Urgensi agama dalam lini kehidupan masyarakat

Urgensi agama dalam lini kehidupan masyarakat

Perlu kita ketahui bersama sahabat digstraksi yang tercinta, adalah kata yg selalu mengiringi kehidupan kita, dia adalah suatu idiom yang biasa hangat diperbincangkan, ia juga kata yang menggambarkan adanya suatu ritual peribadahan di dalamnya, tentunya dengan cara yang berbeda beda, esensi ajaran juga berbeda satu sama lain, kata “” salah satu artinya ialah “A” berarti tidak “Gama” yg artinya kacau, sehingga jika dirangkai satu sama lain artinya ialah “Tidak kacau”

Urgensi agama dalam lini kehidupan masyarakat

Nah melalui arti dari kata ini, ada suatu nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. hadir sebagai pedoman, tata cara, panduan, dalam memghadapi kehidupan yaitu agar tidak terombang ambing dalam arus kehidupan dunia yang statusnya adalah bersifat tidak kekal atau tidak selamanya, arus globalisasi yang hampir menyentuh semua lini kehidupan, tak jarang membuat kita lengah, terombamg ambing, linglung baik kita sebagai subjek maupun sebagai objek.

Manusia secara alamiahnya memiliki beragama pada dirinya masing masing, dengan kata lain fitrah beragama terpatri dalam diri manusia masing masing. bukan sekedar , tapi adalah paradigma hidup, parameter , kita hidup di indonesia ini, biasanya yg dihadikan tolak ukur seseorang itu baik adalah “sisi relijius spritualnya dalam kehidupan sehari” tentu hal ini sangat erat kaitannya dengan . Saya ingin memberikan sedikit contoh. Misalnya ketika bulan ramadhan bersamaan dengan bulan pemilu, tak sedikit dari kontestan pemilu menyisipkan unsur unsur spritual relijius dalam menarik minat masyarakat, artinya jiwa keberagamaan masyarakat indonesia masih sangat kental. Dan euforia beragama masih menjadi ciri khas masyarakat dgn mengedepankan toleransi beragama.

Baca juga  Jangan Sampai Dikuasai Mimpi

Korelasi atau hubungan dan masyarakat tak bisa dipisahkan, konsekuensi logisnya adalah untuk menciptakan suatu kondisi masyarakat meskipun majemuk tapi tetap aman dan tenteram adalah dengan menanamkan nilai2 ajaran dalam kehidupan, tingkah laku, perbuatan, budi pekerti itu adalah hal yg terkandung dalam suatu ajaran , bahkan menjadi suatu ajaran inti, untuk meraih derajat “tinggi” dalam suatu tak hanya diperoleh dengan hubungan manusia dgn tuhan, akan tetapi interaksi manusia satu sama lain harus diwujudkan, karena ladang kita untuk memperoleh amal bukan hanya vertikal tapi juga sisi horizontal, untuk menciptakan suatu suasana yg aman damai dalam masyarakat baiknya dibutuhkan moderasi dalam hubungan vertikal dan horizontal ini.

Baca juga  Selalu Husnuzan Kepada Allah

Masyarakat yg menganut animisme dan dinamisme misalnya, mereka tetap meyakini adanya sesuatu yg maha tinggi, maha memberi kehidupan, maha memberi rezki, itu karena fitrah beragama mereka telah tertanam dalam dirinya, nah, masyarakat yang menganut suatu agama sangat menjauhi namanya konflik, karena konflik itu memutus tali horizontal dgn sesamanya.

Setidaknya ada 3 nilai beragama jika diterapkan akan membuat suatu masyarakat atau komoditas menjadi aman, damai, dan tercipta masyarakat yg penuh kekeluargaan.

1.

Kami hanya menyinggung sedikit tentang toleransi ini, intinya ialah sikap efektif dalam menciptakan masyarakat yg damai, adalah tidak terlalu condong memandang ritual ibadah org lain yg berbeda dengan kita, dan yg diperhatikan adalah ikatan emosional kita sebagai masyarakat. Artinya adalah ritus ibadah diantara kita tidak terlalu dipersoalkan, tapi ikatan kemanusiaan kita harus ditingkatkan tapi dipagari dengan nilai2 ajaran agama masing2, mengesampingkan egoisme beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga  3 Keuntungan yang Dimiliki Cowok Ketika Ia Punya Kemampuan Storytelling

2. Budi pekerti

Hal ini juga menunjang terciptanya kehidupan masyarakat yang damai, hubungan horizontal antar sesama manusia dilandasi dengan budi pekerti yang termaktub dalam ajaran agama, agama yg tinggi meniscayakan budi pekerti yang luhur.

3. Semangat bermasyarakat

Semangat bermasyarakat juga harus ditanamkan, cinta tanah air merupakan fitrah, seorang perantau, dimanapun ia melangkah pasti merasakan rindu yg sangat mendalam juga terhadap tanah airnya, seakan akan ada hubungan batin antara seseorang dengan tanah airnya. Dengan semangat bermasyarakat semua penganut agama mencurahkan seluruh ide, tenaga, gagasan dalam memajukan daerahnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Selamat beragama dan tetaplah bermasyarakat dgn nilai2 agama.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Muh Awaluddin A.