Timnas Belum Maju dari Hong Kong


Tim nasional senior Indonesia berhasil maju ke putaran final AFC Asian Cup 2023. Bermain dalam home tournament di Kuwait City, skuad besutan Shin Tae-yong menyingkirkan tuan rumah dan Nepal sejak 8 Juni hingga 13 Juni lalu.

Inilah akhir dahaga Piala Asia setelah PSSI absen selama 15 tahun. Tiga edisi terakhir kejuaraan itu tidak memberi tempat kepada Indonesia.

Mayoritas media Tanah Air mengutamakan euforia lolosnya kembali timnas ke kancah Asia.

Tapi cenderung banyak terjadi disinformasi dari pelbagai pemberitaan sejauh ini.

Kemenangan sudah selayaknya dirayakan, namun utamanya tidak perlu mengedepankan hore-hore berlebihan.

Di tangan STY, timnas senior sebenarnya hanya mampu mengalahkan tim-tim di Asia, terbanyak dari Asia Tenggara.

Tidak lebih dari itu. Sembilan negara yang telah ditekuk Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan, ditilik dari akumulasi peringkat, rata-rata 165 FIFA.

China Taipei peringkat 157, Myanmar (152), Kamboja (171), Laos (185), Malaysia (147), Singapura (158), Timor-Leste (198), Kuwait (146), dan Nepal (168).

Jumlah peringkat FIFA mereka dibagi sembilan akan menghasilkan angka 165.

Perhitungan ini bahkan di bawah rangking Indonesia sendiri yang berada di posisi 159.

Jadi, dalam laga antara unggulan 159 versus 165, siapa yang akan menang, jelas unggulan 159.

Kalau ada yang mengatakan timnas sudah maju, bisa dibilang: bahkan belum lebih maju dari Hong Kong.

Daerah otonom China itu menempati peringkat 147 FIFA dan sama-sama juga ke Piala Asia 2023.

STY pertama kali menukangi timnas senior pada 26 Mei 2021 saat menghadapi Afghanistan beruji coba di Dubai yang berakhir kalah 2-3.

Tiga hari kemudian, timnya kembali mendapat hasil negatif, dikandaskan Oman 1-3.

Kedua laga itu merupakan uji tanding perdana bagi generasi baru yang dipilih STY menjelang sisa tiga partai Pra-Piala Dunia 2022.

Pada 3 Juni 2021, pertandingan perdana resmi STY bersama timnas melawan Thailand di Grup G Pra-Piala Dunia 2022 berakhir imbang 2-2.

Kekuatan tim lawan saat itu timpang karena tidak diperkuat trio bintang Chanatip Songkrasin, Teerathon Bunmathan, dan Teerasil Dangda.

Dua laga sisanya, kontra Vietnam 0-4 dan versus Uni Emirat Arab 0-5, ambyar!

Tiga bulan berselang, pada 7 dan 11 Oktober 2021, baru timnas senior manggung lagi.

Posisi juru kunci di Grup G sebelumnya membuat Asnawi cs harus melakoni laga playoff karena menjadi salah satu dari empat tim terbawah di Asia.

China Taipei dapat dua kali (2-1 dan 3-0) dikalahkan pada serial playoff kualifikasi Piala Asia 2023.

Dari sinilah, sebelas kemenangan diraih timnas hingga berakhirnya tiga laga Grup A Pra-Piala Asia 2023.

Tapi sebelum itu, Indonesia lagi-lagi dibekuk Afganistan 0-1. Ajangnya dalam uji coba ulang di Antalya, Turki, pada 16 November 2021.

Timnas sedang berada di fase pemulihan setelah tergonjang-ganjing kekacauan sepakbola dalam negeri.

Diawali dualisme liga dan dua versi kepengurusan pada 2012, berpuncak dengan suspensi FIFA selama satu tahun sampai dicabut pada 13 Mei 2016.

Pencabutan suspensi itu segera menimbulkan gelora membara.

Pelatih asal Austria mendiang Alfred Riedl sempat menjahit timnas yang compang-camping hingga manapak ke final Piala AFF 2016.

Setahun kemudian tanpa kompetisi, timnas praktis sekadar menjalani berbagai pertandingan persahabatan.

Kejutan hadir di awal tahun 2018, ketika dua kali pada 11 dan 14 Januari, Islandia yang menjadi kontestan Piala Dunia 2018 menyambangi Sleman dan Jakarta.

Beruji coba dengan timnas, mereka memberi pelajaran kekalahan 0-6 dan 1-4.

Sekaligus menandai dibukanya kembali Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk pentas sepakbola internasional.

Indonesia lantas ambruk, hingga tidak lolos dari penyisihan grup di Piala AFF 2018. Catatan hitam pun dimulai di tahun ini.

Sejak 5 September 2019, SUGBK membuka pintu ke titik nadir timnas mencapai kehancuran dengan ukiran kekalahan 2-3 dari Malaysia.

Pertandingan perdana Grup G Pra-Piala Dunia 2022 itu menjadi kisah kelam Simon McMenemy, yang tidak berkualitas untuk melatih satu tim berskala nasional

Elkan Baggot bek timnas Indonesia

Kemudian dunia oleng karena pandemi Covid-19, STY hadir menuntaskan tugas yang tidak sempat diselesaikan McMenemy.

Pelatih Korea Selatan di timnas ini juara dua Piala AFF dan medali perunggu SEA Games.

Dua capaian itu sudah pernah disejarahi Indonesia. Lolos ke Piala Asia pun, sebelum STY datang, timnas tiga kali.

STY baru saja memulihkan timnas dari kejatuhan tepi jurang yang mengenaskan.

Sama sekali dia belum membawa kemajuan berarti, selain riuh tepuk tangan hore-hore euforia belaka. Perjuangan masih panjang, perjalanannya tetap menantang.