UMKM Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19


UMKM Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19 1

Dalam era pandemi saat ini, banyak sekali beberapa usaha yang pada akhirnya gulung tikar. Tentu hal ini tidak boleh terjadi karena hanya mengakibatkan kerugian semata. Seharusnya beberapa penjual harus memiliki solusi agar UMKM tetap bertahan di situasi apapun. Apalagi UMKM salah satu unit yang penting bagi perkembangan ekonomi Indonesia.

Perlu diketahui UMKM ini merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah yang bisa menjadi salah satu alat pertumbuhan perekonomian Indonesia. Pasalnya dengan adanya UMKM ini diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran yang semakin meningkat di Indonesia. Bahkan bisa mengurangi jumlah kemiskininan yang ada di negara ini.

Agar bisa menanggulangi kemiskinan yang ada di Indonesia, maka para penjual harus berusaha melakukan penjualan melalui digital. Karena sekarang banyak sekali orang yang terkoneksi hanya melalui jaringan digital saja. Hal ini juga dikatakan secara langsung oleh Penggagas Pahlawan Digital UMKM, Putri Tanjung.

“Di masa pandemi covid-19 yang serba sulit ini, UMKM masih banyak yang bisa bertahan. Bahkan cenderung bisa meningkat dalam nilai penjualannya,”. “Itu karena terhubung dengan sistem digital,” kata Putri Tanjung dalam webinar, Rabu (11/11). Selain melalui digital, maka UMKM harus juga melakukan inovasi agar bisa bertahan dalam hal apapun.

Mengingat banyak sekali anak muda yang memiliki berbagai kreativitas yang beragam. Tentunya harus dimanfaatkan sebaik mungkin, sebab bisa digunakan pada UMKM saat ini. Bahkan menurut Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Fita Satari saja mengatakan,”sekitar 45 persen pelaku UMKM saat masa pandemi ini hanya mampu bertahan sekitar 3 bulan,”.

Asian Development Bank
Asian Development Bank

Hal ini juga tertera pada data survei Asian Development Bank (ADB) terkait dampak pandemi yang ada di Indonesia. Katanya,”sekitar 88 persen usaha mikro kehabisan kas atau tabungan. Dan lebih dari 60 persen usaha mikro kecil sudah mengurangi tenaga kerjanya,’’. “Oleh karena itu, sangat penting bagi usaha mikro agar diintervensi dengan literasi keuangan,” ujar Fiki.

Agar UMKM mampu berhasil melewati masa pandemi tentunya UMKM harus memiliki brand yang kuat. Selain itu pelaku UMKM atau yang bisa disebut dengan pahlawan lokal juga harus memiliki pemantik serta pemberdaya. Hal ini penting agar UMKM mampu mengajak pelanggannya untuk berlabuh ke platdorm digital atau pasar ekspor.

“UMKM juga perlu langsung terhubung dengan rantai pasok industri, yang diintervensi dengan literasi keuangan,” ujar Fiki. Fiki Satari juga mengatakan,”UMKM juga perlu langsung terhubung dengan rantai pasok industri, yang aksesnya kini baru mencapai angka 15 persen,” tambahnya. Melalui salah satu platform digital, Tokopedia bisa membantu para UMKM dalam menjualkan barang dagangannya.

Tokopedia
Tokopedia

Hal ini dikatakan langsung oleh Merchant Education Senior Lead Tokopedia, Pipit Indrawati, mengatakan ”Tokopedia konsisten mengakselerasi adopsi platform digital bagi penggiat usaha lokal, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), agar bisnis yang masih sepenuhnya dikelola luring dapat tetap beroperasi di tengah pandemi,” katanya.

“Siapa pun bisa menciptakan peluang bersama Tokopedia dan menjadi bagian dari lebih dari 9.4 juta penjual di Tokopedia. Masyarakat bisa membuka toko secara mudah, gratis dimana dan kapan saja,” kata Pipit. Bahkan Pipit juga memberikan berbagai tips, yang pertama harus punya produk. Intinya produk seperti apa yang akan dijual.

Kedua, bisa memanfaatkan marketplace. Tokopedia merupakan salah satu marketplace yang sudah dimanfaatkan oleh berbagai penjual. Apalagi Tokopedia juga sudah menjangkau semua wilayah di Indonesia. Selain itu katanya,”di sisi lain, Tokopedia dikunjungi lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan. Ekosistem marketplace juga dinilai lebih cocok dan aman untuk mewadahi transaksi daring,” tegasnya.

Selain itu yang ketiga adalah branding. Hal ini sangat penting karena menentukan identitas produk sampai dengan toko. Tentunya harus menentukan penentuan audiens, nama produk dan toko, fokus, logo dan tagline. “Kesatuan identitas ini akan menjadi pembeda dengan produk atau toko lain. Branding diperlukan untuk memperkuat daya saing demi mempertahankan kelangsungan bisnis,”  papar Pipit.

Dan adapun yang keempat adalah pemasaran. Dengan menggunakan Tokopedia, para penjual bisa mulai melakukan pemasaran sesuai dengan target yang diinginkan. “Mulai dari pemanfaatan media sosial untuk melakukan promosi hingga berbagai fitur di Tokopedia seperti fitur Dekorasi Toko, Voucher Toko, Rilisan Spesial, Broadcast, TopAds hingga Bebas Ongkir yang dapat membantu meningkatkan penjualan,” jelas pipit.

Lalu kelima adalah memberikan pelayanan yang berkesan. Agar produk bisa dibeli oleh pelanggan tentunya penjual harus bisa memberikan pelayanan yang maksimal. “Misalnya dengan memperhatikan kecepatan membalas pesan calon pembeli. Selain cepat, kualitas pesan sebaiknya diperhatikan dan bersifat proaktif,” tutup Pipit.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

medinasylviaaa

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap