Teori Pembuktian Gegenpressing Ralf Rangnick di MU


Teori Pembuktian Gegenpressing Ralf Rangnick di MU

Tim yang bermarkas di Old Trafford Manchester United The Red Devils atau setan merah baru saja menumbangkan Crystal Palace di laga lanjutan Liga Inggris pada minggu kemarin.

Pertandingan berlangsung alot, meski begitu MU sukses merebut poin penuh dari tim tamu, walau hanya dengan keunggulan  tipis 1-0.

Bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya, MU tampil beda pasalnya sang komandan regu baru Ralf Rangnick yang sedang gencarnya jadi buah bibir tampil perdana mendampingi anak asuhnya di Old Traffod.

Analisa Pertandingan

Ronaldo Cs tampil dominan sejak menit awal pertandingan, mereka unggul statistik penguasaan bola dan jumlah tembakan shoot on target.

Meski baru saja merana, namun sepeningalan Solkjaer, MU kini harus mulai beradaptasi dengan teori teori baru yang harus mereka implementasikan.

Rangnick yang santer dikenal sebagai pencetus Gegenpressing dalam mulai memperlihatkan dengan mentransmisikan teorinya ke dunia nyata.

Alhasil MU tampil beda ditangan asal Jerman ini. Mantan Leipzig ini setidaknya telah sukses menerapkan gegenpressing yang selama ini  jadi ekpektasi dan harapan besar khususnya bagi para pendukung setan merah.

Laga perdananya membuat para fans MU kagum dan kian bersemangat menyambut generasi modern ala Manchester United yang sudah sangat jelas dan tampak, dimana Fred membuktikan diri dengan gol berkelasnya dan menjadi satu satunya gol tunggal bagi MU.

MU lebih tregginas, dimana hampir 80 persen pemainnya bermain tanpa berlama lama membawa bola. Selain itu tekanan demi tekanan bak selancar yang terus mengayunkan kaki, tak ada kesempatan sedikitpun bagi lawan untuk menguasai bola terlalu lama.

Pergerakan yang lebih aktif, atraktif, dinamis dengan akurasi passingnya yang sangat baik, dan inilah pembuktian sang aktor gegenpressing yang sesungguhnya.

Gegenpressing identik dengan Rangnick, begitu pula MU saat ini berada dibawah naungan sang penggiat gegenpressing era modern, seperti halnya yang Rangnick tunjukkan dalam laga debutnya bersama Setan Merah.

Dominasi Pemain MU

Seperti artinya, gegenpressing juga nampak dalam beberapa akting nyata para pemainnya, seperti halnya Fred dia tak hanya pemain paling berjasa berkat gol semata wayangnya MU tampil konsisten mempertahankan rekor tanpa kalah dan baru saja mencuri tiga poin atas Arsenal dilaga sebelumnya.

Namun Fred tampil lebih atraktif dan lebih menekan, terbukti dalam beberapa trend gerak geriknya yang tercatat dalam buku pertandingan saat itu.

Ia bermain tanpa ampun, ia telah rata rata 10 kali melakukan aksi mengagumkan dengan lakukan beberapa tekel, merebut bola dari penguasaan lawan, dan tusukan bola ke area terlarang.

Selain itu ada juga Bek MU, Hary Maguire yang banyak melakukan intersep di area pertahanan serta beberapa passingnya yang melaju mulus ke area pertahanan lawan, ssbagai bukti pemain yang berposisi sebagai bek juga punya andil terhadap permainan tekanan tinggi yang dilancarkan oleh MU sebagai tonggak awal lahrinya gegenpressing modern.

Pemain lain seperti Diogo Dalot juga patut memperoleh penghargaan atas catatan dalam beberapa umpan akurat dan juga daya tahan dalam mempertahankan bola dan passing ke kotak pinalti atau lini pertahanan terakhir lawan dengan intersep yang sangat baik.

Gegenpressing Rangnick benar adanya

Jadi pada intinya, Rangnick telah membuat warna bermain MU lebih beda dari sebelumnya. Begitu yang diisyaratkan olehnya, para pemain selayaknya untuk bermain lebih menekan dengan gencar memberikan tusukan tusukan dan menguasai pertahanan lawan agar peluang menciptakan gol terus ada.

Baca Juga

Exit mobile version