Tata Aturan Mengelola Rumah Tangga


Tata Aturan Mengelola Rumah Tangga 1

Kita Mungkin selalu mendengar kata – kata ekonomi dalam kehidupan kita sehari – hari, bahkan kata ekonomi juga digunakan dalam banyak kiasan halus dalam menentukan posisi keuangan dan taraf kesejahteraan seseorang, seperti istilah Ekonomi menengah kebawah yang artinya antara sederhana  dengan miskin, ekonomi menengah ke atas artinya antara sederhana menuju kaya. Ekonomi selalu di bahas baik dalam kehidupan sehari – hari hingga selalu tayang di media – media tontonan maupun media Tulisan.

Ekonomi sebenarnya secara bahasa berasal dari bahasa yunani yaitu berasal dari pecahan kata Oikos dan Nomos atau Nemein, Oikos artinya Rumah Tangga, Nomos atau nemein artinya aturan, sehingga  Kata Ekonomi memiliki Makna/Pengertian Tata Aturan Mengelola Rumah Tangga, adapun yang diatur dalam rumah tangga mencakup cara memperoleh pendapatan dan cara mengatur penggunaan pendapatan. Hal inilah yang menyebabkan Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari usaha yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia, guna memperoleh kesejahteraan dan kemakmuran dalam kehidupan. Yang mempengaruhi ekonomi selalu mencakup Kelangkaan dan keterbatasan, kebutuhan manusia dan alat memenuhi kebutuhan manusia.

Tata Aturan Mengelola Rumah Tangga 3

Kelangkaan / Keterbatasan,saya akan menguraikan makna kelangkaan dengan cerita saya dalam menggunakan listrik di dalam rumah tangga saya, saya menggunakan listrik untuk bermacam – macam peralatan saya seperti laptop, computer, hp, televisi, ac, kukas, dvd, blender, lampu penerangan baik luar maupun dalam rumah, dispenser dan alat pemasak nasi. Pernah suatu suatu hari saya dan istri pulang sedikit malam, sebelumnya kami lupa makan malam di luar sehingga sesampainya dirumah istri harus menanak nasi dengan penanak nasi listrik, memanaskan air dengan dispenser, menggiling cabai dengan blender, dengan kulkas yang menyala selama 24 jam, saya yang paginya harus melaporkan pekerjaan saya menghidupkan laptop dan computer secara serentak dengan kondisi charger yang tersambung ke aliran listrik,  anak saya menghidupkan televisi untuk melihat kaset DVD yang baru dibelinya, hpnya dicharger, lampu penerangan luar dan dalam hidup semua, saat itu istri saya masuk ke ruang setrika, menghidupkan setrika untuk merapikan pakaian yang kami kenakan besok, secara tiba – tiba lampu mati gelap pun membahana, saya coba hidupkan kembali dengan saklar penghubung antar wayar dari tiang kerumah saya, namun saklar meneran tersebut namun tetap mati saat saya lepaskan, sontak saya menyuruh agar anak saya mencabut seklar televise dan dvd, setelah dilaksanakannya saya tekan seklar lampu pun kembali hidup kembali, dari kejadian tersebut saya jadi mengerti bahwa saat saya menggunakan aliran listrik melebihi Kemampuannya (KWH) secara otomatis lampu akan mati, maka untuk menghidupkannya saya harus menyesuaikan penggunaan dengan kemampuan aliran listrik tersebut.

Hal ini saya mengerti bahwa alat pemuas manusia yang disebut listrik memiliki keterbatasan dan bersifat terbatas, sedangkan kebutuhan manusia akan listrik sangat banyak termasuk kebutuhan lainnya, kelangkaan/keterbatasan alat pemuas kebutuhan dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas merupakan akar dari masalah ekonomi. Kelangkaan / Keterbatasan adalah ketertidak seimbangan antara ketersediaan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan dan kebutuhan manusia, hal ini biasanya disebabkan beberapa faktor yaitu keterbatasan sumber daya alam, keterbatasan produsen, keserakahan manusia, bencana alam, pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor – faktor inilah yang menyebabkan kelangkaan dan keterbatasan itu terjadi.

Kebutuhan Manusia, Manusia dianugerahi  akal, nafsu dan pancaindera oleh Tuhan. Hal tersebutlah yang mengakibatkan manusia semakin hari semakin berkembang, termasuk kebutuhannya. Kebutuhan tersebut memiliki arti keinginan untuk memperoleh sesuatu baik itu barang maupun jasa. Semakin berkembangnya jumlah penduduk, meningkatnya taraf kehidupan manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju, secara otomatis pula semakin tinggi kebutuhannya dan semakin banyak macamnya. Macam – macam kebutuhan manusia tersebut dapat kita kelompokan  menurut tingkat kepentingannya, sifatnya, waktunya dan subyek nya.

Menurut Tingkat Kepentingannya, kebutuhan manusia terbagi menjadi 3(tiga) yaitu Kebutuhan Primer (Pokok),kebutuhan sekunder (pelengkap kebutuhan pokok) dan kebutuhan Tersier (Mewah). Menurut Sifatnya kebutuhan manusia terbagi menjadi 2 (dua) yaitu, kebutuhan jasmani (kebutuhan yang harus di lengkapi oleh manusia untuk hidup),  Kebutuhan Rohani ( kebutuhan yang berhubungan dengan rohani,  yang jika tidak terwujud akan melahirkan kekecewaan bagi manusia. Menurut Waktu kebutuhan Manusia dibagi menjadi 2 (Dua), kebutuhan sekarang dan kebutuhan masa depan. Menurut subjeknya kebutuhan juga dibagi menjadi 2 (dua) yaitu kebutuhan individual dan kebutuhan sosial.

Alat Pemenuhan kebutuhan, adalah sesuatu yang berbentuk barang dan jasa yang berfungsi memenuhi kebutuhan manusia dalam menjalani kehidupan baik berbentuk maupun tak berbentuk.


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Sahabat Ahmad Sofwan

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments