Upaya Pemulihan Perekonomian Oleh Pemerintah Dalam Menanggulangi Krisis Akibat Pandemi


Upaya Pemulihan Perekonomian Oleh Pemerintah Dalam Menanggulangi Krisis Akibat Pandemi

Ringkasan adalah sektor terpenting dalam sebuah negara, karena menyangkut daya beli masyarakat dan nilai jual suatu negara berupa produk ekspor domestik. Menurunnya perekonomian membuat sejumlah ancaman berupa menurunnya daya beli masyarakat, meningkatnya biaya produksi untuk industri eksportir yang berdampak pada penurunan defisit negara sehingga nilai tukar terhadap valuta asing juga menurun.

yang menyebabkan krisis – Tahun 2020 dunia Internasional digegerkan dengan munculnya 19 yang mempengaruhi pertumbuhan Internasional tidak terkecuali Indonesia. Penyebaran ini sangat drastis dan cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia Internasional. Hal ini dikarenakan virus dapat menyebar cepat dengan sentuhan dari percikan (droplet) benda-benda yang telah terkontaminasi dengan virus tersebut.

Virus 19 juga dapat menyebabkan orang yang terjangkit mengalami pneumonia atau radang paru-paru ditambah lagi komplikasi penyakit bisa terjadi jika memiliki riwayat penyakit seperti asma, diabetes, hipertensi dan lainnya yang membuat resiko kematian lebih besar. Akibatnya, perekonomian Internasional termasuk indonesia mengalami ketidakpastian dan resesi . Resesi ini dikarenakan antisipasi penyebaran virus -19 dengan pembatasan kegiatan berskala besar (PSBB) yang menyebabkan sektor perekonomian mengalami vacum sejenak dalam beroperasi. Dampak dari berhentinya kegiatan perekonomian menimbulkan kerugian di berbagai sektor industri yang mengakibatkan pengurangan tenaga kerja. Kerugian tersebut mengakibatkan pertumbuhan Indonesia terkontraksi sebesar -5,34% pada kuartal II-2020, lalu menunjukkan pemulihan sebesar -3,49% pada quartal III-2020 (djkn.kemenkeu.go.id, 2020). Kemudian pada kuartal III-2020 mengalami kenaikan sekitar 2% dari sebelumnya -5,34% menjadi -3,49%, karena berupaya untuk tetap melanjutkan kegiatan perekonomian dengan beradaptasi pada situasi dan membuka kembali izin beroperasi perusahaan – perusahaan dan sektor lainnya, tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, juga mengupayakan stimulus dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 172,1 Triliun untuk mendorong kemampuan daya beli masyarakat. Anggaran dana tersebut dialokasikan melalui program – program Bantuan Langsung Tunai (BLT), kartu pra kerja, pembebasan biaya listrik, dan lain – lain. Selain itu, juga memberi stimulus pada UMKM dan korporasi.

memberikan bantuan berupa penundaan angsuran dan subsidi bunga kredit perbankan, peminjaman modal kerja sampai Rp10 miliar, pemberian insentif pajak bebas PPh pasal 22 impor, pengurangan angsuran PPh pasal 25 dan pengembalian pendahuluan PPN, restrukturisasi debitur juga dilakukan dengan menempatkan dana pada sektor perbankan (djkn.kemenkeu.go.id. 2020), hal ini dilakukan agar bank tidak kehabisan modal dikarenakan kredit macet seperti krisis tahun 1999 dimana sempat terjadi penutupan bank besar – besaran akibat kehabisan modal. Bank Indonesia juga melakukan upaya dalam membantu dengan menurunkan suku bunga. Indonesia diprediksi kembali pulih di angka 4,9-5,1% pada 2021 (Dwi Resti,P. 2020). Vaksin yang dicanangkan dalam memberantas pun telah meluncur dan presiden Joko Widodo telah melakukan vaksin perdana pada 13 Januari 2021. Diharapkan program berupa vaksin ini dapat berjalan dengan baik.

Program vaksinasi ini juga diharapkan membuat masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang demi keberlangsungan roda perekonomian. Sektor farmasi, pengembangan teknologi, pertanian dan perkebunan serta pertambangan perlu mendapat perhatian. Diharapkan indonesia dapat membuat produk farmasi dalam negeri bila terjadi serangan penyakit yang baru ke depannya. Dalam sektor pengembangan teknologi diharapkan indonesia dapat menguasai digital (pasar online), berkolaborasi dengan sektor farmasi untuk menciptakan produk bioteknologi seperti rekayasa genetik dalam pembuatan vaksin dengan waktu yang lebih efisien dan pembuatan organ tubuh bagi para difabel dengan kecerdasan buatan, pengembangan sektor pertanian untuk meningkatkan hasil pertanian perkebunan agar lebih efisien. Sektor pertambangan juga diharapkan mampu mengeksplorasi hasil bumi lebih optimal seperti pembuatan baterai untuk kendaraan listrik.

Kesimpulan – Sepanjang tahun 2020 indonesia telah berhasil melakukan pemulihan ekonomi nasional meskipun masih berada pada angka negatif. Namun untuk korporasi, Indonesia berhasil bangkit pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di angka 6.428 Januari 2021 setelah sebelumnya merosot di angka 3.989 pada Maret 2020 (ajaib.investasi.co.id. 2021). Hal ini terbukti bahwa upaya yang dilakukan dalam pemulihan perekonomian sangat signifikan dampaknya sehingga dapat kembali normal. Stimulus pada korporasi padat karya sangat tepat sasaran namun perlu pemulihan berkelanjutan karena dalam skala lebih besar Indonesia masih mencatatkan angka negatif. Sebaiknya adalah momen Indonesia dapat berdikari dengan mengolah vaksin secara mandiri tanpa membeli vaksin.

Diharapkan vaksin juga sebagai upaya dalam pertumbuhan ekonomi dengan mengekspor vaksin karya anak bangsa sehingga Indonesia memiliki nilai tambah dalam bidang kesehatan. Apabila vaksin membeli dari luar, maka efektifitas vaksin perlu dipertanyakan. Diharapkan juga Indonesia mampu mengalokasikan pendanaan pada penelitian ilmiah untuk menciptakan inovasi teknologi di berbagai bidang dan bukan berfokus pada pengembangan properti. Dirasa kurang efektif apabila pasca , pembangunan difokuskan pada sektor properti. Jadi alangkah baiknya bila sektor tambang dan mineral, pengembangan teknologi, farmasi dan pertanian mendapat perhatian khusus, demi meningkatkan ekspor guna menambal penurunan defisit negara pasca .

Daftar Pustaka

Ajaib.co.id. Chart IHSG. Diakses pada Januari 14, 2021, dari https://invest.ajaib.co.id/#/market-index 

Kemenkeu. (2020, 3 Agustus). Strategi Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Diakses pada Januari 14, 2021, dari https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13287/Strategi-Kebijakan-Pemulihan-Ekonomi-Nasional.html

Pratiwi, Dwi. R. 2020. Outlook Perekonomian Indonesia Tahun 2021: Optimisme Penguatan Fundamental Ekonomi di Tengah Ketidakpastian. Hal.5, Diakses pada Januari 14, 2021, dari https://berkas.dpr.go.id/puskajianggaran/analisis-apbn/public-file/analisis-apbn-public-46.pdf

Baca Juga

Exit mobile version