Tentang AGARTHA : Dunia Lain di Bawah Tanah yang Penghuninya Bukan Manusia?

Tentang AGARTHA : Dunia Lain di Bawah Tanah yang Penghuninya Bukan Manusia? 1

Emang ada? Ya, saya pun bertanya-tanya. Kalau mendengar dunia di bawah tanah, saya jadi teringat dengan novel karya Tere Liye seri Bumi yang mana novel tersebut terdiri dari beberapa bagian judul lainnya mulai dari Bumi, Bulan, Bintang, Matahari dan lain seterusnya. Nah, karena novel ini memang berbau dunia paralel maka salah satu klan atau golongan penduduk yang tinggal di bawah tanah dijuluki dengan klan Bintang. 

Uniknya, klan Bintang ini adalah klan yang bisa dikatakan jauh dari penelusuran klan lainnya seperti klan Bumi, Bulan, Matahari. Karena tidak ada yang mengetahui pasti lokasinya. Namun, tokoh Ali yang jenius rupanya berhasil menemukan tempat di mana lokasi klan Bintang berada. Yakni di bawah tanah, dalam inti bumi. Di mana kehidupan mereka sangat canggih daripada ketiga klan di permukaan tadi. Kehidupan yang lebih kompleks serta memiliki berjuta rahasia di dalamnya. T

erdapat banyak lorong yang tidak semua orang bisa memasukinya. Bahkan berbahaya dan mengancam nyawa. Klan Bintang sendiri pun bertugas untuk menjaga pasak bumi, alias mengatur lancarnya letusan gunung berapi secara rutin di permukaan. Agar tidak menyebabkan bencana yang membawa malapetaka besar. Atau bisa kita katakan sebagai keseimbangan alam.

Nah dari novel tersebut, saya juga berpikir. Apakah Tere Liye pernah terinspirasi oleh dunia Agartha yang banyak digambarkan oleh berbagai kitab suci agama-agama di dunia ini? Di mana terdapat dunia lain yang berada di dasar bumi sana, makhluknya pun bukan manusia, bahkan kehidupannya lebih sempurna dan maju daripada penduduk bumi saat ini? Hem… Mari kita kupas saja kalau begitu. Cuss.

Dilansir dari situs Boombastis, Plato bahkan pernah menulis tentang Agartha. Ia mengatakan,  “Ada sebuah tempat di dalam bumi yang bisa dicapai melalui terowongan sempit rahasia yang menghubungkan ke empat sudut (mata angin) Bumi.”

Sumber gambar : pinterest
Sumber gambar : pinterest

Dalam kepercayaan agama Budha, Agartha memang ada. Di mana, di dasar bumi sana ada kerajaan yang ditempati oleh roh-roh jahat yang disebut dengan Agharti. Umat Budha dan Hindu menyebut tempat tersebut dengan Shambala. Umat Hindu percaya bahwa tempat inilah gelar Khalki akan tiba kelak membawa damai bagi dunia yang ia sendiri merupakan jelmaan dari Dewa Wisnu.

Dalam dictio.id menurut salah satu penulisnya yang bernama Nathania H. di topik “Apa yang anda ketahui tentang legenda kuno Negeri Shambala?”, Shambala merupakan sebuah kata dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti “tempat damai” atau “tempat diam”.

Dipercayai kalau tempat tersebut adalah mitos surga yang sering dibahas dalam kitab-kitab kuno. Seperti dalam kitab Kalachakra Tantra maupun kitab-kitab kuno dari budaya Zhang Zhung sebelum Buddhisme Tibet di Tibet barat.

Sumber gambar : pinterest
Sumber gambar : pinterest

Sekarang mari kita simak menurut para ahli. Menurut Alexandre Saint-Yves d’Alveydre, okultis dari Perancis yang pertama kali menyebarkan paham tentang kota Agartha pada penduduk Eropa, ia berujar bahwa  “dunia rahasia bernama ‘Agartha’ dan semua kebijaksanaan dan kekayaannya akan dapat dinikmati oleh seluruh umat manusia, ketika umat Kristen menaati perintah-perintah yang dibawa oleh Musa dan Yesus.”  Ia meyakini jika tempat ini ada di Tibet.

Pun dalam agama Kristen yang memiliki kisah Gog dan Magog, serta dalam agama Islam yang mengenal kisah Ya’juj dan Ma’juj.

Nah kembali lagi, terkait dengan bumi berongga atau yang bisa dikenal dengan teori ‘Hollowed Earth’, di mana pencetus pertamanya adalah Edmund Halley, seorang ilmuwan asal Inggris. Yang mana kala itu ia berhasil menemukan perubahan “longitud magnetik” dari hasil penelitiannya.

Namun pernyataan Halley ditolak oleh Pierre Bouguer pada tahun 1740, serta Charles Hutton dalam eksperimennya Schiehallion pada sekitar tahun 1774.

Ditinjau dari situs Detikcom, teori Halley didukung oleh John Cleves Symmes Jr. pada abad ke-19. Di mana Symmes yakin jika kutub utara serta selatan punya masing-masing lubang yang dapat mengantar manusia ke dalam Bumi seperti yang telah disebut dalam artikel ulasan Atlas Obscura.

Tapi sekali lagi, pernyataan ini masih dibantah oleh para peneliti geologi yang menyebutkan jika jarak permukaan ke inti bumi itu sejauh 6.371 km.

Dan pada tahun 2013, peneliti geologi menyatakan jika inti bumi mempunyai temperatur sekitar 6.000 derajat Celsius atau 1.000 derajat di mana itu lebih panas dari permukaan Matahari.

Sumber gambar : pinterest
Sumber gambar : pinterest

Hadew, ya sudah lah kalau begitu. Daripada pusing-pusing mending makan bakso dulu. Oh ya, kalau kalian masih penasaran juga, tidak ada salahnya jika cari informasi yang lain. Semakin banyak membaca, semakin kalian banyak tahu. Kalau ingin tempe, silahkan beli saja di warung-warung terdekat wkwk.

Baik para pembaca digstraksi sekalian yang budiman, itu tadi informasi seputar negeri atau dunia bawah tanah buat kalian. Semoga bermanfaat yah. Sampai jumpa lagi 🙂

Referensi :

https://www.dictio.id/t/apa-yang-anda-ketahui-tentang-legenda-kuno-negeri-shambala/88318

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bumi_Berongga

https://inet.detik.com/science/d-5490112/agartha-legenda-kota-di-dalam-bumi-berisi-makhluk-asing

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Soreane Sore