Terkendala Membayar Angsuran Karena Imbas Covid 19? Ajukan Restrukturisasi

Terkendala Membayar Angsuran Karena Imbas Covid 19? Ajukan Restrukturisasi 1

Pandemi covid 19 sudah melanda Indonesia setahun lebih. Semua sektor usaha terkena imbasnya. Efeknya, banyak perusahaan melakukan PHK, usaha yang semula lancar mengalami penurunan. Bahkan banyak yang akhirnya tidak mempunyai penghasilan sama sekali. Bagi yang masih lajang dam tidak mempunyai tanggungan, mungkin tidak terlalu merasakn imbasnya. Lalu bagaimana yang mempunyai kewajiban seperti cicilan di bank, misalnya?

Cicilan atau angsuran di bank tidak mengenal adanya pandemi. Kewajiban kamu tetap harus diselesaikan. Namun jika memang kamu terkendala memenuhi kewajibanmu karena imbas covid, kamu dapat mengajukan keringanan ke bank dimana kamu mempunyai pinjaman.

Sesuai dengan peraturan OJK, lembaga keuangan diminta untuk memberi kelonggaran pembayaran kepada konsumennya dengan mengajukan restrukturisasi. Kelonggaran yang dimaksud bukan tidak membayar angsuran, melainkan menunda atau menurunkan besarnya angsuran sesuai dengan kemampuan nasabah saat ini.

Skema dari restrukturisasi kredit ada beberapa pilihan tergantung hasil analisa. Nasabah bisa saja diberi kelonggaran untuk sama sekali tidak membayar angsuran pada beberapa bulan yang telah ditentukan. Kewajiban yang tertunda tersebut harus dibayar pada saat jatuh tempo restrukturisasi yang diajukan. Sebagai contoh kamu mendapat kebijakan restrukturisasi selama tiga bulan. Maka selama tiga bulan kamu tidak perlu membayar cicilan pokok dan bunga pinjamanmu. Namun bunga selama 3 bulan ini tetap dihitung dan ditambahkan sebagai kewajiban yang harus kamu bayarkan nanti.

Ada juga skema tidak membayar pokok, tetapi tetap membayar bunga. Sebagai contoh kamu mempunyai cicilan Rp. 300.000 sebulan dengan rincian Rp. 250.000 pembayaran pokok pinjaman dan Rp. 50.000 pembayaran bunga pinjaman. Maka selama restrukturisasi kredit kamu hanya wajib membayar bunga saja. Dan setelah masa restrukturisasi kredit habis, kewajibanmu kembali seperti  semula, yaitu membayar pokok dan bunga sebesar Rp. 300.000.

Skema berikutnya adalah penurunan pokok dan bunga pinjaman. Sebagai contoh sebelumnya kamu mendapat pinjaman Rp. 10.000.000 dengan bunga sebesar Rp. 2% per bulan dari pinjaman semula Sampai saat ini kamu sudah membayar angsuran sehingga pokok pinjamanmu tersisa Rp. 3.000.000. Setelah mengalami imbas dari covid penghasilanmu berkurang. Kamu bisa mengajukan restrukturisasi dengan skema pembayaran dihitung dari sisa pinjaman. Jadi besar cicilanmu bukan lagi dihitung dari Rp. 10.000.000 melainkan dari Rp. 3.000.000. Besar bunga yang harus kamu bayar dihitung 2% dari Rp. 3.000.000.

Selain skema di atas masih ada beberapa alternatif skema restrukturisasi kredit yang bisa kamu dapatkan. Masing-masing lembaga keuangan memberlakukan aturan yang berbeda. Kamu dapat menanyakan dan mengajukan keringanan sesuai kemampuanmu sekarang. Jangan lupa sampaikan kondisi keuanganmu setelah terimbas covid dengan jelas dan jujur. Informasi ini sangat penting bagi lembaga keuangan untuk mengambil kebijakan.

Peraturan mengenai restrukturisasi kredit ini bukan hanya bermanfaat bagi nasabah, tetapi juga bagi lembaga keuangan. Imbas covid bagi lembaga keuangan adalah menurunnya kemampuan membayar kewajiban yang dialami oleh nasabah. Jika tidak dikelola dengan baik maka akan menurunkan kepercayaan investor kepada lembaga keuangan tersebut.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Isnaini

   

Mantan bankir, ibu rumah tangga yang mempunyai hobi menulis dan merajut. Menulis merupakan cara untuk menambah teman, ilmu dan wawasan.