Tentang hal sepele yang menjadi perdebatan

Tentang hal sepele yang menjadi perdebatan 1

Ini tentang hal yang menurut banyak orang sepele. Tentang hal yang sering menjadi perdebatan namun banyak orang yang tidak bisa menjadikannya sebuah pelajaran.

Seseorang menjalin sebuah hubungan bukan semata – mata untuk saling mencintai atau saling menginginkan. Ketika seseorang menjalin sebuah hubungan ada harapan yang di tanam dan keinginan yang ia impikan didalamnya.

Banyak perdebatan yang terjadi hanya karena salah seorang atau bahkan keduanya tidak bisa memberikan waktu yang cukup satu sama lain.

Sesepele itu kelihatannya, tapi bagi sebagian orang waktu untuk bersama adalah hal yang utama. Tidak harus bertemu setiap saat atau bertukar pesan setiap waktu, tapi setidaknya ada waktu yang bisa di bagi bersama.

Banyak pasangan yang telah berumah tangga memilih berpisah hanya karena salah satu diantaranya terlalu sibuk dengan dunianya sendiri,  sehingga tidak bisa membagi waktu bersama keluarga. Ada pula pasangan muda – mudi yang memilih menyudahi hubungannya juga karena kurangnya waktu yang diberikan.

Anggap saja aku seorang perempuan, bagiku waktu bukan tentang kapan kita bisa bertemu, bagaimana caranya kita bisa terus bertukar pesan setiap saat, namun bagiku setidaknya dari 24 jam dalam sehari ada beberapa menit yang diluangkan untuk sekedar mengobrol dan bercerita bersama.

Sepele bukan ? Jika tidak bisa bertemu semua bisa dilakukan secara berjauhan, bertelpon atau bahkan vidio call kehidupan ini sudah canggih, sehingga semua dirasa tidak akan terlalu sulit. Tidak ada alasan lagi untuk berkata semua terlalu berat untuk dilakukan.

Salah satu hal yang diharapkan dari pasangan adalah waktu yang bisa dibagi, berpasangan adalah tentang berbagi. Sesibuk apapun seharusnya bisa meluangan sebentar saja waktu yang dimilikinya, tidak perlu diminta apalagi dipaksa, semua sudah seharunya bisa diberikan. Seseorang perlu teman untuk bercerita, untuk berdiskusi, unutk berbagi dan berkeluh kesah. Jika apa yang di harapkan tidak bisa dia dapatkan tidak salah jika akhirnya mencari semua itu di tempat lain.

Terkadang beberapa orang selalu memaksa untuk mengerti. Meminta untuk tidak mempermasalahkan hal yang sepele seperti ini, tapi ia tidak sadar bahwa hal sepele ini yang selalu menjadi perdebatan. Meminta dimengerti tapi tidak mencoba untuk mengerti. Memaksa untuk tidak mempermasalahkan semuanya tapi tidak bisa meredakan hal yang menjadi permasalahan.

Aku bilang ini sepele, tapi sangat berpengaruh. Bayangkan saja kita hanya bisa bertukar pesan sebatas “iya” dan “iya” tanpa ada hal lain. Tidak bisa menjadi tempat bercerita ketika dibutuhkan dengan alasan harus mengerti dengan keadaan. Bukankah semua yang kita jalani untuk menjadi tempat berbagi dan berkeluh kesah ? Jika akhirnya tidak ada yang bisa kita bagi kenapa harus dipertahankan ?

Ini bukan tentang memaksa untuk memberikan waktu setiap saat, namun ini tentang bagaimana kamu bisa menghargai pasanganmu, bagaimana kamu bisa memberikan ruang dari 24 jam yang dimiliki untuk sekedar bertukar pesan dan cerita. Atau tentang bagaimana kamu bisa memberikan sedikit waktu untuk seseorang yang membutuhkanmu. Ini sepele namun sangat bermakna.

Ini bukan sebuah tuntutnan, ini hanya sebuah harapan, jika tidak bisa menemui secara langsung setidaknya ada beberapa menit yang bisa kau luangkan untuk sekedar bebagi waktu dan bercerita.  

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Akasa Aksara