Tentara Super Android Yang Membelot Melawan Kemanusiaan


Tentara Super Android Yang Membelot Melawan Kemanusiaan 1

Seorang Pilot drone harus menerima hukuman atas tindakannya yang melanggar perintah dari atasan yang malah membuatnya menemukan dalang dibalik perang selama ini.

Tentara Super Android Yang Membelot Melawan Kemanusiaan 3

Pada tahun 2036, terjadi perang antara pemberontak pro-Rusia dan perlawanan lokal di Ukraina. Perang ini membuat AS harus mengerahkan pasukan militer mereka untuk penjaga perdamaian. Selama operasi, tim Marinir Amerika Serikat dibantu oleh “Gumps” yang merupakan tentara robot. 

Harp melihat dari drone miliknya
Harp melihat dari drone miliknya

Film dibuka dengan pasukan Amerika yang dikepung oleh pasukan musuh. Karena terdesak, pemimpin pasukan meminta bala bantuan kepada markas pusat. Markas pusat kemudian mengirimkan sebuah drone yang dipiloti oleh Letnan Harp dari Nevada. Pemimpin pasukan kemudian meminta untuk mengulur waktu agar drone tidak meluncurkan rudalnya sebelum semua pasukan berhasil dievakuasi. Karena inisiatif pribadi, Letnan Harp melanggar perintah dan menembakkan rudal ke mobil pasukan lawan yang menyebabkan terbunuhnya pasukan yang belum sempat dievakuasi. 

Melanggar perintah, pilot drone Letnan Harp akhirnya menewaskan dua pasukan tetapi menyelamatkan 38 pasukan lainnya. Sebagai hukuman, Harp dikirim ke Camp Nathaniel, pangkalan operasi AS di Ukraina di mana dia ditugaskan untuk menemui Kapten Leo. Tanpa Harp ketahui, Leo sebenarnya merupakan prajurit super android yang sangat canggih yang menyamar sebagai perwira manusia. Harp sempat berselisih dengan Leo karena ia sulit mempercayai Leo yang merupakan sebuah robot.

Harp mendapatkan hukuman atas tindakannya
Harp mendapatkan hukuman atas tindakannya

Leo kemudian meminta Harp untuk membantu misinya mengantarkan vaksin ke dalam kamp pengungsian. Meskipun begitu, sebenarnya hal tersebut hanyalah kedok Leo untuk mencegah teroris Victor Koval menguasai silo rudal nuklir era Perang Dingin. Sebelum keberangkatannya, Harp mendapat serangan dari pasukan yang anggotanya terbunuh oleh rudal yang Harp luncurkan.

Tak berselang lama setelah keberangkatan, konvoi mereka harus terhenti karena truk yang berisi bantuan terguling menutupi jalan. Warga setempat yang menjarah truk tersebut mempersulit evakuasi dan perjalanan mereka. Leo akhirnya mencoba untuk berdiskusi dengan warga setempat dan berhasil memenangkan hati mereka untuk membantu memindahkan truk yang terguling. Sebelum truk berhasil dipindahkan, tiba-tiba ada serangan dari balik gedung oleh pasukan pemberontak pro-Rusia yang membunuh warga lokal. Aksi baku tembakpun tak dapat dihindari saat itu. Sementara pasukan Amerika dan pemberontak pro-Rusia saling baku tembak, Leo dan Harp memutuskan untuk berjalan kaki menuju kamp pengungsian.

Harp mengetahui siapa Leo sebenarnya 
Harp mengetahui siapa Leo sebenarnya 

Setibanya di kamp pengungsi, Leo dan Harp segera menyerahkan vaksin ke tim medis setempat. Tak disangka, ada penembak jitu yang merupakan pemberontak sedang menarget Leo dan Harp yang berada di area medis. Walaupun disebut sebagai seorang penembak jitu, tapi tembakannya tidak jitu. Leo berhasil hasil menembak pemberontak tersebut tepat di leher sehingga menyebabkan pendarahan yang cukup hebat. Leo kemudian menyiksa pemberontak tersebut untuk mendapatkan informasi, sebelum akhirnya meninggalkannya untuk dibunuh oleh massa yang berkumpul. 

Leo memberikan vaksin kepada petugas media di kamp pengungsian
Leo memberikan vaksin kepada petugas media di kamp pengungsian

Leo dan Harp kemudian menemui intel mereka, yaitu Sofiya, seorang pemimpin perlawanan. Sofiya menuntun mereka ke seorang pedagang senjata yang mengetahui lokasi lemari besi bank yang berisi kode peluncuran nuklir yang sedang dicari Koval. Pedagang senjata tersebut akhirnya menunjukan lokasi kode peluncuran yang berada di sebuah bank, dan Koval sedang mengejarnya. Sebelum sampai di bank, Leo meminta Harp untuk melepas alat pelacak di tubuhnya.

Leo bertemu dengan Sofiya
Leo bertemu dengan Sofiya

Harp dan Leo kemudian pergi ke bank, dan bertemu dengan pasukan Koval yang ternyata juga dibantu oleh Gumps. Harp dan Leo berbagi tugas. Sementara Harp membantu menyelamatkan warga sipil yang terjebak dalam baku tembak, Leo mengambil kode yang dicari Koval tetapi tidak dapat menemukan Koval. Tak berhasil mengalahkan pasukan pemberontak, Harp meminta bantuan dari pasukan pusat. Pasukan pusat akhirnya mengirimkan bantuan berupa drone. Harp akhirnya merasakan momen sebagai pasukan lapangan yang ditekan oleh waktu dan desakan oleh rudal drone militer. Serangan pesawat tak berawak yang dipanggil oleh Eckhart akhirnya menghancurkan bank dan beberapa bangunan sekitarnya. Melihat hal ini membuat komando militer percaya bahwa Koval telah tewas dan Leo telah hancur karena serangan tersebut.

Harp disandera oleh anak buah Sofiya
Harp disandera oleh anak buah Sofiya

Setelah berhasil selamat dari serangan tersebut, Harp akhirnya bertemu lagi dengan Leo. Harp yang mengira Leo telah hancur di dalam gedung tersebut akhirnya mendapatkan penjelasan dari Leo. Leo ternyata berhasil memanipulasi Harp untuk membantunya menyabotase sistem miliknya agar ia dapat bergerak bebas tanpa pengawasan militer pusat. Mengetahui rencana Leo yang sebenarnya telah terungkap, Harp diturunkan ditengah jalan. Tak lama setelah pingsan di tengah jalan, Harp kemudian dijemput oleh anak buah Sofiya menuju suatu markas

Sementara itu, Leo bertemu dengan Koval untuk memberinya kode. Bukannya memberikannya kode, Leo malah membunuh Koval kerena Koval menolak memberi Leo akses ke silo rudal nuklir. Harp yang sedang disandera kemudian memberi tahu Sofiya dan komandannya tentang tindakan Leo, dan mereka menyadari Leo berencana meluncurkan rudal nuklir ke Amerika Serikat, untuk mencegah mereka berperang lebih banyak di masa depan.

Leo bertemu dengan Koval
Leo bertemu dengan Koval

Harp kemudian meminta izin kepada pasukan pusat untuk menyusup ke silo tempat rudal nuklik berada dan menghentikan Leo untuk meluncurkan rudal tersebut. Tak sesuai harapan, Leo ternyata berhasil menyalakan rudal dan mengarahkannya ke daerah tengah kota di Amerika. Sebelum Harp berhasil menonaktifkan Leo, Leo menjelaskan bahwa tujuannya adalah agar program tentara super android seperti dirinya berakhir.

Meskipun telah berhasil menonaktifkan Leo, Harp gagal menonaktifkan peluncuran misilnya. Harp kemudian segera lari menjauh dari silo yang kemudian dihancurkan oleh serangan drone sebelum misil dapat diluncurkan. Harp kembali ke Kamp Nathaniel dan menerima pujian dari komandannya, yang memberitahukan bahwa dia akan pulang. Harp kemudian meninggalkan pangkalnya.

Serangan oleh drone ke silo
Serangan oleh drone ke silo

Film ini cukup bagus dengan ide yang cukup fresh. Plot twist yang dimiliki dibaliknya juga tidak begitu tertebak. Meskipun tindakan Leo meminta Harp melepas GPS yang ada ditubuhnya terdengar mulai mencurigakan, tapi hal tersebut sepertinya bisa dimaklumi. Dimaklumi dan menimbulkan efek kejutan setelahnya. 

Film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga ataupun teman-teman untuk menghabiskan waktu bersama. Kekerasan yang ditampilkan masih dalam batas wajar dan tidak ada adegan tidak senonoh di dalamnya. Secara keseluruhan, film ini mendapatkan nilai 8/10 dari saya.

Saya penasaran bagaimana Harp bisa tidak lapar setelah berjalan seharian dan bahkan tidak tidur untuk mengejar Leo. Yaa, namanya juga film~

‘War is ugly. Sometimes you got to get dirty to see any real change.’ Leo (Outside the Wire)

‘People are stupid, habitual, and lazy. Their emotions lead to mistakes.’Harp (Outside the Wire)


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Adriel Prastyanto

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap