Tips Bercocok Tanam Hidroponik Bagi Pemula dengan Mudah

Tips Bercocok Tanam Hidroponik Bagi Pemula dengan Mudah 1

Umumnya, tanaman hidroponik hanya dilakukan oleh kalangan petani sayuran untuk mendapatkan sayuran yang organik. Namun, saat ini sudah banyak orang awam yang tertarik dengan bercocok tanam hidroponik karena mudah dilakukan tanpa perawatan yang rajin. Bagaimana sih cara bercocok tanam hidroponik bagi pemula? Berikut ini akan dijelaskan mengenai faktor pertumbuhan dan cara menanamnya.

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Hidroponik

Sebelum memulai bercocok tanam hidroponik, alangkah baiknya jika mengetahui terlebih dahulu faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Hal ini perlu dipahami oleh seseorang yang akan menanam hidroponik agar pertumbuhannya lebih optimal.

1. Pencahayaan

Faktor yang pertama adalah pencahayaan. Pencahayaan seperti apa yang baik untuk pertumbuhan hidroponik? Penanam dapat mengandalkan sinar matahari untuk fotosintesis tumbuhan. Semakin banyak cahaya yang diterima oleh tumbuhan, maka hasilnya semakin baik. Umumnya, cahaya matahari yang dibutuhkan sekitar 6 hingga 12 jam.

Apabila di siang hari sedang tidak terdapat cahaya matahari yang cukup, maka penanam dapat membuat cahaya buatan dengan lampu. Gunakan lampu LED jenis cool day light dengan daya minimal 13 W, kemudian letakkan dekat dengan bibit sekitar 30 cm saja.

Tumbuhan hidroponik mulai membutuhkan cahaya untuk tumbuh saat masa persemaian. Masa persemaian yaitu ketika tumbuhan telah mempunyai 3 hingga 4 daun. Ini adalah masa-masa yang bagus untuk tanaman diadaptasi dengan cahaya.

2. Udara

Tanaman hidroponik juga memerlukan udara yang baik untuk dapat tumbuh dengan optimal. Atur ventilasi sekitar tanaman hidroponik untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Karena jika ventilasi buruk, maka dapat terjadi tumbuhnya jamur, atau mikroorganisme lain yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Tanaman yang tumbuh di tanah pada dasarnya sudah memiliki kebutuhan oksigen yang cukup. Namun, tidak mudah dengan tanaman hidroponik yang tumbuh di air. Oksigen pada air mudah berkurang akibat suhu air yang terlalu tinggi. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengaturan ruang sirkulasi udara yang baik.

3. Air

Air menjadi faktor penting dalam pertumbuhan tanaman hidroponik. Kualitas air yang baik serta tidak mengandung mikroorganisme atau bahan kimia berbahaya akan menjadi media pertumbuhan yang baik. Air yang digunakan pun dapat menggunakan air tanah, air sumur atau bahkan air hujan, serta memiliki konsentrasi 100 ppm.

4. Suhu dan Tingkat Keasaman

Faktor selanjutnya adalah suhu dan tingkat keasaman. Tumbuhan hidroponik dapat tumbuh baik pada rentang suhu tertentu yaitu sekitar 23 sampai 26°C. Suhu tersebut tidak terlalu dingin atau terlalu panas.

Tidak hanya suhu yang perlu diperhatikan, namun tingkat keasaman larutan nutrisi pada tumbuhan juga perlu diperhatikan. Keseimbangan pH yang baik dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi pada tumbuhan hidroponik. Rentang pH yang baik adalah 5,8 hingga 6,8, jika diluar dari rentang tersebut maka perlu dilakukan penyesuaian.

5. Nutrisi

Tanaman hidroponik juga memerlukan nutrisi yang baik untuk pertumbuhannya sama seperti tanaman yang tumbuh di tanah. Nutrisi-nutrisi diserap oleh akar tumbuhan kemudian disebarkan ke seluruh bagian tumbuhan. Nutrisi yang data digunakan untuk tanaman hidroponik adalah ABmix.

Cara Menanam Hidroponik

Setelah memahami faktor-faktor diatas, selanjutnya adalah prakteknya. Di bawah ini adalah cara menanam hidroponik secara mudah bagi pemula. Simak ulasannya berikut ini.

1. NFT (Nutrient Film Technique)

Langkah pertama, siapkan terlebih dahulu pipa dan pompa. Kedua, lubangi pipa dengan jarak dari satu lubang ke lubang lainnya yang sama, jumlah lubang dapat disesuaikan dengan panjang pipa. Kemudian, susun pipa tersebut dengan rapi diatas suatu penyangga.

Jika sudah, berikutnya adalah siapkan wadah penampung pada ujung pipa. Pasang pompa untuk dapat mengalirkan air yang mengandung nutrisi. Metode ini adalah dengan konsep menanam akar tumbuhan yang tumbuh pada bagian nutrisi yang tidak dalam serta sirkulasinya yang baik.

2. Wick System

Metode penanaman kedua adalah metode Wick System. Penanam cukup siapkan botol bekas, alat untuk memotong, sumbu kompor, paku atau solder dan juga tentunya air nutrisi. Cara menanamnya adalah sebagai berikut.

Pertama, potong botol bekas menjadi dua bagian terlebih dahulu, kemudian lubangi tutup botolnya. Gabungkan kedua botol dengan membalik bagian mulut botol ke bawah. Pasang sumbu kompor pada lubang di tutup botol. Sumbu kompor harus dapat menyerap air. Lalu, tanam bibit tumbuhan di bagian atas dengan tanah secukupnya saja dan isi bagian botol bawah dengan air nurisi.

Penanam dapat menanam tanaman hidroponik seperti selada, bayam, wortel, daun bawang atau tumbuhan lainnya dengan mudah. Itulah informasi seputar cara menanam tanaman hidroponik bagi pemula dengan mudah. Semoga bermanfaat.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Linggalessa