UMKM Tebus Pasar Global


UMKM Tebus Pasar Global

Akibat pandemi Covid-19, AS dan seluruh dunia telah memasuki masa penurunan ekonomi. Akibat peristiwa tersebut, laju pertumbuhan ekonomi nasional dan global melambat ke level terendah dalam beberapa dekade (penurunan ekonomi). Penurunan 5,3 persen ekonomi pada kuartal kedua tahun 2020 menunjukkan bahwa itu masih tumbuh, meskipun penurunan PDB baru-baru ini.

Disini penulis akan menjelaskan beberapa data tentang kondisi di Indonesia, Yuk kita simak!

Nah, Bagaimana sih cara pemerintah menanganinya?

Untuk menghindari Covid-19, pemerintah memberlakukan pembatasan sosial pada konsumsi, yang menyebabkan penurunan konsumsi rumah tangga dan pengeluaran investasi. Selain itu, perdagangan internasional telah menurun secara signifikan. Meski palung pertumbuhan ekonomi telah berlalu, namun Covid-19 masih akan menahan pertumbuhan pada kuartal ketiga dan keempat. Menurut perkiraan pemerintah, pertumbuhan ekonomi akan naik dari -0,4 persen menjadi 1 persen pada 2020 jika ekonomi membaik pada kuartal ketiga.

Dalam rangka membantu pemulihan dan kebangkitan ekonomi Indonesia, pemerintah saat ini sedang berupaya melakukan modifikasi dan meningkatkan efektivitas reaksinya terhadap Covid-19. Dimulainya pemulihan ekonomi nasional ditandai dengan realisasi pertumbuhan ekonomi sebesar 7,07 persen pada Triwulan II-2021. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ini merupakan peningkatan yang signifikan dan merupakan indikasi bahwa perekonomian nasional mulai pulih. Akibatnya, itu sangat melegakan.

Perbaikan neraca perdagangan tidak bisa hanya dikaitkan dengan ekspor Indonesia yang bernilai tinggi. Sejak tahun lalu, ekspor telah meningkat 14,18 persen dalam enam bulan pertama tahun 2021, menurut angka Kementerian Perdagangan. Mau tidak mau Anda akan kagum dengan hal ini ketika Anda mempertimbangkan kondisinya. Pada saat ini, produk pertanian juga termasuk barang yang paling sering diekspor.

Lalu, Apa saja Kontribusi dalam Perekonomian?

Sekitar 64 juta usaha mikro, kecil, dan menengah () di Indonesia menghasilkan berbagai macam produk unik, menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Penjualan barang online diperkirakan akan mencapai US$ 3,5 triliun pada tahun 2020, yang merupakan pencapaian luar biasa di dunia E-commerce.

PEN, program pemulihan ekonomi pemerintah, saat ini sedang dilaksanakan dan harus beroperasi penuh pada kuartal ketiga tahun 2010. Kebijakan PEN dalam hal ini adalah sebagai berikut: Berikut adalah daftar kebijakan terpenting yang ada:

  1. Peningkatan konsumsi dalam negeri (demand),
  2. Peningkatan aktivitas dunia usaha (supply), dan
  3. Menjaga stabilitas ekonomi dan perluasan moneter.

Untuk melaksanakan ketiga langkah tersebut, instansi pemerintah, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, korporasi, dan masyarakat perlu turun tangan.

Ada 98,68 persen dari seluruh dengan daya serap tenaga kerja sekitar 89 persen, tidakkah Anda yakin itu proporsi yang besar? Menurut Bank Dunia, hanya 37,8 persen dari PDB berasal dari bisnis kecil.

Karena jumlah Indonesia yang besar, khususnya usaha mikro, dan daya serap tenaga kerja yang tinggi, kita dapat menarik kesimpulan bahwa negara ini memiliki potensi untuk membangun basis ekonomi nasional yang kuat. Usaha mikro harus ditingkatkan ke status menengah. bisnis berukuran besar, yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Karena ketahanan perusahaan dalam menghadapi keterpurukan ekonomi. Usaha kecil ini berhubungan dengan kebutuhan dasar komunitas mereka karena kedekatannya dengan orang yang menggunakannya, ketergantungan mereka pada barang-barang produksi lokal, dan perputaran transaksi yang cepat.

Dan, Apa Saja Sih Program Pemulihan Ekonomi dari ?

Tujuan utama inisiatif PEN adalah untuk membantu usaha kecil dan menengah (UKM). Kebijakan pemerintah, seperti subsidi bunga pinjaman, restrukturisasi kredit, serta pemberian jaminan modal kerja dan manfaat pajak, telah dilakukan untuk tujuan ini. Proyek ini menerima total dana Rp123,46 triliun (sekitar $13 miliar).

LPDB, Badan Pengelola Dana Bergulir Kementerian KUKM, menyalurkan Kredit Usaha Rakyat/KUR (diterbitkan oleh bank) dan kredit Ultra Mikro/UMi (disalurkan oleh lembaga keuangan non-bank) serta subsidi bunga untuk membantu pelaku usaha meningkatkan pendapatannya. modal.

Dalam rangka restrukturisasi (perbaikan) kredit , pihaknya juga menyetorkan uang ke bank-bank nasional dengan menyalurkan dana sekitar Rp 78,78 triliun kepada lembaga-lembaga tersebut. Pemerintah juga memberikan jaminan modal kerja kepada usaha kecil dan menengah (UKM) melalui PT. (Persero) Jamkrindo dan Askrindo untuk membantu mereka memenuhi tanggung jawab (likuiditas) mereka selama menjalankan bisnis.

Nah, itulah beberapa penjelasan tentang yang sedang terjadi di Indonesia sekarang ini. Semoga bermanfaat!

Baca Juga

Exit mobile version