Udah, Jalanin Aja Dulu


Udah, Jalanin Aja Dulu 1

Dalam menjalani sebuah hubungan, setiap orang pasti memiliki caranya masing-masing dan semua cara akan dianggap sah-sah saja asalkan cara berhubungannya sudah sama-sama disetujui dan disepakati oleh kedua pasangan tersebut. Tidak terkecuali bagi mereka yang menjalani hubungan tanpa status, atau yang sering kali kita temui yakni hubungan dengan kata-kata jalanin aja dulu.

(PHOTO BY RYAN FRANCO ON UNSPLASH)
(PHOTO BY RYAN FRANCO ON UNSPLASH)

Banyak dari kita yang mungkin pernah ada atau saat ini sedang berada pada suatu hubungan yang katanya berlandaskan komitmen namun sebenarnya, pasangannya tidak menerapkan komitmen itu dalam hubungan percintaan mereka.

Aku jadi teringat suatu kejadian tentang sebuah komitmen, dimana ketika salah satu pasangannya ini mempertanyakan kejelasan hubungan mereka itu seperti apa, apakah sekedar teman atau lebih dari sekedar teman, pasangannya lalu menjawab “kita jalanin aja dulu. Aku menjaga hati aku untuk kamu, dan kamu menjaga hati kamu untuk aku”.

Dari kejadian itu, banyak hal yang bisa kita pelajari alasan mengapa seseorang dapat dengan mudah memberikan hubungan yang hanya berlandaskan komitmen yang sebenarnya tidak jelas akhirnya akan seperti apa hubungannya itu. Syukur-syukur jika hubungan itu akan berakhir pada sebuah status yang jelas, seperti pacaran misalnya. Namun, masih ada juga kemungkinan besar bahwa hubungan itu akan menyakitkan salah satu pihak, yang mana rasa sakitnya itu akan jauh lebih menyakitkan dari hubungan yang sudah ada status yang jelas.

Ilustrasi komitmen dalam suatu hubungan. /pixabay/Mireya Zhiminaicela
Ilustrasi komitmen dalam suatu hubungan. /pixabay/Mireya Zhiminaicela

Ada beberapa kemungkinan mengapa seseorang hanya mengingkan untuk sekedar jalanin aja dulu dengan calon pasangannya. Kemungkinan pertama karena ia masih ragu dan ingin mengetahui lebih dalam seperti apa karakter calon pasangannya itu. Kemungkinan kedua, karena ia masih ingin bermain-main saja dan belum ada keinginan untuk menajdi seorang pasangan yang baik untuk saat ini, singkatnya ia masih ingin nakal. Hal ini menjadikan ia dapat dengan mudah untuk menyudahi hubungan ketika ia sudah merasa bosan. Kemungkinan ketiga, ia tidak mau dipersulit dengan aturan-aturan yang harus ia jalankan ketika ada dalam suatu status pacaran, sehingga ia lebih memilih untuk memberikan suatu harapan saja kepada calon pasangannya itu. Kemungkinan keempat, ia belum siap untuk memiliki hubungan yang baru karena adanya trauma pada hubungan sebelumnya. Ia berharap dengan berkomitmen terlebih dahulu akan menyembuhkan trauma dan rasa sakitnya kemarin, namun banyak juga seseorang yang sebenarnya bukan berusaha menyembuhkan rasa sakit dan lukanya, justu keputusan yang diberikan kepada calon pasangannya dengan memberikan harapan menggunakan kata-kata jalanin aja dulu hanya sekedar mendistrack untuk masalah-masalah, rasa sakit, dan luka yang tidak bisa ia selesaikan sampai saat ini. Kemungkinan terakhir, karena memang ia selama ini merupakan seseorang yang terbiasa selalu dikejar-kejar oleh lawan jenisnya, yang membuat ia tidak mau untuk melepaskan calon pasangannya itu namun tidak juga menjadikan ia serius dengan calon pasangannya itu.

Suatu hubungan yang baik sebenarnya bukan hanya sekedar kta-kata komitmen atau jalanin aja dulu, akan tidak ada artinya jika hanya salah satu saja yang menerapkan suatu komitmen di dalam hubungannya itu.

Wajar sekali ketika salah satu pasangannya mempertanyakan kejelasan dan kepastian hubungan mereka saat ini dan kedepannya seperti apa. Justru hal ini yang harus diambil sesegera mungkin, dengan tujuan agar kedepannya masing-masing pihak sudah tahu hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh mereka. Adanya pengambilan keputusan seperti ini setidaknya membuat hubungan yang saat ini sedang dijalani oleh mereka bukan abu-abu lagi melainkan sudah tahu apakah hubungan ini hitam ataukah putih.

Semakin sebuah hubungan tidak memiliki sebuah status yang jelas, melainkan hanya mengandalkan sebuah komitmen saja, sebenarnya keadaan seperti ini ibarkan sebuah bom waktu. Kita tidak bisa memprediksi kapan dan pada situasi seperti apa bom itu akan meledak. Syukur-syukur jika bom itu meledak ketika kita belum terlalu menaruh perasaan lebih dalam dengan lawan jenis kita. Namun akan sangat menyakitkan dan menyullitkan kita kedepannya jika sebelumnya sudah menaruh hati lebih dalam kepada lawan jenis kita ini.

Lantas, bagaimana kita bisa menjalani suatu hubungan yang katanya akan mengarah pada satu kepastian, tapi saat menjalaninya tidak pernah ada suatu kepastian ?


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rizka Lilis Karina

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap