Vladimir Putin Memerintahkan Ekspor Gas Rusia Menggunakan Rubel


Vladimir Putin Memerintahkan Ekspor Gas Rusia Menggunakan Rubel

Konflik Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir, berujung pada pecahnya perang antar kedua negara.

Rusia melakukan operasi militer khusus di wilayah Ukraina yang dimulai sejak 24 Februari 2022 dan masih berlangsung hingga saat ini.

Banyak negara yang mengecam tindakan Rusia, lalu memberikan banyak sanksi terhadap negara tersebut.

Presiden Rusia, Vladimir Putin pun membalas sanksi tersebut dengan memberlakukan pembayaran dengan mata uang rubel untuk pembelian gas alam Rusia oleh negara-negara yang dianggap tidak bersahabat, namun tetap memastikan negaranya akan memenuhi komitmen pasokan dan harga yang ditetapkan dalam kontrak sebelumnya.

Negara-negara anggota Uni Eropa awalnya menolak kebijakan tersebut.

Tetapi, kemudian Uni Eropa mengubah posisinya terkait kebijakan pembayaran gas Rusia menggunakan rubel.

Hal ini setelah Rusia memutus aliran gas ke Polandia dan Bulgaria karena menolak membayar dengan rubel dan dikhawatirkan melakukan hal yang sama kepada negara lain.

Negara-negara yang sebagian besar bergantung pada gas alam Rusia, seperti Hungaria dan Slovakia terpaksa menuruti kebijakan tersebut.

Dengan mekanisme pembayarannya, yakni harus membuka dua rekening di Gazprombank, yaitu satu dalam bentuk euro dan yang kedua dalam bentuk rubel.  

Sejak pemberlakuan kebijakan pembayaran gas Rusia menggunakan mata uang rubel, menyebabkan rubel yang sebelumnya melemah hingga RUB 150/US$ dan menyentuh rekor terlemah sepanjang sejarah,  kembali menguat sekitar 20% terhadap dolar dan menjadikannya mata uang terbaik di dunia.