Tips Mengatasi Beban Pembanyaran SPP/UKT Bagi Mahasiswa Online Akibat Pandemi

Tips Mengatasi Beban Pembanyaran SPP/UKT Bagi Mahasiswa Online Akibat Pandemi

Sejak -19 melanda Indonesia di awal bulan Maret 2020 kegiatan baik pembelajaran dan organisasi yang terkena imbasnya dilakukan secara daring atau online. Tentu saja dalam prosesnya memiliki dampak positif dan dampak negatif.

Menurut saya, hal itu bahkan membuat sistem perkuliahan bagi menjadi sangat rumit dan memberatkan. Bisa dilihat dari segi ekonomi dan yang dimana banyak yang berkeluh kesah dalam pembejarannya yang sulit fokus, dan pembayaran yang tetap berjalan membuat kita menjadi beban bagi keluarga.

“Rata-rata 50 persen di PTS tidak mampu membayar SPP. Ini dampaknya luar biasa. Sebentar lagi kami juga akan buat surat ke presiden karena dampaknya sangat signifikan,” ujar ketua asosiasi perguruan tinggi Budi Djatmiko melalui sambungan telepon kepada CNN Indonesia.com, Jumat (24/4/2020).

Kini atau UKT yang menjadi permasalahan di Universitas manapun karena ada universitas yang mengharuskan melunaskan pembayaran ketika ingin UTS/UAS  yang menjadi syarat mendapatkan kartu ujian.

Lalu bagaimana dengan yang tidak mampu untuk melunaskan?

Ada faktor yang mendasari masalah tersebut yang biasanya terjadi dikalangan adalah keuangan yang dimana di

Baca juga  Dari Privilege Hingga Beban, Inilah yang Dirasakan Ketika Menjadi Mahasiswa
ini banyak karyawan yang di PHK, toko-toko bangkrut, terkena pensiun dini, bahkan ada yang orang tuanya sudah tidak ada atau meninggal, dan tidak ada yang menafkahi tersebut sehingga banyak yang putus karena sudah tidak sanggup membayar UKT atau SPP.

Perlu diketahui juga bahwa banyak yang merasa hal ini memberatkan, tidak adil, dan perlu mendapatkan keadilan baik dari pihak kampus dan juga kementrian karena yang sudah mereka rasakan kurang lebih 2 tahun membersamai online bagi mereka sangat tidak efektif karena tidak materi menjadi tidak masuk ke otak, jaringan yang tidak stabil, kurang beradaptasi dengan lain serta dosen, tidak memiliki kuota dan juga tidak mendapatkan sinyal biasanya terjadi bagi mahasiswa yang berada di daerah pedalaman atau pedesaan.

Bahkan yang ironisnya banyak mahasiswa yang suka menyepelekan banyak yang suka  sambil tidur berakibat ketiduran saat ada kelas dan biasanya mereka tidak serius banyak sekali alasan saat online ini dilakukan.

Sebenarnya setiap kampus pasti memiliki kebijakan yang berbeda-beda dan pastinya mereka sudah memiliki strategi masing-masing menganai masalah pembayaran. Kini mahasiswa boleh dianggap tenang dahulu karena banyak loh Universitas yang memberikan bantuan SPP/UKT dan banyak Beasiswa yang dikeluarkan setiap kampusnya.

Baca juga  Gejalakah atau sudah terinveksi Virus ? Gejala Umum Penderita Omicron dari Centers Of Disearse Control (CDC)

Salah satunya Kementerian , Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengeluarkan kebijakan terkait ketentuan penyesuaian UKT dan Bantuan UKT/SPP mahasiswa yang salah satu tujuannya adalah Membantu mahasiswa terdampak -19 untuk dapat membiayai di perguruan tinggi dan melanjutkan studinya. Dan kebijakan itu tidak mudah didapatkan banyak persyaratan yang perlu dilengkapi sehingga bisa lulus menjadi penerima bantuan UKT/SPP. Dalam program ini jugaada 33,6 persen mahasiwa yang merasa puas dengan bantuan ini.

Nah mahasiswa, kalian juga perlu mengetahui banyak cara untuk meringankan biaya SPP/UKT ini loh intinya kalau kalian mau bekerja keras pasti bakal ada jalannya seperti mendapatkan beasiswa dari program mana saja sehingga tidak ada alasan memberatkan secara mendalam dan mulai merencanakan keuangan dari sekarang loh. Mau tau tipsnya?

Pertama, Mahasiswa perlu loh berkonsultasi dengan dosen pembimbing atau penasehat akademik agar beliau tahu keluhan apa yang kamu alami dalam pembayaran ini agar kalian bisa menemukan jalan keluarnya untuk mendapatkan keringan UKT/SPP bagi mahasiswa yang terdampak ekonomi akibat -19.

Baca juga  Perkembangan Gizi Anak Indonesia Akibat Covid-19

Kedua, Mahasiwa perlu mengatur keuangan sendiri dan keluarga dari hal memisahkan anggarran untuk jangka panjang serta anggaran jangka pendek dan berinvestasi baik secara online atau membangun bisnis serta yang terpenting mahasiswa dituntut untuk tidak bersikap konsumtif.

Ketiga, Mahasiwa perlu mengetahui mekanisme kampus seperti apa. Apakah ada cicilan UKT, penundaan UKT, penurunan UKT, beasiswa yang bekerja dengan kampus, dan bantuan infrastruktur. Dan hal itu perlu kalian ketahui baik bertanya pada pihak kampus dan selalu mengupdate berita yang ada di beranda kampus kalian.

Keempat, Mahasiswa harus selalu optimis dan bekerja keras dari apa yang ingin dicapai karena hal itu akan membuat ketenangan hidup kita loh.

Nah kawan, itu dia kiat kiat apa yang harus kalian lakukan oleh kalian mengenai beban pembayaran ini. Pasti kalian tidak ingin menjadi beban orang tua bukan? Maka dari itu yuk mulai dari sekarang berusaha dan berdoa bagaimana agar selalu dimudahkan segala urusannya agar tidak menyesal kedepannya.

Sumber :

  • Novellno, Andry. 2020.” dampak corona 50 persen mahasiswa pts tak  bisa bayar spp”. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200424143440-20-496979/dampak-corona-50-persen-mahasiswa-pts-tak-bisa-bayar-spp, diakses pada 24 April 2020 pukul 15.25.
  •  Junita, Nancy. 2020. “solusi mengatasi kesulitan bayar uang saat ”. https://kabar24.bisnis.com/read/20200603/79/1247836/4-solusi-mengatasi-kesulitan-bayar-uang--saat---19, diakses pada 03 Juni 2020 pukul 11.20.  

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Izzati Sajidah