Traveling di Desa Babatan, Sumatera Selatan


terletak di Kabupaten Muara Enim Kecamatan Semende Darat Laut, Perjalanan menuju desa ini kurang lebih dari 9 jam perjalanan dari Kota Palembang.

Perjalanan menuju desa ini sudah mengalami perubahan dari perjalanan sebelum nya, jalan yg sudah membelah hutan, tanah yang sudah menjadi aspal yang sudah tidak sulit lagi di lewati oleh pengendara mobil, motor yang sudah tidak lagi sulit untuk membawa hasil perkebunan untuk di jual ke kota, semua nya sudah menjadi lebih dari sebelum nya.

Langit biru dengan awan awan putih di kengelilingi gunung gunung membuat mata tidak pernah berhenti menatap. Tanaman dan tumbuhan berwarna hijau memanjakan mata kita ketika perjalanan menuju kesana

,

sumber daya alam yang berlimpah, perjalanan yang di kelilingi pegunungan membuat udara pagi sangat sejuk dan membuat pengguna mobil tidak mau kehilangan udara segar yang di sajikan oleh daerah ini, kebanyakan dari masyarakat disini adalah seorang petani beras, kopi, teh dan karet.

Dengan banyak nya sumber alam yang berlimpah di desa ini membuat perusahaan Negara untuk mengolah hasil dari sumber alam di desa ini, mulai dari gas alam sampai memperdayakan masyarakat disini untuk mengolah sumber daya alam untuk di perjual belikan.

masuk nya perusahaan ke desa ini membuat ada hal yang baik dan buruk, baik nya untuk desa ini ada nya lapangan kerja yang diberikan perusahaan  untuk warga desa, dengan memberikan lapangan kerja untuk warga desa  membuat warga di desa ini perekonomian nya sedikit terbantu, dengan upah atau gaji yang diberikan untuk warga desa ini membantu perekonomian yang tadi nya hanya berkebun, bertani dan sekarang sudanah bisa bekerja di perusahaan pengeboran minyak gas bumi  tersebut.

Bicara hal baik tentu saja ada hal yang buruk, hal yang buruk dari berdiri nya perusahaan tersebut ada nya irigisasi yang mengairi sawah atau saluran air pedesaan, dan hal ini juga belum mencari titik tengah atau solusi yang di berikan perusahaan dengan warga setempat.

Bicara sumber daya alam, desa ini benar benar melimpah hanya saja belum mempunyai infrastruktur yang memadai, belum stabil nya biaya produksi dan untuk di distribusikan ke kota di karenakan jarak yang terlalu jauh.

dan di bidang pendidikan menjadi salah satu masalah dalam desa ini, hanya ada sampai tingkat sekolah menengah pertama di desa ini, dan harus pergi ke kota untuk melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas, banyak warga sini ketika lulus dari sekolah menengah pertama langsung turun ke sawah berkebun atau bertani, kemauan dan kesadaran akan pendidikan di desa ini sangat masih kurang, masih harus banyak di berikan edukasi mentransfer ilmu tentang pentingnya pendidikan.

Kesenjangan sosial yang terjadi pada desa ini sangat bisa di liat dari segi infrastruktur yang ada, Dari segi pembangunan infrastruktur sangat berbeda dengan di kota, mulai dari pembangunan jalan raya sampai pusat pembelajaaan. bahkan anak kecil yang bermain  dengan sangat senang ketika turun ke sawah dan ke sungai, berbeda dengan tempat permainan wisata di kota.

lingkungan pedesaan ini masih menggunakan adat yang kuat, rumah yang masih menggunakan rumah adat dari kayu sebagai bahan utama nya membuat desa ini berbeda dengan desa yang lain,  udara segar yang di sajikan di desa ini membuat orang orang untuk tidak mau beranjak dari tempat tidur nya.

Hampir setiap hari nya warga disini untuk pergi ke kebun dan sawah untuk melihat proses dan hasil perkebunan dan untuk bertani, dan tidak lupa secangkir kopi hangat asli dari perkebunan desa ini dan rokok yg selalu di hisap oleh penduduk sini dengan harapan bisa menghangatkan badan.

hubungan sosial masyarakat di desa ini sangat baik, hubungan antar warga yang sudah menjadi budaya kekeluargaan yang sangat kuat, terbukti dengan acara pernikahan di desa ini, semua orang bersuka rela untuk saling membantu mulai dari memasak hidangan dengan bergotong royong memotong dan mengangkat sebatang kayu sebagai sumber utama, menyalakan api untuk memasak makanan dan minuman untuk di hidangkan, membangun tenda kecil dengan kayu untuk terhindar dari terik nya matahari dan hujan yang datang, tidak ada nya kecemburuan sosial yang terjadi dalam desa ini sehingga rasa saling tolong menolong untuk suatu kegiatan yang ada di desa bisa di atasi dengan sesama warga di desa ini.

mari berkunjung ke , jika diliat dari segi sosial desa ini terlihat bukan sebuah masyarakat yang termarjinalkan akan tetapi hanya masih jauh dari modernisasi,  dan semoga pemerintah bisa memperhatikan dan membangun lebih pesat ini agar bisa menarik wisatawan untuk dateng menikmati udara segar dan pemandangan yang memanjakan di ini.

Baca Juga

Exit mobile version