Trio Firmansah Tumpul, Taktik Gegenpressing Klopp Dipecahkan Lawan, Inilah yang Harus Dilakukan Liverpool

Trio Firmansah Tumpul, Taktik Gegenpressing Klopp Dipecahkan Lawan, Inilah yang Harus Dilakukan Liverpool 1

Liverpool kini tengah berada di masa-masa krisis. Rentetan hasil tidak memuaskan telah diterima Liverpool dalam 4 pertandingan terakhir mereka di Liga Inggris. Dalam 4 pertandingan terakhir Liverpool hanya bisa mengumpulkan 2 poin dari   hasil dua kali  imbang dan dua kekalahan. Dan dalam empat pertandingan terakhir hanya satu gol yang berhasil diciptakan oleh juara bertahan Liga Inggris ini.

Analisis Faktor Tumpulnya  Trio Firmansah

Liverpool sejauh ini masih mengandalkan trio firmansah (Firminho, Mane dan Salah) di lini depan. Trio yang selama dua musim terakhir menjadi predator paling ditakuti itu kini tampak tumpul. Banyak pihak menilai bahwa mereka tengah berada di fase paceklik gol. Ada beberapa faktor yang diprediksi menjadi penyebab tumpulnya Trio Firmansah.

Yang pertama, rivalitas Mane dan Salah yang sampai pada fase egois. Selain adalah rekan setim Mane dan Salah sering sekali menjadi rival di dalam lapangan dalam hal mencetak gol. Pada musim lalu perseteruan sempat terjadi ketika Mane marah karena tidak diberikan bola oleh Salah. Padahal waktu itu Mane sebenarnya berada di posisi yang lebih baik untuk mencetak gol. Laga melawan Manchester United hari minggu silam menajdi buktinya. Salah berulang kali berusaha mendribling sendiri bola untuk melewati lawan. Pada saat itu sedikitnya Salah sampai tujuh kali kehilangan bola.

Yang Kedua,  Firminho punya tekanan tersendiri dengan kehadiran Diego Jota. Banyak yang memperbandingkannya dengan Diego Jota yang sering diplot sebagai Striker murni. Maka dalam tiga pertandingan kita tidak menemukan sosok Firminho yang selalu memberikan bola untuk Mane dan Salah. Padahal fungsi bermain Firminho dalam taktik Klopp adalah The False Nine yang bertugas membuka ruang bagi Wing Forward Liverpool. Dalam pertandingan Lawan Manchester United misalnya Firminho justru merebut bola  yang sebenarnya sedang berada dalam kekuasaan Salah. Tekanan ini terjadi karena Diego Jota sedang dalam masa pemulihan cedera dan ia tahu bahwa saat Diego kembali posisinya mungkin akan terdepak bila ia tidak mencetak gol.

Analisis Taktik Gegenpressing Klopp yang Kini telah Terpecahkan

Dalam empat pertandingan terakhir di Liga Inggris para lawan Liverpool selalu menggunakan gaya bermain defensive dengan sistem ‘Parkir Bus’. Bahkan Manchester United yang dihuni oleh banyak pemain bintang menghadapi Liverpool dengan taktik ini. Namun sejauh ini taktik Parkir Bus menjadi taktik yang paling efektif dalam meredam gaya permainan agresif Liverpool. Terbukti tim-tim yang menggunakan taktik ini melawan Liverpool berhasil mencuri angka bahkan merebut kemenangan seperti yang terjadi di Andfiled kamis lalu.

Hal ini membuktikan bahwa taktik gegenpressing yang selama ini digunakan Jurgen Klopp mulai terpecahkan lawan. Taktik menggunakan Firminho sebagai The False pun mulai tidak efektif saat lawan menggunakan teknik parker bus. Jurgen Klopp memang telah memprediksi hal ini. Itulah alasannya mendatangkan Diego Jota yang kerap dimainkan sebagai ujung tombak. Kehadiran Diego Jota sebenarnya bisa memberikan opsi tambahan. Namun faktor cederanya Diego Jota membuat Liverpool tidak bisa berbuat banyak.  

Menyadari hal ini Jugen Klopp memainkan Origi dala pertandingan melawan Burnley namun sayang kulitas Origi memang masih dipertanyakan sebab banyak sekali peluang yang disia-siakannya.

Selain itu faktor masih cederanya dua center back Liverpool yaitu Virgil Van Dijk dan Joe Gomez membuat Klopp dipaksa menarik dua pemain tengahnya untuk menggantikan sementara posisi mereka karena Liverpool memang tidak punya pelapis yang sepadan. Hal ini membuat dua wing back tidak bisa bermain bebas dalam membantu serangan.

Yang Harus dilakukan Jurgen Klopp

Adapun hal yang harus dilakukan olh Jurgen Klopp adalah merotasi taktik. Adanya Thiago sebenarnya dapat menambah opsi taktik yang dapat digunakan. Selain itu Liverpool juga sampai sejauh ini belum punya pemain tengah yang memiliki akurasi tembakan yang baik dari luar kotak penalty. Padahal hal itu sangat diperlukan untuk melawan tim yang memilih bermain ‘parkir bus’.  Pada musim lalu sebenarnya Oxlade-Chamberlain sering melakukan itu namun pada musim ini ia belum menunjukan hal itu pasca sembuh dari cederanya. Selagi jendela transfer musim dingin belum ditutup Klopp sebenarnya harus memanfaatkannya untuk membeli satu center back, satu striker murni dan satu pemain tengah yang memiliki kemampuan shooting jarak jauh yang baik.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.