The Mitchells vs The Machines bukan sekadar film keluarga biasa

The Mitchells vs The Machines bukan sekadar film keluarga biasa 1

Sudah tonton film animasi terbaru Netflix yang berjudul The Mitchells vs The Machines? Film terbaru garapan Mike Rianda bersama tim yang pernah membuat Spider-man: Into the Spider-Verse.

Film berdurasi 1 jam 54 menit ini dibuat dengan cara yang unik dan bergaya, animasinya penuh warna seperti Scrapbook. Desain karakter dan latar belakangnya dihias sedemikian rupa dengan tambahan gambar coretan spidol, sketsa, huruf tebal, stiker, dan filter efek-efek mungil yang sering ada di aplikasi Tik Tok atau Instagram.

Film ini sukses menghasilkan gaya baru tentang film animasi. Tidak perlu membuat yang realistis. Tuangkan semua ide dan kreatifitas yang ada sebanyak-banyaknya.

The Mitchells vs The Machines bukan sekadar film keluarga biasa 3

SINOPSIS

Anak sulung dalam keluarga Mitchell, Katie yang sangat ahli membuat film-film menarik di Youtube diterima di Universitas Film California. Sehari sebelum kepergiannya, dia berkelahi dengan ayahnya, Rick hanya karena dia tidak bisa memahami bakat putrinya.

Rick yang merasa bersalah bertekad menebusnya dengan memaksa seluruh keluarga melakukan perjalanan darat antar negara menggunakan mobil untuk mengantar Katie pergi ke sekolah barunya. Mereka tidak mengira di tengah perjalanan akan terjadi bencana besar karena robot-robot yang baru dirilis melakukan pemberontakan dan menangkap semua manusia di dunia.

Keluarga Mitchell harus bekerja sama untuk mempertahankan diri dan menyelamatkan dunia.

MENGENAL PARA TOKOH

The Mitchells vs The Machines bukan sekadar film keluarga biasa 4

Keluarga Mitchell bukan keluarga biasa. Mereka terdiri dari Rick (Ayah), Linda (Ibu), Katie (Anak Pertama), Aaaron (Anak Kedua) dan anjing keluarga tanpa nama yang mirip babi atau sepotong roti.

Rick adalah seorang ayah yang jadul, tidak mengerti teknologi, dan pecinta lingkungan. Sang Ibu, Linda merupakan penengah dalam keluarga yang jago bela diri dan suka membuat kue aneh. Katie sendiri memiliki hobi membuat film-film unik di Youtube dengan tokoh utama anjingnya.

Terakhir adiknya Aaron adalah penggemar berat dinosarus dan gampang panik. Semua anggota keluarga memiliki kepribadian yang unik dan punya banyak kelemahan sehingga hampir mustahil bisa membayangkan mereka bekerja sama untuk melewati kiamat.

KOMEDI

The Mitchells vs The Machines bukan sekadar film keluarga biasa 5

Drama keluarga yang kocak disajikan dengan sangat baik. Sang Sutradara, Mike Rianda tahu cara melontarkan lelucon di tengah film. Komedinya sangat brilian dan bisa membuat kalian menyeringai terus tanpa henti. Sebagian komedi dibentuk dari perpaduan animasi 2D dan 3D.

Dikarenakan Katie diceritakan sebagai pembuat film, maka mereka menceritakan film ini dari sudut pandang Katie. Seolah-olah Katie menjadi sutradara untuk film yang dibintanginya sendiri ini. Semua gaya seni Katie yang penuh kreatifitas terlihat jelas di film ini.

KONFLIK

The Mitchells vs The Machines bukan sekadar film keluarga biasa 6

Terdapat dua konflik utama dalam cerita ini. Konflik internal antara Rick dan Katie, ayah dan anak perempuan karena perbedaan umur dan ketidakpahaman Rick yang jadul akan bakat Katie yang luar biasa dalam membuat film.

Ini adalah kenyataan, kemajuan teknologi yang begitu pesat membuat generasi zaman dulu tidak bisa mengikuti dan generasi sekarang yang sudah terlalu update tidak bisa memahami pola pikir orang jadul.

Katie salah paham dan mengganggap ayahnya tidak menghargainya. 

The Mitchells vs The Machines bukan sekadar film keluarga biasa 7

Konflik kedua adalah pemberontakan para robot hanya karena penciptanya mau menggantikan asisten pribadi pintar bernama Pal di handphonenya  dengan robot baru yang lebih canggih.

Merasa terbuang dan dikhianati, Pal membalas dendam dengan mengendalikan robot-robot baru tersebut untuk mengusir umat manusia dari muka bumi. Konflik ini menunjukkan bagaimana generasi sekarang selalu ingin sesuatu yang baru dan lebih baik untuk membantu pekerjaannya.

Stereotip buang yang lama, ganti yang baru ditunjukkan di sini menjadi senjata makan tuan.

PESAN MORAL TENTANG KELUARGA

The Mitchells vs The Machines bukan sekadar film keluarga biasa 8

Setelah menonton film ini, kalian akan menyadari bahwa tidak ada keluarga yang sempurna. Perbedaan itulah yang menjadikan setiap keluarga itu unik dan mengasyikkan dengan caranya masing-masing. Meski menyakitkan setiap terjadi konflik, ingatlah selalu bahwa mereka adalah orang-orang yang paling peduli padamu sekacau apapun dirimu.

Pada akhirnya, perbedaan itulah yang justru membuat keluarga Mitchell berhasil kompak mengalahkan Pal yang jahat.

GAMBAR PENUTUP FILM

Jangan langsung matikan begitu selesai. Mereka menampikan scrapbook keren yang penuh foto-foto keluarga yang menjadi ide munculnya keluarga Mitchells. Dilengkapi dengan musik yang ceria, coretan penuh warna, dan efek yang menarik membuat kalian sulit beranjak dari kursi sampai film selesai.

Sudah baca semua? Tunggu apalagi, segera tonton di Netflix.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.