Waduh… Elon Musk, China dan AS hantam Bitcoin !


Waduh… Elon Musk, China dan AS hantam Bitcoin ! 1

Belakangan perkembangan bitcoin dihantam balik, tadinya Elon Musk sangat mendukung transaksi penjualan menggunakan bitcoin (April), entah kenapa di bulan Mei Elon Musk belakangan minta putus cinta dengan bitcoin. Curhat cuitan Elon Musk di sosial media membuat sebagian penggemar bitcoin kecut, kecewa dan meradang.  

Disinyalir alasan Elon Musk menghentikan dukungan penggunaan bitcoin karena kekhawatiran penggunaan bitcoin bakal menyebabkan penggunaan bahan bakar fosil meningkat pesat. Dia menyebutkan juga data dari peneliti di Universitas Cambridge karena adanya  lonjakan penggunaan listrik untuk penambangan dan transaksi bitcoin.

Menurut penulis, Elon Musk pendiri Tesla ini melakukan “test the water” pasar kripto di bulan lalu sejauh mana bitcoin digandrungi masyarakat, alih-alih nama pribadinya  sudah mendunia dan produk Tesla sudah tercatat  di bursa saham dunia maka ketika wabah pandemi mendunia tentu penjualan mobil Tesla mengalami sedikit penurunan penjualan yang sama dialami perusahaan otomotif lainnya di dunia akibat penghasilan warga belahan dunia menurun. Elon Musk bukan namanya kalau tidak membuat geger dunia digital dan teknologi.

Elon Musk, selain sebagai innovator juga mahir dalam dagang, Elon sudah berhitung momentum kapan membuat geger pasar kripto dimana para bandar raksasa sudah tidak bisa digeser posisinya di bursa saham, maka bulan februari lalu Elon Musk berencana banting setir masuk ke pasar kripto dengan melakukan “pom pom” pembelian bitcoin sebesar $ 1,5 miliar dan harga bitcoin meroket “to the moon”. Setelah  harga bitcoin menjulang tinggi, membuat para penggemar kripto senyum simpul dengan asumsi bakal bisa cepat kaya mendadak dan selalu memantau setiap sabda cuitan Elon Musk di sosial media.

Dunia uang digital makin ramai dan tiba-tiba padat dihuni karena warga dunia mendadak terbius mengikuti gaya Elon Musk membeli bitcoin. Sialnya, cita-cita menjadi orang kaya instan tiba-tiba lenyap dan kaget tidak karuan hati para pemimpi bitcoin dadakan dimana Elon Musk berbalik pernyataanya bahwa transaksi dan menambang bitcoin di pasar kripto bisa menghabiskan energi fosil, maksudnya pengunaan energi listrik diluar batas kenormalan.

Sebelumnya, aksi individu Elon Musk membuat para pialang saham raksasa gerah karena masyarakat beralih ke bitcoin termasuk Warren Buffet ikut buka suara menyebutkan bitcoin  sebagai investasi yang buruk.

Elon Musk tentunya tidak mau ambil resiko perusahaan Tesla yang dia rawat seperti anak kandungnya digoreng para bandar saham meski saham Tesla fundamentalnya cukup bagus. Saham Tesla telah tercatat di bursa saham dunia. Aksi iseng Elon Musk melakukan “pom pom”  hanya untuk mengambil keuntungan besar dalam waktu relatif singkat. Namun kelakuannya ini bila terus dilakukan di masa mendatang akan mendatangkan reputasi buruk untuk nama baiknya.

Reaksi keras China dan AS

Pemerintah China belum lama juga langsung melakukan aksi pukulan keras terhadap mata uang digital. Kebijakan pemerintahan Presiden XI Jinping melarang bank dan lembaga keuangan berbasis digital (fintech) untuk menyediakan layanan transaksi uang kripto.

China tidak segan-segan menindak tegas para penambang bitcoin dan siapapun yang melakukan perdagangan mata uang kripto untuk melindungi sistem keuangan di China. China menganggap transaksi di pasar kripto adalah kegiatan keuangan ilegal.

Pemerintah China sudah mengukur untung-ruginya dari kebijakan pelarangan pembiaran transaksi pasar kripto di negaranya. Kebijakan ekonomi Presiden XI Jinping lebih mementingkan stabilitas dan fondasi ekonominya daripada sebuah pasar yang tidak memiliki fundamental ekonomi dan memiliki dampak sosial. Kita ketahui, jumlah populasi di China sekitar 1,4 miliar orang dimana China mengutamakan program padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dan di negaranya memprioritaskan industri semi konduktor dan pembangunan infrastruktur dari sejumlah program strategis China.

Alasan normatif lainnya yang diungkapkan pemerintah China adalah pentingnya untuk menjaga kelancaran pasar saham, utang, dan valuta asing yang terjadi di China.

Pemerintahan XI Jinping akan kebijakan ekonominya punya alasan kuat bahwa transaksi uang kripto ini bersifat spekulatif dan dapat mengakibatkan permasalahan sosial seperti masyarakat jadi malas bekerja dan berharap keuntungan instan serta digunakan oleh para mafia kejahatan , koruptor dan Bandar narkoba menyimpan dananya melalui bitcoin di pasar kripto.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga ikut latah menyikapi perkembangan bitcoin. Kebijakan pemerintahan paman Sam ini juga membatasi ruang gerak bitcoin dengan membuat rambu-rambu terhadap perdagangan pasar kripto.

Presiden Biden berencana transaksi mata uang kripto senilai lebih dari US $10.00 wajib melapor ke Lembaga Penerimaan Negara AS. Negara AS juga tidak mau kecolongan pemasukan negara tanpa pajak dari para pengguna uang kripto.

Baik Elon Musk, China dan AS sudah punya posisi masing-masing menyikapi transaksi pasar kripto. Sekarang tinggal masyarakat menganalisa dan memutuskan apakah transaksi pasar kripto ini masih layak dipercayai bisa memberi keuntungan dan manfaat sebagai alat transaksi yang aman di masa depan, kembali pada keputusan masing-masing pihak.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Fransisco

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap