Tingkat Keterbacaan Tulisan yang Rendah

Tingkat Keterbacaan Tulisan yang Rendah

merupakan kegiatan merangkai kata-kata membentuk sebuah kalimat paragraf demi paragraf yang memiliki nilai-nilai positif bagi pembacanya. Tatkala, juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk mendapatkan sejumlah uang untuk menambah dan membutuhi kebutuhan hidup. Namun, tidak semua orang yang atau mampu mendapatkan uang yang banyak dan tepat untuk membutuhi hidup.

Banyak sekali yang sedikit mendapatkan uang dari hasil tulisannya dan ada juga yang cukup. Apalagi di era digital saat ini, agar dapat menghasilkan uang yang banyak dari hasil tulisan maka tingkat keterbacaan tulisan harus banyak. Jika tidak, maka

Baca juga  Tips Menulis: Seni Mencuri Perhatian
akan sangat rendah atau minim.

Seperti pengalaman saya di platform digital saat ini, tingkat keterbacaan tulisan saya sangatlah rendah. Banyak juga teman-teman lainnya tingkat keterbacaan tulisannya tinggi. Namun jauh berbeda dengan saya.

Kebetulan saya sendiri sudah tergolong lama di platform digital, namun selalu tingkat keterbacaan rendah. Banyak yang mengatakan agar tulisan di share di media sosial, Whatsapp dan lain sebagainya, namun sama saja tidak ada pengaruhnya.

Sumber: Ilustrasi via Pixabay
Sumber: Ilustrasi via Pixabay

Sama halnya ketika saat ini saya di Digstraksi selalu saja tingkat keterbacaan tulisan saya rendah padahal sudah saya share di media sosial saya. Entah apa yang membuat tingkat keterbacaan tulisan itu rendah, tetapi sampai sekarang saya bingung melihatnya.

Baca juga  Mengenal Surat Keterangan Penghasilan & tujuannya¬†

Apa mungkin karena tulisan saya kurang menarik atau semangat masyarakat kita yang rendah?. Kebetulan saya sendiri adalah di kanal-kanal politik, hukum, sosial, keluarga, gaya hidup dan lainnya. Akan tetapi, tetap saja tingkat keterbacaan tulisan rendah.

Menjadi pertanyaan, kanal atau topik apa yang bisa mengundang banyak pembaca?. Saya juga tidak tahu. Namun demikian, saya ingin jadi diri sendiri saja dan tak mau mengikuti orang lain yang memiliki gaya kepenulisan sendiri.

Baca juga  Yosano Akiko: Penulis Kontroversial dan Feminis Awal dalam Sejarah Jepang

Saya pribadi hanya ingin agar tingkat keterbacaan tulisan saya makin hari makin meningkat sesuai gaya kepenulisan saya sendiri. Saya selalu berusaha untuk menshare tulisan, tetapi selalu tingkat keterbacaan rendah.

Semoga saja, tingkat keterbacaan tulisan saya itu semakin hari semakin meningkat sebagaimana lain mampu mendapatkannya. adalah hobi saya dan bakat saya. Harapannya, saya bisa mendapatkan dari sebagaimana lainnya juga seperti itu.

Saya ingin membuktikan juga bahwa adalah pekerjaan yang baik dan bisa menjanjikan hidup juga. Profesi harusnya bisa dijadikan sebuah industri sebagaimana seperti musisi, komedian maupun karyawan biasa. Jika profesi tersebut dapat menghasilkan uang untuk kehidupan, maka harusnya juga bisa.

Semoga saja ada angin segar bagi saya dan lainnya bahwa adalah hobi dan bakat yang menjanjikan untuk kehidupan.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Juandi M