Unsur Kesalahan dalam Pertanggungjawaban Pidana di Indonesia

Unsur Kesalahan dalam Pertanggungjawaban Pidana di Indonesia 1

Menurut Roeslan Saleh dalam buku Hukum Pidana Indonesia tulisan Erdianto Effendi, pertanggungjawaban pidana itu harus memenuhi 3 (tiga) unsur, yaitu:

  • Adanya kemampuan bertanggungjawab pada si pelaku.
  • Adanya hubungan batin antara si pelaku dengan perbuatannya yang dapat berupa kesengajaan (dolus) ataupun kealpaan (culpa) yang biasa disebut dengan unsur kesalahan.
  • Tidak adanya alasan penghapus kesalahan atau tidak ada alasan pemaaf.

Dalam artikel ini, saya akan membahas tentang unsur kedua, yaitu tentang unsur kesalahan sebagai salah satu unsur dari pertanggungjawaban pidana.

Definisi dari kesalahan menurut Erdianto Effendi secara umum adalah suatu perbuatan yang secara objektif tidak patut dan karenanya perbuatan tersebut setidak-tidaknya dapat dicela.

Maksud dari kata “perbuatan” dalam pengertian ini hanyalah perbuatan yang telah dilakukan dalam bentuk perbuatan. Jika hanya terjadi di dalam pikiran dan tidak direalisasikan dalam perbuatan, maka hal tersebut tidak dapat dipidana. 

Meskipun tidak disebutkan dengan tegas dalam KUHP pasal 1 ayat 1, kedudukan unsur kesalahan dalam menentukan pertanggungjawaban pidana diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1970 yang berbunyi:

“Tiada Seorang juapun dapat dipidana kecuali apabila Pengadilan karena alat pembuktian yang sah menurut Undang-Undang mendapat keyakinan, bahwa seseorang yang dianggap dapat bertanggungjawab telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya.”

Kesalahan dalam pertanggungjawaban pidana secara garis besar dapat digolongkan menjadi 2 (dua) yaitu:

Kesalahan yang disengaja

Kesalahan yang disengaja (dolus) adalah bentuk kesalahan yang dilakukan dengan keinginannya sendiri secara sadar. Dengan kata lain, kesalahan tersebut memang merupakan tujuannya sedari awal. Kesalahan yang disengaja secara umum memiliki 3 (tiga) bentuk, yaitu:

  • Sengaja sebagai maksud (opzet als oogmerk) yaitu kesengajaan yang mana pelaku memang melakukan perbuatan tersebut sebagai tujuan utamanya.
  • Sengaja sebagai sadar kepastian/sengaja sebagai sadar keharusan (opzet bij zekerheids-bewustzijn) yaitu akibat yang terjadi bukanlah akibat yang menjadi tujuan, tetapi untuk mencapai suatu akibat yang benar-benar dituju, memang harus dilakukan perbuatan lain tersebut, sehingga menimbulkan 2 (dua) akibat, yaitu akibat pertama sebagai akibat yang dikehendaki pelaku, dan akibat kedua sebagai akibat yang tidak dikehendaki pelaku tapi harus dilakukan untuk mewujudkan akibat pertama.
  • Sengaja sebagai sadar kemungkinan/sengaja sebagai sadar bersyarat (dolus eventualis/voorwadelijk opzet/opzet bij mogelijkheids bewustzijn) yaitu bentuk kesengajaan dimana pelaku melakukan suatu perbuatan dan sadar bahwa perbuatan tersebut juga akan menimbulkan akibat lain yang tidak dikehendaki, tapi si pelaku mengabaikan hal tersebut dan akibat lain itu benar-benar terjadi.

Kesalahan karena kealpaan

Kesalahan karena kealpaan (culpa) adalah bentuk kesalahan yang terjadi karena adanya kecerobohan dan seharusnya dapat diantisipasi oleh pelaku. Kesalahan karena kealpaan ini terbagi menjadi 2 (dua) bentuk, yaitu:

  • Kelalaian yang disadari (bewuste schuld), yaitu jenis kelalaian yang mana si pelaku pada kenyataanya mampu untuk memperkirakan kemungkinan akan terjadinya suatu akibat, namun ia percaya bahwa hal tersebut tidak akan terjadi dan juga tidak berusaha untuk melakukan tindakan pencegahan.
  • Kelalaian yang tidak disadari (onbewuste schuld), yaitu jenis kelalaian yang mana si pelaku tidak dapat untuk memperkirakan bahwa suatu akibat itu bisa terjadi dan pelaku seharusnya mampu untuk memperkirakan akan kemungkinan tersebut.

Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa kesalahan menjadi salah satu unsur penting dalam menentukan apakah seseorang dapat dimintai pertanggungjawaban terhadap perbuatan pidana yang telah dilakukan.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

dap