Transformasi Desa Ponggok, dari Yang Termiskin Menjadi Desa Terkaya di Klaten

Transformasi Desa Ponggok, dari Yang Termiskin Menjadi Desa Terkaya di Klaten 1

Selama ini sudah banyak dikenal obyek wisata Umbul Ponggok yang menawarkan daya tarik baru yaitu dengan wisata bawah air dengan berbagai propertinya yang biasa digunakan untuk keperluan selfie. Pada awal tahun 2010 hal ini masih termasuk baru, sehingga banyak menarik minat para wisatawan, sehingga kemudiandapat dikatakan Umbul Ponggok ini menjadi pelopor dalam selfie di bawah air, yang ini kemudian pada tahun-tahun selanjutnya bayak di replikasi desa-desa lainnya.

Namun di balik kesuksesan yang diperoleh Umbul Ponggok dalam mendatangkan wisatwan, ini semua tidak terlepas dari peran perangkat desa bersama dengan masyarakat dalam memajukan perekonomian Desa Ponggok. Dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian Desa Ponggok, pemerintah desa menghadapi sejumlah tantangan, namun tantangan yang terbesar justru berasal dari masyarakat. Ini dikarenakan untuk menyampaikan ide–ide inovasi terhadap masyarakat tidaklah mudah, karena tidak jarang juga ditemui sejumlah resistensi dari masyarakat terhadap perubahan-perubahan tersebut.

Perubahan Di Desa Ponggok, dari Yang Awalnya Tertinggal Menjadi Objek Wisata Terkenal 

Umbul Ponggok, obyek wisata air yang menjadi andalan Desa Ponggok
Umbul Ponggok, obyek wisata air yang menjadi andalan Desa Ponggok

Ada sebuah ungakapan dalam bahasa Jawa yang berbunyi “Wong Jowo yen dipangku mati” artinya adalah bahwa orang jika terus diperlakukan secara baik, diberikan penghargaan, dihormati, banyak di ajak dialog, atau dalam istilah bahasa Jawa lainnya diuwongke atau dimanusiakan maka orang tersebut akan ”mati”. Mati dalam artian ini bukan mati secara fisik, tetapi lebih diartikan bahwa matinya keinginan orang tersebut untuk melakukan penolakan.

Begitu jugalah yang coba untuk dilakukan oleh pemerintah desa, dimana pemerintah desa terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan masyarakat desa dalam berbagai musyawarah untuk mencapai mufakat. Sehingga nantinya tugas seorang Kepala Desa hanyalah menyampaikan Ketetapan, tetapi Kepala Desa harus membuat keputusan yang berdasarakan atas masyarakat. Keputusan yang tidak berdasarkan atas kehendak masyarakat maka akan memunculkan konflik, tetapi jika ide dan gagasan tersebut terus di dialogkan dengan masyarakat, dan masyarakat juga mendukungnya, maka ide atau gagasan tersebut akan mudah untuk diimplementasikan.

Sebelum menjadi seperti ini Desa Ponggok, masuk dalam kategori sangat miskin. Desa Ponggok sebenarnya memiliki potensi yang besar, terutama karena Desa Ponggok dianugerahi oleh sumber mata air yang melimpah. Namun pada saat itu sebagian besar sumber mata air yang ada hanya digunakan dalam kegiatan aktivitas warga saja.Pada tahun 2009, dimulai dengan mengalih fungsikan lahan, dimana jika banyak lahan yang ada hanya dimanfaatkan untuk menanam pisang yang harganya tanahnya hanya 10 ribu rupiah per meter karena laku dijual.

Tetapi setelah beralih fungsi menjadi budidaya ikan pendapatan yang diperoleh warga dapat mencapai 10 juta tiap bulannya. Perubahan selanjutnya terjadi  karena pada suatu saat, datanglah sekelompok mahasiswa yang berasal dari komunitas selam UGM, mereka melakukan aktivitas selam yang terdapat di mata air di Ponggok, yang kemudian di upload ke media sosial dan menjadi viral. Perangkat desa yang melihat viralnya hal tersebut kemudian mencoba menangkap momen tersebut sebagai langkah pertama dalam melakukan transformasi.

Oleh perangkat desa kemudian mencoba memfasilitasi warga dengan memberikan HP android supaya warga dapat memotret setiap potensi wisata yang ada di sekitarnya lalu diunggah ke media sosial. Perangkat desa beranggapan bahwa pada saat ini merupakan saran promosi yang paling efektif untuk menarik minat wisatawan terutama para warganet. Berdasarkan info yang di dapat, dana pertama untuk pembangunan Umbul Ponggok berasal dari BUMDES.

Kemudian di buatlah Peraturan Desa, yang menyatakan bahwa sumber mata air umbul ponggok dikelola oleh masyarakat desa. Terlebih lagi dengan adanya dana desa yang jumlahnya selalu meningkat, maka kesejahteraan masyarakat sendiri dapat terus meningkat. Sekarang setelah Umpul Ponggok dikenal masyarakat luas, penghasilan per bulan yang di dapat dapat mencapai 600-700 juta. Menurut Sekretaris Desa berdasarkan penghasilan yang sebesar itu 40% warga menikmati hasilnya, tetapi ini lebih kepada warga yang tinggal dekat dengan obyel wisata.

Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah bagaiamana dengan nasib masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari obyek wisata. Permasalahan ini sudah diantisipasi sebelumnya oleh pemerintah desa, yaitu dengan membuat program “Satu Rumah, Satu Sarjana”. Seperti namanya program ini dimaksudkan supaya tiap satu rumah paling tidak mempunyai satu orang sarjana, pemerintah kemudian memberikan uang saku sejumlah 300 ribu per bulan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM di Desa Ponggok. Pemerintah desa menyadari bahwa nantinya posisi setiap orang dapat berganti, jaman berubah dan trend pun berubah, untuk itu pemerintah desa menyiapkan SDMnya yang nantinya mampu bersaing dan mau untuk terus melakukan inovasi.

Pada jamannya Umbul Ponggok merupakan obyek wisata air yang popular karena menawarkan sesuatu yang baru, namun seiring berjalannya waktu, banyak desa lain yang juga mengembankan obyek wisata air. Melihat hal ini langkah antisipasi sudah disiapka oleh pemerintah desa, yaitu dengan meluncurkan program Desa Ponggok Pintar. Desa Ponggok Pintar ini sebenarnya adalah perwujudan dari Smart Village, dimana berbagai jenis layanan administrasi sudah dapat diakses dengan digital, sehingga masyarakat tidak perlu datang lagi ke kantor desa.

Tentunya smart village ini tidak akan berhasil tanpa disertai dengan kehadiran sejumlah infrastruktur penunjang, salah satunya adalah pemerintah desa menyedaiakan wifi dibanyak tempat. Sejauh ini sudah 80% program smart village ini dijalankan, dan nantinya jika sudah 100% maka direncakan akan  diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Kantor desa Ponggok sendiri juga sudah mempunai fasilitas wifi, selain itu sudah terhubung dan terintegrasi dengan kantor dukcapil sehingga semakin memudahkan layanan administrasi.

Kantor Desa Ponggok, dengan tempat parkir yang luas dan gedung yang megah
Kantor Desa Ponggok, dengan tempat parkir yang luas dan gedung yang megah

Berbicara mengenai kantor desa Ponggok, terdapat suatu hal yang unik yang berbeda dengan sebagian besar kantor desa di berbagai daerah di Indonesia. Kantor desa Ponggok dapat dikatakan besar nan megah, bahkan memiliki tempat parkir yang sangat luas yang bahkan beberapa bis sekalipun dapat masuk. Kantor desa Ponggok sendiri merupakan gedung dua lantai, selain itu tepat di sebelahnya masih terdapat gedung pertemuan yang cukup besar.

Berdasarakan info yang berhasil digali dari Sekretaris Desa, kantor desa Ponggok ini resmi berdiri pada tahun 2011. Pembiayaan untuk membangun gedung ini semuanya murni berasal dari APBDes dan total pembangunan gedung sendiri memakan biaya sampai 3,8 milyar. Pembangunan gedung ini dimaksudkan supaya pelanggan dapat mendapatkan kenyamanan yang layak ketika mendapatkan pelayanan, selain itu juga memotivasi para pegawai yang bekerja di kantor tersebut untuk terus memberikan pelayanan terbaik.

Transformasi Desa Ponggok ini tidak hanya terlihat dari bagaimana upaya pemerintah desa beserta dengan masyarakatnya meningkatkan kemampuan ekonominya, tetapi juga pada perangkat desanya. Ini terlihat dengan perubahan fisik di kantor desa, tetapi tidak hanya itu seluruh jajaran perangkat desa juga ikut berbenah. Namun, ini semua tidak berlangsung dalam sekejap mata, terdapat proses panjang dibaliknya sehingga dapat mencapai keberhasilan seperti sekarang ini. Peran kepemimpinan juga sangat besar dalam melakukan perubahan. Kepala desa sebelumnya berhasil memberikan dampak positif pada lingkungan sekitarnya, dikarenakan beliau, menjadi teladan yang baik bagi bawahannya. Salah satu yang ditunjukkan adalah beliau selalu datang sebelum jam 7 pagi, para bawahannya yang melihat kebiasaan ini menjadi sungkan dan ikut datang sebelum jam 7.

Hal ini kemudian menjadi salah satu contoh bagaimana seorang pemimpin menanamkan kedisiplinan melalui dirinya sendiri. Selain itu rasa tanggungjawab juga ditanamkan pada seluruh jajaran perangkat desa. Berbagai perubahan ini kemudian berhasil membuat sistem kerja para perangkat desa saat ini, sehingga walaupun pemimpin berganti tetapi karena kedisiplinan dan tanggungjawab sudah tertanam maka pergantian kepemimpinan bukanlah menjadi permasalahan. Selain itu juga selalu ditekankan mengenai komunikasi dan koordinasi di anatra para perangkat desa, sehingga jika terdapat  ide atau inovasi yang muncul dapat segera cepat mendapat respon dan didiskusikan , sebelum nantinya di sampaikan pada masyarakat sekitar.

Berkembangnya Desa Ponggok dengan berbagai obyek wisatanya ini tidak hanya menarik minat para wisatawan , tetapi juga kemudian menarik minat para investor, tidak terkecuali juga para investor asing. Pemerintah desa Ponggok sudah melihat bahwa nantinya aka nada investor asing yang masuk, untuk itu pemerintah desa harus mempuyai daya tawar yang tinggi, supaya nantinya investor asing yang masuk tidak menimbulkan konflik dengan masyarakat.

Pemerintah desa dengan berani menegaskan bahwa setiap investor asing yang masuk harus menandatangi MOU dimana salah satu kesepakatannya adalah jika mendirikan perusahaan harus memiliki tenaga kerja yang 80% berasal dari masyarakat setempat. Menurut Sekretaris Desa, pemerintah harus berani dan tegas ketika berhdapan dengan investor, supaya nantinya masyarakat tidak hanya jadi penonton, atau malah diberikan sejumlah masalah.

Tujuan Selanjutnya Yang Ingin Dicapai Pemerintah Desa Ponggok

Budidaya ikan nila sebagai salah satu sumber pendapatan warga desa
Budidaya ikan nila sebagai salah satu sumber pendapatan warga desa

Tantangan ke depan yang dihadapi pemerintah desa Ponggok adalah bagaimana mengubah mindset masyarakat dari yang awalnya konsumsi menjadi produksi. Sebenarnya visi pemerintah desa untuk mengubah mindset dari masyarakat sendiri sudah dilakukan bertahap melalui berbagai program, mulai dari mengubah lahan yang tidak terpakai menjadi kolam-kolam perikanan ikan nila supaya setiap warga mempunyai tambahan penghasilannya sendiri, lalu mengubah ikan nila menjadi berbagai olahan makanan.

Selain itu pemerintah desa juga mengembangkan karang taruna, pemerintah desa memiliki pemikiran bahwa jika pemuda diberikan uang maka akan cepat habis, tetapi jika pemuda diberikan kegiatan maka akan mereka akan memiliki tanggungjawab. Hal ini kemudian dibuktikan bahwa pemuda yang tergabung dalam karang taruna dapat menjadi mandiri, dan bahkan setiap bulannya memberikan tambahan yang diserahkan dana desa sebesar 500 ribu.

 Dalam konteks yang terjadi di Desa Ponggok ini kepala desa pada periode sebelumnya selalu menanamkan rasa disiplin dan tanggungjawab terhadap apa yang dikerjakan, dengan menjadirikan dirinya sendiri sebagai contoh, sehingga ada atau tidak ada atasan suatu pekerjaan dapat tetap berjalan. Reformasi yang juga terjadi di Desa Ponggok juga sangat mengutamakan adanyan partisipasi, dimana dalam setiap kebijakan yang akan diimplementasi sebelumnya akan mengajak masyarakat untuk berdiskusi terlebih dahulu dan kebijakan tersebut tidak akan berjalan sebelum mendapat persetujuan dari warganya.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Wicked Minds