Tentang Kita Yang Telahir Sebagai Anugrah

Tentang Kita Yang Telahir Sebagai Anugrah 1

Ini adalah tentang Aku dan banyak orang lainnya yang telah mendapatkan sebuah anugrah menjadi anak pertama dan menjadi seorang perempuan.

Kita dituntut menjadi kuat dalam segala kelehaman yang dimiliki, juga kita dituntut menjadi kuat dalam segala kesakitan yang ada. Percaya atau tidak kita dalah orang – orang yang terpilih, untuk  menjadi seseorang yang lebih kuat dari orang lain.

Kita tahu menjadi anak pertama saja sudah banyak sekali tuntutan yang dihadapi, apalagi kita, yang terlahir sebagai anak perempuan dan anak pertama. Anak perempuan yang menurut banyak orang adalah seseorang yang begitu lemah namun harus menghadapi segala kesakitan yang ada.

Aku tidak akan pernah menyalahkan ketika kita semua selalu berpura – pura kuat padahal sebenanrnya kita  begitu lemah, aku juga tidak pernah menyalahkan ketika kita berusaha menjadi kuat dalam berbagai macam hal yang telah menimpa.

Namun satu hal yang selalu aku ingat bahwa kita tidak pernah salah jika akhirnya kita ingin menangis. Menagis bukan sebuah tanda kelemahan bagi seseorang. Mereka yang berani menangis dan mengeluarkan semua emosinya adalah mereka yang begitu kuat. Memang  menangis tidak pernah  bisa menyelesaikan masalah, semua orang tahu itu. Tapi, tidak semua orang tahu bahwa menangis adalah salah satu cara yang bisa membuatmu kembali kuat dan mampu kembali berjalan. 

Kita memang dituntut untuk menjadi kuat, dipaksa untuk menjadi sekuat karang dan sekeras baja tapi tidak pernah ada tuntutan yang menyebutkan kita tidak boleh menjadi diri sendiri, kita tidak boleh mengeluh dan meminta pertolongan orang lain.

Semua tak akan pernah salah, jika kamu ingin menangis, menangislah sampai semua rasa sakitmu terwakili oleh semua air mata yang kau keluarkan. Tak akan pernah salah juga jika akhirnya kau jujur pada dirimu sendiri bahwa kau lelah. Tidak akan salah jika kau jujur bahwa sebenanrnya aku tidak sekuat yang mereka pikirkan. Kamu memang tidak salah ingin selalu terlihat kuat beridiri diatas kakimu sendiri, namun kau punya hak untuk berkata bahwa kamu perlu pertolongan orang lain.

Aku tahu semenyakitkan apa menahan dan memendam sebuah rasa sakit sendirian, terkadang kita terlalu munafik ingin selalu terlihat kuat dimata orang lain padahal sebenanrnya kita begitu lemah. Kita tidak sekuat yang orang lain pikirkan.

Aku dan kita semua punya hak untuk berbicara, untuk meminta pertolongan dan untuk berkata bahwa semua terlalu melelahkan. Jangan selalu memendam semuanya sendirian, sekuat apapun aku atau bahkan dirimu kita semua butuh orang lain. Kita selalu butuh di dengar, selalu butuh diperhatikan. 

Kita terlahir dari tulang rusuk yang sudah seharusnya dijaga, kita bukan karang yang bisa begiku kuat meski terus menerus dihantam obak besar, kita bukan juga baja yang begitu keras dan sulit untuk dipatahkan. Kita adalah seorang perempuan, seseorang yang hatinya begitu lemah dan rapuh, seseorang yang selalu ingin diperhatikan dan dilindungi. Kamu harus sadar bahwa sekuat apapun dirimu yang sekarang, setegar apapun hatimu saat ini semua tetap saja bisa patah dan sakit. Kamu tetap seorang perempuan yang ingin dipahami dan selalu ingin di temani.

Kita memang tidak bisa menyerah namun bukan berarti kamu tak berhak untuk bahagia.

Untuk kita semua yang terlahir sebagai anugrah, percayalah bahwa apapun kesakitan yang kita hadapi, semua akan berahkir dengan bahagia. Jangan pernah menyerah apalagi kalah begitu saja. Kita terlahir untuk menjadi kuat dengan segala kesakitan yang ada. jangan pernah patah semangat percayalah kau selalu punya orang baik yang bisa membuatmu tersenyum dan bahagia.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Akasa Aksara