Tips Memasang Regulator Gas LPG

Tips Memasang Regulator Gas LPG 1

Di twitter pernah tercetus ungkapan seperti ini “kenapa kaum  perempuan tidak mau memasang gas LPG sendiri dengan alasan takut meledak? Memangnya kami yang laki-laki ini tidak mati jika terkena ledakan?”

Para ibu-ibu mungkin mengira nyawa suaminya ada beberapa. Jadi, kalau sesekali terkena ledakan gas LPG tidak akan mati. Padahal sama saja.

Mungkin hal ini terjadi karena kaum laki-laki terutama bapak-bapak cukup mengerti tentang perkakas dan bongkar pasang sesuatu. Terlebih, biasanya kaum pria lebih cekatan dan lebih kuat.

Tips Memasang Regulator Gas LPG 3

Namun Ungkapan tersebut juga mengartikan bahwa kebanyakan kaum hawa tidak mau dan tidak mengerti cara memasang gas LPG baru ke kompor kesayangan mereka. Padahal suami, ayah atau para pria belum tentu ada saat kita akan memasang gas LPG. Gimana kalau gas habis saat masakan sedang dimasak? Tentunya merusak mood dan membuang-buang masakan. Rugi !

Gas LPG sebenarnya tidak seberbahaya itu asalkan kita memasang regulator dengan benar serta memeriksa kobocoran gas dengan baik.

Berikut tips dan trik memasang regulator ke gas LPG baru :

1. Pastikan gas LPG mempunyai segel resmi. Dewasa ini ada beberapa oknum memanfaatkan langkanya gas LPG terutama gas 3 kg untuk berbuat curang. Sebaiknya, perhatikan tutup atau segel gas LPG terpasang dengan benar dan tertera nama PT yang menyalurkan gas tersebut. Kalau ada apa-apa atau kekurangan isi, kita bisa menuntut dan melaporkan oknum curang tersebut.

2. Pastikan kompor gas dalam keadaan mati. Hal ini untuk mencegah kebocoran gas melalui kompor yang dalam kondisi hidup tetapi apinya tidak menyala.

3. Pakailah regulator yang sudah SNI dan  memiliki pelindung besi. Selain aman dari gesekan, besi ini juga berfungsi sebagai pelindung pipa regulator dari gigitan tikus. Pipa regulator terbuat dari karet agar elastis, namun cukup rentan jika terkena benda tajam.

4. Pastikan karet di dalam tabung gas LPG tersedia. Biasanya karet ini berwarna merah atau hitam. jika tidak ada, biasanya penjual gas menyediakan karet ini dengan cuma-cuma.

5. Perhatikan pada leher tabung gas tidak ada karet gelang yang menempel. Karena beberapa regulator kompor gas memuai karena sering dipakai, maka akan terjadi sedikit kelonggaran pada regulator mereka. Untuk itu copot dulu agar sesuai dengan regulator yang ada di rumah kita.

6. Buka jendela dan pintu selebar-lebarnya. Matikan api, jangan merokok atau melakukan hal lain yang memicu api.

7. Pasang regulator dengan benar, yaitu naikkan katup pengunci regulator terlebih dahulu, masukkan ke mulut tabung. Tekan sedikit, lalu turunkan katup pengunci. Pastikan kepala regulator tidak goyang dan terkunci dengan benar. Pastikan juga isi gas yang sudah kita beli sesuai dengan indikator yang ditunjjukkan regulator. Misalnya kita beli 3 kg, biasanya indikatornya juga menunjjukkan angka 3.

8. Dengarkan bunyi mendesis yang menandakan  terjadi kebocoran.

9. Jika terjadi kebocoran, jangan panik pastikan letak kebocorannya, cabut kembali regulator gas yang sudah terpasang.  

10. Jika bocor akibat regulator yang tidak pas, tambahkan karet pada leher tabung. Biasanya beberapa tabung memang agak kecil dari ukuran normalnya.

11. Namun jika kebocoran ada di selang regulator, beli regulator baru.

Sebelum menghidupkan kompor gas, pastikan kembali jendela dapur anda telah dibuka lebar. cek juga bau gas akibat pemasangan sudah tidak tercium dan pastikan letak tabung gas sudah pas dan tidak di geser-geser lagi. Lalu hidupkan kompr gas anda seperti biasa. awalnya mungkin akan macet atau gas tidak keluar beberapa saat. Ini hal lumrah, coba goyang selang regulatornya lalu hidupkan ulang.

Gimana? Gampang kan.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.