Taman Nasional Wakatobi, Keindahan Surga Bawah Laut yang Tak Tertandingi!


Taman Nasional Wakatobi, Keindahan Surga Bawah Laut yang Tak Tertandingi!

Ingin menikmati surga bawah dengan keindahannya yang tidak tertandingi? Kunjungi . Di taman wisata yang memiliki luas area 1,39 juta hektar dengan dikelilingi dari gugusan pulau karang sepanjang 600 km ini tersuguh pemandangan bawah yang paling indah di dunia.

 

Surga Bawah

Sebanyak 25 buah gugusan karang yang membentang di luasnya area taman wisata, dengan kedalaman yang sangat ideal, membuat berbagai jenis biota dapat hidup dan berkembang biak dengan sangat harmonis di tempat ini.

Tercatat sebanyak 112 lebih jenis karang dari 13 famili mengisi area perairan , dengan 93 jenis ikan, beberapa jenis burung juga sejumlah binatang langka yang dilindungi, seperti penyu lekang, penyu sisik, dan penyu tempayan.

Bahkan pada setiap bulan Nopember, disaat bagian bumi lainnya membeku, perairan banyak didatangi ikan-ikan langka untuk berburu makanan di perairan ini, seperti Ikan Paus Sperma (Physeter Macrfocephalus), ikan Pari Manta yang berukuran raksasa, dan jenis ikan lainnya.

Keindahan perairan di Sulawesi Tenggara yang fantastis ini juga ditunjang dengan banyaknya species koral, bahkan terbanyak di dunia, yakni sebanyak 750 species dari total 850 species di dunia.

 

Indah dan Uniknya  

berada di wilayah Kabupaten yang beribukota di Kota Wangiwangi. Nama sendiri diambil dari nama empat pulau besar yang ada di Kabupaten tersebut, yakni Pulau Wangiwangi, Pulau Kalidupa, Pulau Tomia, dan Pulau Binongko.

Keempat pulau tersebut masing-masing memiliki keunikan yang memiliki daya jual bagi wisatawan. Pulau Wangi-wangi misalnya, selain menjadi pintu gerbang Taman Nasional, di sini juga berdiri Masjid tertua setelah Masjid Kraton Buton serta Benteng Liya Togo yang menarik untuk dijadikan objek wisata sejarah.

Sementara di Pulau Kaledupa sangat mengasyikkan untuk dipakai melakukan aktifitas memancing, berenang, diving serta . Karang berwarna-warni yang banyak tersebar di perairan antara Pulau Kaledupa dengan Pulau Hoga ini.

Di Pulau Tomia, selain menarik untuk juga terdapat Benteng Patua beserta sisa-sisa meriam kuno yang masih terpasang. Sedang di Pulau Biningko, kehidupan masyarakat pandai besi juga menarik untuk dikunjungi, disamping perairan di sekitar Pulau ini juga kerapkali dilalui iring-iringan ikan lumba-lumba.

Masyarakat yang tinggal di sekitar Taman Nasional ini mayoritas adalah Suku Bajau yang merupakan salah satu dari kelompok manusia perahu di Asia Tenggara, dan merupakan satu-satunya kelompok manusia perahu yang masih mempertahankan kebudayaan perahu tradisional.

Kehidupan sehari-hari dari Suku Bajau ini unik dan menarik, salah satunya adalah keahlian mereka menangkap ikan dengan cara menyelam ke dasar tanpa mempergunakan peralatan, dan menangkap ikan dengan menggunakan tombak yang mereka bawa.

Untuk berkunjung ke , bisa dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang dari Makasar atau dari Kendari menuju ke Wangwangi, bisa juga menggunakan kapal dari Kendari ke Wangiwangi. Setelah tiba di pintu gerbang , yakni Wangiwangi, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menjelajah pulau-pulau yang ada di , atau langsung menikmati surga bawah yang keindahannya tidak tertandingi! (*)

Baca Juga

Exit mobile version