TeamViewer, Sponsor Jersey Manchester United, dan Kasus Videotron Porno JAV di Jakarta


TeamViewer, Sponsor Jersey Manchester United, dan Kasus Videotron Porno JAV di Jakarta

Dilansir dari situs resmi klub sepakbola Manchester United, manutd.com, pada tanggal 15 Juli 2021 diumumkan bahwa Manchester United telah sepakat menjalin kerjasama dengan TeamViewer sebagai sponsor utama jersey klub mulai dari musim 2021/22, dan akan berjalan selama 5 musim.

Logo TeamViewer akan terpampang di bagian depan jersey Manchester United, baik untuk seragam kandang, seragam tandang, maupun seragam ketiga Setan Merah.

TeamViewer juga akan mendukung digitalisasi klub Manchester United, termasuk rencana untuk memasukkan solusi Augmented Reality dalam pelatihan dan pemulihan cedera pemain, dan meningkatkan pengalaman penggemar melalui konten Augmented Reality pada kacamata pintar atau akses jarak jauh ke Old Trafford (stadion kandang Manchester United).

https://www.youtube.com/watch?v=gmaBizZsiIY

TeamViewer adalah perangkat lunak yang dikembangkan TeamViewer AG, perusahaan teknologi yang berdiri sejak tahun 2005 dan berkantor pusat di kota Göppingen, Jerman.

Perusahaan ini beroperasi secara global yang menyediakan konektivitas remote dan solusi digitalisasi, dengan memanfaatkan teknologi mutakhir di berbagai bidang seperti Augmented Reality, Artificial Intelligence, dan Internet of Things.

Perangkat lunak TeamViewer telah diinstal di lebih dari 2,5 milyar perangkat dan merupakan layanan gratis untuk pengguna yang menggunakan TeamViewer secara pribadi atau non-komersial.

Selain itu, perusahaan ini juga memiliki lebih dari 600.000 pelanggan berbayar di seluruh dunia.

Richard Arnold, Managing Director Manchester United, mengatakan: “Peluncuran seragam kandang baru kami adalah momen yang menyenangkan setiap sebelum dimulainya musim dan khususnya tahun ini saat kami menyambut TeamViewer sebagai mitra utama kaos kami yang baru.

Selain jersey yang akan menjadi simbol kemitraan kami yang paling terlihat, kami berharap dapat menggunakan teknologi TeamViewer untuk mendorong digitalisasi klub dan membuka cara baru bagi kami untuk terhubung dengan penggemar kami.

Ini akan membawa manfaat besar bagi kedua organisasi kami dan, yang paling penting, bagi penggemar kami di seluruh dunia.”

Logo TeamViewr. Sumber gambar: wikimedia.org

Sementara itu Chief Executive Officer TeamViewer, Oliver Steil, mengatakan: “Kami sangat senang melihat merek kami di bagian depan jersey paling ikonik dalam olahraga global.

Kemitraan dengan Manchester United adalah pilar utama untuk lebih membentuk persepsi TeamViewer sebagai merek teknologi global.

Kami akan mendukung klub dalam upaya digitalisasi dan menunjukkan kerjasama ini kepada semua pengguna dan pelanggan kami di seluruh dunia.

Ini akan memperkuat beragamnya portofolio solusi (yang kami tawarkan) dan menunjukkan bagaimana kami menciptakan dunia yang bekerja lebih baik.

Kami tidak sabar menunggu musim baru dimulai dan melihat tim beraksi dengan seragam baru mereka di Theatre of Dreams (julukan untuk Stadion Old Trafford) yang legendaris.”

TeamViewer dan Kasus Videotron Porno JAV di Jakarta

Sebagai perusahaan teknologi global, nama TeamViewer boleh jadi belum terlalu familiar dengan masyarakat Indonesia.

Bandingkan misalnya dengan Microsoft, Google, TikTok, dan sebagainya. Bisa jadi, ada beberapa orang Indonesia yang baru mengenal nama TeamViewer dari berita kerjasama antara perusahaan ini dengan Manchester United.

Skuad tim pria dan wanita Manchester United dengan jersey berlogo TeamViewer. Sumber gambar: teamviewer.com

Namun, mungkin ada beberapa orang yang ingat, bahwa nama TeamViewer pernah terseret dalam suatu kejadian yang pernah menggegerkan publik Indonesia pada bulan Oktober tahun 2016 lalu.

Kegemparan itu terjadi karena sebuah tayangan bermuatan pornografi yang tampil di videotron yang sebenarnya digunakan untuk periklanan, dengan PT Transito Adiman Jati selaku operator videotron.

Sekitar sepuluh menit, tampil video JAV (Japan Adult Video) di videotron yang berukuran sekitar 24 meter persegi, dan terletak di Jalan Iskandarsyah, Kebayoran Baru, Jakarta.

Tentu saja, mengingat jalan tersebut bukan jalan yang sepi, beberapa pengguna jalan sempat mengambil foto ketika insiden tersebut terjadi.

Salah satunya adalah user twitter dengan akun bernama @Icaknewton, yang kemudian mengunggah fotonya ke media sosialnya.

Unggahan foto videotron JAV. Sumber gambar: akun twitter @Icaknewton

Kehebohan ini tentu membuat pihak berwajib turun tangan. Setelah penyelidikan, pada akhirnya polisi bisa menemukan pelaku yang membuat kegaduhan tersebut.

Pelaku berinisial SAR, 24 tahun, seorang analis komputer pada PT. Mediatrac ditangkap oleh polisi. Selama pemeriksaan, kepada pihak berwajib si pelaku mengaku sama sekali tak bermaksud menayangkan video tak senonoh tersebut di papan iklan elektronik tersebut.

SAR menjelaskan, beberapa hari sebelum kejadian, ia lewat di depan videotron tersebut.

Ketika itu, ia melihat nama pengguna atau ID dan kata kunci di sistem TeamViewer yang terpampang di videotron.

Sesampainya SAR di kantor, ia mencoba menggunakan nama pengguna dan kata kunci yang telah ia foto dengan aplikasi TeamViewer di lapopnya.

Videotron yang sempat menampilkan user ID dan password TeamViewer. Sumber gambar: akun facebook Ifar Karmojono

Dengan ID dan kata kunci, ternyata SAR bisa masuk ke sistem TeamViewer yang digunakan pengelola videotron itu, yang menurut pengakuan pelaku itu merupakan hal yang tak ia sangka.

Setelahnya ia membuka laman yang memutar film porno. SAR juga mengaku tak tahu kalau apa yang tayang di laptopnya, tampil juga di videotron itu.

Setelah sekitar sepuluh menit video dewasa tampil di videotron, tiba-tiba ada notifikasi lost connection server pada laptop si pelaku.

Ternyata, koneksi yang terputus itu terjadi karena aliran listrik ke videotron itu secara manual telah dicabut.

Sebenarnya, selain SAR, ada juga warga yang mendapati nama dan kata kunci TeamViewer terpampang di videotron itu.

User facebook bernama Ifar Karmajono juga menyadari hal tersebut, dan memfotonya.

Menurutnya, itu adalah keteledoran pengelolan videotron sampai ID dan password dapat tampil di videotron. Bedanya, ia tidak ingin bertindak menampilkan vido porno JAV seperti yang dilakukan SAR.

sumber: oleh akun facebook Ifar Karmojo

User Ifar Karmajono tersebut menyatakan kalau ia memfoto passwordnya karena sebenarnya ia ingin iseng menampilkan logo perusahaannya di videotron tersebut.

Ia bilang lumayan bila melakukan hal tersebut untuk advertise gratis.

Namun ternyata setelah ia sampai di kantor, password TeamViewer tersebut sudah diganti, dan 5 menit kemudian WA Ifar Karmajono penuh gambar vido porno JAV di billboard. Ternyata ia sudah keduluan orang lain.


Sumber-Sumber Referensi dan Gambar

  • daancool.com
  • beritasatu.com
  • Facebook Ifar Karmajono
  • manutd.com
  • teamviewer.com
  • Twitter @Icaknewton
  • wikimedia.org
  • Wikipedia

*Baca juga artikel dan karya RK Awan lainnya di sini*