Tips Menciptakan Portofolio Content Writer yang Mengesankan


Tips Menciptakan Portofolio Content Writer yang Mengesankan 1

Bagi sebagian content writer, membuat portofolio yang menarik menjadi suatu hal yang tidak mudah dilakukan. Pasalnya, membuat portofolio menarik sudah seperti keharusan bagi orang yang bergelut di dunia kreatif.

Sayangnya, tidak banyak content writer yang bersedia membuat portofolio pengalaman kerjanya. Hal ini bisa saja terjadi lantaran content writer sudah disibukkan dengan pekerjaannya di dunia kreatif, sehingga tidak punya cukup banyak waktu untuk menyusun portofolio. Padahal, portofolio merupakan objek yang sifatnya penting dan biasanya sering dipakai untuk melamar pekerjaan.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai cara membuat portofolio content writer yang mengesankan dan dapat menarik perhatian klien atau perusahaan.

Beberapa tips yang akan kami sampaikan diantaranya sebagai berikut:

Hal-hal yang perlu dimasukkan dalam portofolio content writer

Tips Menciptakan Portofolio Content Writer yang Mengesankan 3

Bisa dibilang, membuat portofolio content writer memang susah-susah gampang untuk dilakukan. Anda bisa dengan mudah menelusuri informasi di internet terkait cara membuat portofolio yang menarik agar dilirik oleh HRD atau klien.

Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kriteria portofolio yang terbaik bagi profesi content writer? Apa saja hal-hal yang perlu dipertimbangkan?

Anda bisa mengisi portofolio dengan daftar tulisan yang sudah pernah dibuat atau dipublikasikan. Umumnya, content writer profesional membagi tujuan portofolio dalam tiga bagian; untuk memperoleh pekerjaan, untuk menjual apa yang telah diciptakan, untuk memperoleh respon dari pihak luar.

Tiga objek tersebut penting untuk diterapkan karena nanti akan menjadi suatu kerangka dalam menulis portofolio. Hal ini tentunya akan membantu Anda untuk berpikir lebih objektif.

Anda bisa mengawali langkah ini dengan melakukan riset terkait karya apa saja yang telah Anda ciptakan dan berhasil ter-publish. Selanjutnya, susun karya dan buat konten portofolio yang menarik.
Anda bisa memasukkan 10-15 tulisan ke dalam portofolio. Hal ini bertujuan untuk memberikan bukti bahwa Anda telah memiliki pengalaman menulis yang mumpuni. Di samping itu, alangkah lebih baik jika tulisan yang dicantumkan linear dengan posisi yang sedang dilamar saat ini.

Misal, jika Anda melamar pekerjaan sebagai content writer di bidang kesehatan dan kecantikan, maka cantumkan artikel terkait bidang tersebut. Jika melamar sebagai content writer di bidang kuliner, maka cantumkan topik tulisan serupa yang pernah dibuat.

 

Cantumkan biografi

Sumber: canva.com

Seringkali, bagian biografi diabaikan oleh para content writer. Hal ini karena kebanyakan content writer cenderung berpikir bahwa biografi telah dimasukkan ke dalam curriculum vitae, sehingga tidak perlu lagi dimasukkan ke portofolio.

Padahal, biografi yang dimasukkan ke dalam CV dan portofolio memiliki sedikit perbedaan. Untuk biografi di portofolio, Anda bisa memasukkan jabatan terakhir beserta peran Anda selama memegang jabatan tersebut. Lalu jika Anda seorang fresh graduate, masukkan peran yang mendukung portofolio Anda selama bergelut di kampus.

 

Tips Membuat Portofolio Content Writer

Tips Menciptakan Portofolio Content Writer yang Mengesankan 4

Jika Anda sudah menentukan apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam portofolio, maka langkah berikutnya yaitu menyusun portofolio tersebut menjadi satu bagian utuh. Pastinya, Anda ingin menyajikan portofolio dengan isi dan tampilan yang menarik, bukan?
Cara Anda menyajikan portofolio akan berpengaruh pada nasib Anda ke depannya. Maka dari itu, agar portofolio terlihat semakin matang, simak tips membuat portofolio content writer, diantaranya sebagai berikut:

1. Buat Secara Online

Walaupun belum punah, akan tetapi portofolio konvensional sudah dianggap sebagai berkas yang kuno dan ketinggalan zaman. Sebab, di zaman sekarang, berbagai industri telah menerapkan cara digitalisasi, sehingga hal ini juga turut memengaruhi proses dalam recruitment kerja.

Seorang content writer harus bisa mengikuti perkembangan zaman, begitu pula dalam membuat portofolio kerja. Hal ini karena pekerjaan sebagai content writer menuntut seseorang untuk senantiasa berpikir kreatif dan inovatif, sehingga harus selalu up to date agar tidak ketinggalan zaman.

Dengan memakai portofolio online, maka peluang dalam memperoleh pekerjaan atau proyek juga semakin besar. Tentunya, Anda juga memiliki banyak kesempatan untuk memperoleh job, baik full time maupun freelance.

2. Tampilkan Isi yang yang Jelas dan Terstruktur

Portofolio untuk profesi penulis merupakan jenis portofolio yang teknik pembuatannya sedikit rumit. Bukan hanya tentang apa yang perlu ditampilkan, tapi juga bagaimana cara memasukkan isi yang jelas dan mudah dipahami.

3. Tidak perlu memakai model fount yang asing

Cukup gunakan fount standar agar portofolio Anda nampak semakin profesional. Selain itu, Anda tidak perlu memakai fount yang berwarna warni seperti merah, pink, hijau atau yang lainnya. Hal ini akan menyulitkan orang yang membaca portofolio Anda.

Demikianlah pembahasan mengenai tips menciptakan portofolio content writer yang menyenangkan. Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk menciptakan portofolio yang berkualitas dan menarik bagi pihak yang membacanya. 


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Dilla Hardina

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments