Tips Menyiapkan Asi Perah

Tips Menyiapkan Asi Perah

atau merupakan asupan makanan terbaik bagi . Meski seorang ibu yang juga bekerja, kita tetap dapat memberikan untuk buah hati. eksklusif yang diberikan sampai berusia 6 bulan sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan si . Selama ditinggal kerja, meminum yang sudah diperah. Bagaimana agar kita tetap dapat memberikan walau bekerja? Berikut tipsnya:             

1. Kita harus menghitung berapa kebutuhan per hari dan berapa lama kita akan meninggalkan si , jadi dapat diketahui jumlah yang harus disiapkan.

2. Jauh-jauh hari kita harus sudah mulai menyetok . Agar tahan lama sebaiknya disimpan di freezer dan dibekukan, jangan dicampur dengan bahan makanan lain. Agar mudah mengukur jumlah yang akan dikonsumsi , simpan dalam wadah yang ada ukurannya. Gunakan botol atau plastik khusus .

Baca juga  Tips jitu untuk melancarkan ASI, bisa sampai satu liter per hari!

3. ASI yang diperah dan disimpan di botol ASI atau di plastik ASI harus diberi label sehingga kita atau orang yang membantu menjaga dapat mengetahui stok ASI mana yang harus diberikan terlebih dulu. Prinsipnya, ASI yang diperah dulu, diberikan lebih dulu ke . ASI yang dibekukan dan disimpan di freezer dapat tahan sampai enam bulan, sedang ASI cair yang disimpan di kulkas hanya tahan selama 2×24 jam.

Baca juga  ASI Eksklusif: Millenial Parents Wajib Tau!

4. Setiap hari ASI yang dibekukan di freezer harus diturunkan sebanyak kebutuhan  ke kulkas agar cair. ASI cair ini yang nantinya akan diberikan ke .

5. ASI yang sudah cair sebelum diberikan kepada bayi harus dihangatkan sampai menyamai suhu ruangan. Cara aman untuk menghangatkan ASI adalah dengan merendam dalam air hangat. Pindahkan ASI ke dot atau alat yang akan digunakan untuk memberikan ASI kepada bayi, kemudian rendam dengan air hangat. Jangan pernah merebus ASI untuk menghangatkannya karena akan merusak kandungan dari ASI tersebut.

Baca juga  Bayi Adopsi, Memberikan Donor ASI Amankah?

6. ASI yang sudah dihangatkan atau disimpan di suhu ruangan hanya tahan maksimal empat jam, jadi jangan memberikan ke bayi jika sudah lebih dari empat  jam. Biasanya bayi  membutuhkan ASI per dua jam sekali.  Kebutuhan ASI akan bertambah sesuai dengan usia bayi.

7. Botol bekas menyimpan ASI atau dot harus segera dicuci dan dikeringkan begitu selesai digunakan. Hal ini untuk menjaga agar botol atau dot tidak tercemar kuman. Cuci peralatan untuk menyiapkan ASI dengan sabun khusus. Plastik ASI hanya dapat digunakan satu kali dan setelah digunakan harus dibuang.

Memberikan tidaklah seribet yang dibanyangkan. Selain lebih murah dan higienis, pemberian ASI juga meningkatkan bonding anatar ibu dan bayi selama ditinggal kerja.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Isnaini

   

Mantan bankir, ibu rumah tangga yang mempunyai hobi menulis dan merajut. Menulis merupakan cara untuk menambah teman, ilmu dan wawasan.