Tips Menciptakan Portofolio Content Writer yang Mengesankan

Tips Menciptakan Portofolio Content Writer yang Mengesankan

Bagi sebagian writer, membuat yang menarik menjadi suatu hal yang tidak mudah dilakukan. Pasalnya, membuat sudah seperti keharusan bagi orang yang bergelut di dunia kreatif.

Sayangnya, tidak banyak writer yang bersedia membuat pengalaman kerjanya. Hal ini bisa saja terjadi lantaran writer sudah disibukkan dengan pekerjaannya di dunia kreatif, sehingga tidak punya cukup banyak waktu untuk menyusun . Padahal, merupakan objek yang sifatnya penting dan biasanya sering dipakai untuk melamar pekerjaan.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai cara membuat writer yang mengesankan dan dapat menarik perhatian klien atau perusahaan.

Beberapa tips yang akan kami sampaikan diantaranya sebagai berikut:

Hal-hal yang perlu dimasukkan dalam writer

Tips Menciptakan Portofolio Content Writer yang Mengesankan

Bisa dibilang, membuat writer memang susah-susah gampang untuk dilakukan. Anda bisa dengan mudah menelusuri informasi di internet terkait cara membuat yang menarik agar dilirik oleh HRD atau klien.

Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kriteria yang terbaik bagi profesi writer? Apa saja hal-hal yang perlu dipertimbangkan?

Anda bisa mengisi dengan daftar tulisan yang sudah pernah dibuat atau dipublikasikan. Umumnya, writer profesional membagi tujuan portofolio dalam tiga bagian; untuk memperoleh pekerjaan, untuk menjual apa yang telah diciptakan, untuk memperoleh respon dari pihak luar.

Baca juga  SEO, Siapa yang Kita Hadapi? Manusia Atau Bot?

Tiga objek tersebut penting untuk diterapkan karena nanti akan menjadi suatu kerangka dalam portofolio. Hal ini tentunya akan membantu Anda untuk berpikir lebih objektif.

Anda bisa mengawali langkah ini dengan melakukan riset terkait karya apa saja yang telah Anda ciptakan dan berhasil ter-publish. Selanjutnya, susun karya dan buat portofolio yang menarik.
Anda bisa memasukkan 10-15 tulisan ke dalam portofolio. Hal ini bertujuan untuk memberikan bukti bahwa Anda telah memiliki pengalaman yang mumpuni. Di samping itu, alangkah lebih baik jika tulisan yang dicantumkan linear dengan posisi yang sedang dilamar saat ini.

Misal, jika Anda melamar pekerjaan sebagai writer di bidang kesehatan dan kecantikan, maka cantumkan artikel terkait bidang tersebut. Jika melamar sebagai writer di bidang kuliner, maka cantumkan topik tulisan serupa yang pernah dibuat.

 

Cantumkan biografi

Sumber: canva.com

Seringkali, bagian biografi diabaikan oleh para . Hal ini karena kebanyakan cenderung berpikir bahwa biografi telah dimasukkan ke dalam curriculum vitae, sehingga tidak perlu lagi dimasukkan ke portofolio.

Baca juga  Tips Menulis Artikel Di Digstraksi Dan Banyak Yang Baca

Padahal, biografi yang dimasukkan ke dalam dan portofolio memiliki sedikit perbedaan. Untuk biografi di portofolio, Anda bisa memasukkan jabatan terakhir beserta peran Anda selama memegang jabatan tersebut. Lalu jika Anda seorang fresh graduate, masukkan peran yang mendukung portofolio Anda selama bergelut di kampus.

 

Tips Membuat Portofolio

Tips Menciptakan Portofolio Content Writer yang Mengesankan

Jika Anda sudah menentukan apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam portofolio, maka langkah berikutnya yaitu menyusun portofolio tersebut menjadi satu bagian utuh. Pastinya, Anda ingin menyajikan portofolio dengan isi dan tampilan yang menarik, bukan?
Cara Anda menyajikan portofolio akan berpengaruh pada nasib Anda ke depannya. Maka dari itu, agar portofolio terlihat semakin matang, simak tips membuat portofolio , diantaranya sebagai berikut:

1. Buat Secara Online

Walaupun belum punah, akan tetapi portofolio konvensional sudah dianggap sebagai berkas yang kuno dan ketinggalan zaman. Sebab, di zaman sekarang, berbagai industri telah menerapkan cara digitalisasi, sehingga hal ini juga turut memengaruhi proses dalam recruitment kerja.

Baca juga  Tingkat Keterbacaan Tulisan yang Rendah

Seorang harus bisa mengikuti perkembangan zaman, begitu pula dalam membuat portofolio kerja. Hal ini karena pekerjaan sebagai menuntut seseorang untuk senantiasa berpikir kreatif dan inovatif, sehingga harus selalu up to date agar tidak ketinggalan zaman.

Dengan memakai portofolio online, maka peluang dalam memperoleh pekerjaan atau proyek juga semakin besar. Tentunya, Anda juga memiliki banyak kesempatan untuk memperoleh job, baik full time maupun freelance.

2. Tampilkan Isi yang yang Jelas dan Terstruktur

Portofolio untuk profesi merupakan jenis portofolio yang teknik pembuatannya sedikit rumit. Bukan hanya tentang apa yang perlu ditampilkan, tapi juga bagaimana cara memasukkan isi yang jelas dan mudah dipahami.

3. Tidak perlu memakai model fount yang asing

Cukup gunakan fount standar agar portofolio Anda nampak semakin profesional. Selain itu, Anda tidak perlu memakai fount yang berwarna warni seperti merah, pink, hijau atau yang lainnya. Hal ini akan menyulitkan orang yang portofolio Anda.

Demikianlah pembahasan mengenai tips menciptakan portofolio yang menyenangkan. Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk menciptakan portofolio yang berkualitas dan menarik bagi pihak yang membacanya. 

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Dilla Hardina