Syarat Sah Suatu Perjanjian


Syarat Sah Suatu Perjanjian 1

Mungkin istilah Perjanjian di Indonesia dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak asing lagi didengar dalam segala sektor bisnis karena hampir semua sektor bisnis membuat perjanjian untuk mengamankan bisnisnya sendiri agar terhindar dari kerugian yang tidak diinginkan.

Masih banyak di tengah-tengah masyarakat yang hanya ala kadarnya dalam membuat perjanjian tanpa melihat syarat-syarat yang sudah diatur oleh Negara. Akibatnya apabila perjanjian yang dibuat ala kadarnya tersebut tidak sesuai dengan syarat sahnya perjanjian dan kedepannya menimbulkan permasalahan, akan mengalami kebingungan bagaimana jalan keluar atau penyelesaiannya untuk menuntut kerugian yang dialami.

Perjanjian memiliki Pengertian menurut Pasal 1313 KUHPerdata ialah Suatu Perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang lain atau lebih. Akan tetapi apakah perjanjian yang telah dibuat tersebut telah sah secara hukum, tentunya agar perjanjian yang telah dibuat berlaku dan sah dimata hukum, perjanjian tersebut haruslah memenuhi syarat-syarat yang diatur oleh Peraturan Undang-Undang.

Syarat Sah Suatu Perjanjian 3

Adapun syarat-syarat agar suatu perjanjian sah dimata hukum ada 4(empat) berdasarkan Pasal 1320 KUHPerdata yakni :

  1. Sepakat

Para Pihak yang akan membuat suatu Perjanjian haruslah sepakat terlebih dahulu sebelum membuat Perjanjian.

  1. Cakap

Yang dimaksud Cakap disini adalah Cakap dalam melakukan tindakan hukum tanpa terhalangi apapun. Sedangkan orang yang dimaksud tidak cakap dalam melakukan tindakan hukum yaitu Anak dibawah Umur, Orang gila, orang yang dibawah Pengampuan yang terhalang dalam melakukan tindakan hukum.

  1. Suatu Hal Tertentu

Dalam membuat Perjanjian tentunya ada hal atau objek yang akan diperjanjikan oleh Para Pihak sebelum membuat Perjanjian

  1. Sebab yang halal

Sebab yang halal, artinya objek atau sesuatu hal yang akan diperjanjikan tersebut tidak dilarang oleh Peraturan Perundang-Undangan.

Contohnya  : Narkoba, Hewan yang dilindungi, dll.

Apabila perjanjian tersebut dibuat tidak sesuai atau memenuhi syarat-syarat yang ditentukan oleh Undang-Undang. Maka perjanjian tersebut akan batal demi hukum dikarenakan syarat yang ditentukan tidak terpenuhi. Oleh karena itu agar perjanjian yang dibuat sah diakui oleh hukum, membuat perjanjian haruslah sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Demikian, semoga bermanfaat.

Dasar Hukum: Kitab Undang-Undang Hukum Perdata


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Arief

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments