Tips Gapai Ilmu Pengetahuan Menurut Sumber Klasik

Tips Gapai Ilmu Pengetahuan Menurut Sumber Klasik 1

Benar apa yang kita dengar dari sebuah adagium, bahwa ilmu itu cahaya dan kebodohan adalah sebuah kegelapan (al-ilmu nurun wa al-jahlu dhalamun). Ilmu akan menuntun orang-orang yang berilmu ke arah keselamatan, ke jalan yang terang. Dengan ilmu, manusia mampu survive dan beradaptasi dari zaman ke zaman.

Makanya, apa rahasia Allah SWT memberi pengajaran kepada Nabi Adam (as) sebelum Dia menempatkannya di surga, Wa’allama adama al asmaa kullaha (Allah mengajari Adam tentang semua nama-nama benda)?
Itu karena agar Adam dapat bertahan dan mampu menjalani hidupnya dengan sewajarnya.

Sayyidina Ali (karramallahu wajhah) ketika ditanya tentang kemuliaan ilmu dibanding harta, Ali memilih ilmu karena ilmu yang akan menjaga manusia dan meninggalkan harta karena harta tiap hari dijaga oleh manusia.

Pilihan tersebut juga terjadi pada Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman memilih ilmu dibanding harta, karena dengan berilmu akhirnya Nabi Sulaiman juga berharta (kaya raya).

Mencari ilmu adalah sebuah kewajiban bagi kaum muslimin, hal itu yang pernah disabdakan oleh Nabi SAW. Bahkan Nabi SAW mewanti-wanti umatnya agar mencari ilmu setinggi mungkin dan sejauh mungkin, walau hingga ke negeri China.

Betapa sangat apresiatifnya Nabi SAW prihal ilmu, hingga beliau menukar puluhan tawanan perang dengan satu orang pengajar. Bahkan Nabi SAW memberikan satu keistimewaan bagi orang yang berilmu dengan sabdanya: “Keutamaan orang berilmu bagaikan bintang yang bersinar di tengah gelap malam.”

Tak hanya itu, Allah SWT memberikan fasilitas mewah di surga-Nya kelak untuk orang-orang yang berilmu.
Tak aneh, jika dalam pradaban Islam banyak ilmuwan lahir dengan keilmuan yang mumpuni. Lahir ulama-ulama yang ahli dalam bidang kimia, psikologi, fisika, sains, matematika, astronomi, dan sebagainya.

Bahkan dunia mengakui, jika tanpa sumbangsih ilmuwan muslim, dunia tak akan mengenal komputer, dan teknologi yang saat ini kita nikmati.

Kita dapat mengenal 0 (nol) lantaran sumbangsih ilmuwan muslim yang bernama Alkhawarismi. Kita tak mungkin mengenal globe tanpa sumbangsih Al Idrisi. Kita tak mungkin mengenal buku dan pembukuan tanpa sumbangsih ilmuwan muslim yang di zamannya telah menorehkan pemikirannya demi kepentingan dunia dan generasi setelahnya.
Dengan ilmu, rahasia kehidupan dapat terpecahkan. Dan, dengan ilmu manusia dapat dibedakan dengan binatang.
Salah seorang ulama mengatakan, “Al nasu alimun wa mutaallimun fa al baqi hamajun” (manusia itu hanya ada dua, yaitu berilmu dan belajar ilmu, selain dari keduanya adalah hewan melata).

Betapa pentingnya bagi kita mencari ilmu, hingga para malaikat mendoakan orang-orang yang berjalan mencari ilmu, bahkan sayap malaikat Jibril mengantarkan orang-orang yang mencari ilmu.

Tak Cuma itu, semua makhluk pun turut mendoakannya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan yang mencari ilmu di antara kalian.”

Namun, ilmu tak akan dapat diraih dengan upaya yang leha-leha, tanpa kesungguhan. Ilmu pun sulit diraih dengan usaha yang biasa-biasa saja. Bahkan penyair Arab mengatakan, “Orang yang mencari ilmu dengan tanpa berletih-letih laksana menginginkan teh dapat menjadi susu (mustahil).”

Untuk itu, ulama memberikan peta kosep agar kita dapat dengan mudah menggapai ilmu, di antaranya adalah:
1. Pikiran yang cerdas.
2. Kemauan yang sangat.
3. Memiliki modal.
3. Sabar.
4. Senantiasa aatt pada guru.
5. Masa yang lama

Selain dari yang disebutkan di atas, sebenarnya ada banyak tips lagi yang dapat memudahkan kita meraih ilmu.
Intinya, kita harus benar-benar serius belajar. Pepatah Arab mengatakan, “Al ilmu bi al taallum wa al hilmu bi al tahallum.” Artinya, ilmu itu dapat diraih dengan belajar (yang sungguh-sungguh) dan sabar dapat dilakukan dengan pura-pura sabar (mencoba untuk selalu sabar). Untuknya maka, jangan pernah ada kata malas dalam belajar, dan teruslah belajar.

Ilmu menurut orang Madura, ngelnongel tak etemmo (bersembunyi dan sulit untuk diraih). Maka, teruslah dicari, teruslah belajar.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Holikin