ini, jangan jadikan alasan kita untuk menyerang pembuat . Seharusnya kita bisa berbenah diri dan menjadi netizen yang lebih baik lagi dan menciptakan lingkungan yang aman untuk semua pengguna internet.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Adriel Prastyanto