Wajarkah Membicarakan Materi dalam Masa Pacaran?

Wajarkah Membicarakan Materi dalam Masa Pacaran?

Masa pacaran merupakan tahap awal bagi sepasang kekasih sebelum mereka melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius, yakni pernikahan.

Dalam masa ini, masing – masing individu akan mencoba untuk mengenal jati diri satu sama lain, termasuk latar belakang keluarga, pendidikan, status pekerjaan, hal – hal yang disukai hingga hal yang dibenci, termasuk masalah materi atau kekayaan.

Tak dipungkiri, banyak orang jaman sekarang yang mencari tambatan hati dengan melihat status sosial, pekerjaan, dan seberapa banyak kekayaan yang dimiliki. Dalam masa pacaran, wajarkah melakukan hal tersebut? Untuk itu, marikita cari tahu jawabannya.

Konsep Materialisme

Wajarkah Membicarakan Materi dalam Masa Pacaran?

Materialisme atau orang yang materialis merujuk pada orang – orang yang mengagung – agungkan materi secara tinggi. Materi ini bisa beragam, namun kebanyakan kata ini merujuk pada kekayaan, properti, dan barang – barang mahal yang dimiliki seseorang, misalnya rumah, kendaraan, pakaian, hingga perhiasan.

Tidak dapat dipungkiri, setiap orang pada dasarnya menyukai materi, namun tentunya dengan kadar yang berbeda. Sayangnya bagi orang yang materialis atau biasa disebut matre, mereka mengagung – agungkan materi tersebut di atas segalanya.

Sehingga dalam menjalin cinta dan mencari pasangan hidup pun, mereka akan berorientasi pada materi. Mereka menganggap, dengan materi mereka bisa menemukan kebahagiaan dalam hidup.

 

Problem yang Ditimbulkan Akibat Seseorang Berorientasi pada Materi

Wajarkah Membicarakan Materi dalam Masa Pacaran?

Memang pada dasarnya semua orang membutuhkan materi untuk dapat bertahan hidup di era modern ini. Namun jika materi ini dijadikn semacam sifat atau gaya hidup materialistis, tentunya sudah menjadi hal yang tak wajar.

Termasuk ketika Anda tengah menjalin hubungan percintaan dan menemukan bahwa pasangan Anda adalah tipe materialis. Tak ayal, hal ini bisa menjadi pertanda buruk bagi hubungan ke depan.

Perkara–perkara kecil pun bisa menjadi besar, terutama yang melibatkan uang. Salah satu pasangan yang merasa lebih banyak memiliki materi akan bertindak superior. Sementara pasangan satunya yang merasa kurang atau lebih rendah, akan merasa minder.

Tanda – tanda Pasangan Anda Seorang Materialis

Wajarkah Membicarakan Materi dalam Masa Pacaran?

Saat pacaran adalah saat yang paling tepat untuk mengenal betul sifat–sifat pasangan sebelum meyakinkan diri membina rumah tangga dengannya. Kenali juga apakah ia menunjukkan tanda – tanda materialistis dan hal tersebut dapat diketahui dengan menganalisanya dari obrolan berdua.

Jika pasangan Anda merasa lebih bersemangat tatkala mengobrolkan masalah uang, harta, dan kekayaan, bisa jadi ini adalah sinyal bahwa ia seseorang yang materialis. Ia merasa sangat bahagia tatkala membeli barang–barang mahal atau mendapatkan kado berupa sesuatu yang sangat mahal. Ia juga selalu menilai orang lain dari seberapa banyak uang dan materi yang mereka punya.

Jika hal ini terjadi pada pasangan Anda, sebaiknya nasehati ia. Namun bila ia tetap bersikukuh pada pandangannya, ada baiknya Anda memikirkan kembali kelanjutan hubungan dengannya. (*)

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

aguskurniawan