Tidak Seram Tapi Berhasil: Review Film KKN di Desa Penari (2022)

Tidak Seram Tapi Berhasil: Review Film KKN di Desa Penari (2022)

Halo Sobat Pencinta Film! Kali ini kita akan membahas tentang film yang saat ini sedang booming yaitu film . Ingat, ini penilaian pribadi jadi bisa saja berbeda dengan penilaian kamu.

Ayu sumber: Instagram.com/kknmovie
Ayu sumber: Instagram.com/kknmovie

Sinopsis

Melansir dari imdb film bercerita tentang 5 mahasiswa yang harus melaksanakan KKN di desa terpencil yaitu Nur (Tissa Biani), Widya (Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy) dan Wahyu (M. Fajar Nugraga).

Mereka tidak pernah menyangka bahwa desa yang mereka pilih bukanlah desa biasa.

Pak Prabu (Kiki Narendra) yang merupakan kepala desa memperingatkan mereka untuk tidak melewati batas gerbang terlarang, gerbang menuju tempat bernama Tapak.

Tempat misterius itu mungkin ada hubungannya dengan sosok penari cantik yang mulai mengganggu Nur dan juga Widya.

Satu persatu mulai merasakan keanehan desa tersebut.

Nur akhirnya mengetahui jika salah satu dari mereka melanggar aturan paling fatal di desa tersebut.

Teror sosok penari misterius itu semakin menakutkan, mereka akhirnya meminta bantuan kepada Mbah Buyut (Diding Boneng) dukun di desa tersebut, tetapi sudah terlambat, mereka mengancam tidak akan bisa kembali dengan selamat dari desa yang dikenal sebagai Desa Penari.

Baca juga  5 Lagu Band Pop Punk Indonesia Yang Liriknya Ngena Banget!

Film ini diangkat dari kisah yang ditulis oleh akun Twitter SimpleMan 2019 lalu. Film disutradari oleh Ari Suryadi dan penulis naskah Lele Laila dan Gerald Mamahit.

Film bergenre ini diproduksi oleh MD Pictures dan Pichouse Films dan diperankan oleh Tissa Biani, Adinda Thomas, Aghniny Haque, Achmad Megantara, Calvin Jeremy dan M. Fajar Nugraga.

Nur sumber: Instagram.com/kknmovie
Nur sumber: Instagram.com/kknmovie

Kelebihan

1. Diangkat dari kisah yang pernah booming. Mengangkat sebuah cerita yang pernah booming menjadi sebuah film adalah langkah yang berani karena tidak ada yang menjamin film akan se-booming versi ceritanya.

Dan langkah berani ini patut mendapat pujian.

2. Eksekusi yang baik. Sinematografi dalam film ini sangat baik. Film ini hampir tidak menggunakan efek komputer sama sekali seperti adegan pemeran Widya yang dililit ular, itu adalah adegan asli.

Pengambilan gambar juga sangat baik, tidak dilebih-lebihkan tapi sesuai porsi sehingga tidak membuat bingung penonton.

Baca juga  Sistem Pendidikan Indonesia Di Masa Pandemi

3. Akting pemain yang luar biasa. Setiap pemain mendalami peran mereka dengan sangat baik, mungkin mereka sudah konsultasi dengan tokoh Nur atau Widya yang asli untuk pendalaman karakter, entahlah.

Namun, setelah membaca cerita yang asli, penonton akan merasakan dan melihat sosok Nur dan teman-temannya benar-benar ada dalam setiap pemain, dan hal ini sangat luar biasa.

Khususnya pemeran Nur, Tissa Biani layak mendapat penghargaan untuk perannya dalam film ini.

4. Banyak pesan kehidupan yang disampaikan. Film ini menyampaikan pesan moral yang cukup banyak kepada penonton.

Film ini memberikan pelajaran kepada penonton untuk hati-hati dalam mengambil keputusan.

Untungnya pesan itu benar-benar tersampaikan, karena ada film yang pesannya tidak bisa sampai kepada penonton.

5. Set lokasi shooting yang keren. Tim produksi benar-benar mengatur tempat shooting dengan sangat baik.

Penataan yang dilakukan benar-benar seperti dalam versi ceritanya yang pastinya tidak mudah untuk membuat itu.

Widya sumber: Instagram.com/kknmovie
Widya sumber: Instagram.com/kknmovie

Kekurangan

1. Cerita yang persis sama. Cerita yang ditampilkan film ini persis sama seperti cerita yang diunggah akun SimpleMan di Twitter pertama kali.

Baca juga  Bahasa Sebagai Kekayaan Budaya

Hal ini mungkin dilakukan dengan sengaja untuk menampilkan versi cerita secara keseluruhan, tapi dengan begini penonton hanya akan melihat versi audio-visual dari cerita yang sudah dibaca.

Akan lebih baik rasanya jika memberi efek dramatisasi atau merombak cerita tanpa mengurangi pesan yang ingin disampaikan.

2. Tidak seram untuk sebuah film . Jika kamu menonton film ini untuk mencari keseramannya, maka kamu tidak akan mendapatkannya.

Film ini lebih menekankan pada unsur misteri dan tidak terlalu menonjolkan keseraman.

Memang masih ada, tapi sangat kurang untuk sebuah film yang bergenre . Hantunya bahkan tidak seram.

3. Sound effect yang berlebihan. Walau tidak sering tapi ada beberapa kali sound effect dalam film ini terlalu berlebihan, jadi bukannya takut pada hantu, penonton malah dibuat kaget oleh sound effect.

Kesimpulannya, film adalah film dengan jalan cerita yang sangat baik dan eksekusi yang baik.

Film ini layak untuk kamu tonton. Jangan lupa tonton dan berikan penilaian kamu.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Divertente Official