Tanda-tanda Kamu Terjebak Hubungan Manipulatif

Tanda-tanda Kamu Terjebak Hubungan Manipulatif 1

Hati-hati masuk perangkapnya!

Apa sih manipulasi itu?

Manipulasi adalah upaya untuk mempengaruhi perilaku, sikap, dan pendapat orang lain tanpa orang itu menyadarinya. Tujuannya ialah untuk bisa mengandalkan orang tersebut sesuai dengan keinginan si manipulator.

Lalu, apa saja tanda hubungan yang manipulatif?

1. Dia berpura-pura rapuh untuk membuatmu iba

Dia suka menceritakan kisah sedihnya dan menunjukkan betapa rapuh dirinya. Dia bersikap seolah-olah dia adalah korban yang sangat patut dikasihani untuk membuatmu merasa iba.

Kemudian, dia juga akan membuatmu merasa spesial karena menyakinkanmu bahwa tanpa bantuanmu, dia tidak akan bisa bertahan.

2. Dia berpura-pura baik

Orang manipulatif akan bersemangat untuk membantumu. Tapi sayangnya, tindakannya ini tidak tulus. Ada udang di balik batu. Mereka bersikap “baik” hanya untuk menggunakannya kelak sebagai alat untuk memeras balas budimu.

“Tega banget ya kamu! Ga inget apa kau udah sering banget menolong kamu?”

3. Dia selalu membuat seolah masalahnya yang paling berat.

Dirinya lah yang lebih patut dikasihani ketimbang kamu. Masalahmu dan keresahan hatimu itu tidak apa-apanya kalau dibandighkan dengan masalahnya. Dia akan selalu mengingatkanmu bahwa kondisinya itu lebih menyedihkan. Dan kamu tidak berhak merasa sedih untuk diri sendiri.

4. Dia menggunakan kelemahanmu untuk menyerangmu

Dia tau benar apa saja kelemahanmu dan Insecurity-mu. Manipulator itu pitar membaca emosimu. Dan dia seringkali justru sengaja memancing emosimu. Entah itu rasa takut, cemas, atau marah.

5. Dia selalu membuatmu merasa bersalah

Kalau kamu tidak melakukan apa yang dia inginkan, dia akan bersikap dingin kepadamu. Pendapatmu juga akan dianggap salah olehnya. Seolah kamu tidak boleh punya opini sendiri. Dan kamu jadi sering merasa bahwa kamu tidak pernah bisa memenuhi harapan mereka. Kamu tidak layak.

6. Dia sering memutarbalikkan ucapanmu

“Ah, kamu mengada-ada!”
“Jangan ngaco, deh! Aku ga pernah ngelakuinitu. Jangan nuduh sembarangan, ya !”

Dia jelas-jelas berbuat jahat atau melakukan kesalahan. Tapi ketika kamu menegurnya, dia akan bilang bahwa kamu yang salah paham. Dia memutarbalikkan fakta untuk malah balik menyerangmu psikismu. Sehingga kamu jadi merasa cemas dan ragu pada dirimu sendiri. Dan bahkan kamu jadi mempertanyakan kewarasanmu.

7. Terakhir, kamu sering menemukan dirimu berdalih demi melindungi perilakunya

Sayangnya, kamu seringkali seolah menjadi juru bicara bagi si manipulator. Kamu sendiri seolah membenarkan tindakan-tindakannya demi melindunginya.

“Oh, enggak. Dia cuma lagi bad mood doang. Tapi, sebenarnya dia baik kok!”

Padahal, mungkin sahabat dan keluargamu sudah berulangkali memperingatkanmu.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

JamKosong