Waspadai 7 Gejala Gangguan Kesehatan Ini Pada Kucing Peliharaan Kamu

Waspadai 7 Gejala Gangguan Kesehatan Ini Pada Kucing Peliharaan Kamu 1

Gejala gangguan kesehatan yang muncul pada kucing peliharaan terkadang dapat berakibat fatal bila tidak ditangani dengan tepat, kenali gejala kucing sakit berikut ini.


Tidak sedikit orang hobi memelihara kucing, tingkahnya yang lucu dan manja, dapat menjadi salah satu hiburan tersendiri bagi pemiliknya, ditambah lagi dengan trend kucing peliharaan yang berkembang saat ini, memelihara kucing ras menjadi salah satu hobi yang digemari banyak orang.

Berbeda dengan kucing lokal atau kucing kampung yang banyak berkeliaran di sekitar pemukiman rumah kita, kucing ras memiliki bulu yang lebih indah serta ada juga yang bentuk mukanya unik, yang menjadikannya sebagai daya tarik tersendiri, sehingga biasanya kucing ras diperjual-belikan dengan harga yang tinggi.

Namun di balik keindahan dan keunikan kucing ras, mereka lebih rentan terkena penyakit, terutama jenis kucing ras yang habitat aslinya memiliki kondisi iklim maupun lingkungan yang berbeda jauh dengan negeri kita.

Banyak kejadian, pada saat pemilik menemukan kucingnya sakit, kondisinya sudah parah, karena kucing cenderung menyembunyikan penyakitnya, bahkan ada yang menyembunyikan diri ketika sedang sakit. Jika masalah kesehatan pada kucing dapat ditangani lebih awal, peluang sembuhnya juga semakin baik.

Untuk itu perhatikan gejala-gejala berikut yang muncul pada kucing peliharaan kamu, bisa jadi hal tersebut merupakan tanda-tanda kondisinya yang sedang sakit.

Waspadai 7 Gejala Gangguan Kesehatan Ini Pada Kucing Peliharaan Kamu 3

Tingkah Laku yang Berbeda Dari Biasanya

Tanda penyakit yang paling umum pada banyak kucing adalah bersembunyi di tempat yang sunyi dan terpencil. Kucing yang sakit lebih sering berbaring dan diam dalam posisi menekuk. Kucing dengan masalah neurologis akan terlihat bingung, kejang atau menekan kepalanya ke furnitur atau dinding.

Sehingga apabil terdapat perubahan perilaku kucing peliharaan kamu dari kebiasaan rutin sehari-harinya, hal tersebut merupakan salah satu indikator adanya gangguan kesehatan yang sedang dialaminya.

Perubahan Porsi Makan, Minum, Buang Air Kecil, dan Buang Air Besar

Apabila kucing peliharaan kamu mengalami perubahan pola makan atau minum, serta pola buang air, hal tersebut merupakan salah satu gejala gangguan kesehatan yang perlu segera ditangani.

Misalnya jika kucing terlalu sering buang air kecil dalam jumlah sedikit dengan disertai tanda-tanda nyeri seperti mengeong atau mengejan, hal itu dapat mengindikasikan infeksi saluran kemih atau adanya penyumbatan. Tidak bisa buang air kecil adalah keadaan darurat yang mengancam jiwa kucing, terutama pada kucing jantan.

Muntah – Muntah

Jika kucing peliharaan kamu memuntahkan makanannya begitu selesai makan, merupakan salah satu gejala yang perlu diwaspadai, apalagi jika frekwensi muntah terjadi berulang kali selama lebih dari satu hari, demikian juga jika dia mengalami muntah yang disertai kelesuan, diare atau malas untuk bergerak.

Mengalami diare atau sembelit

Diare pada kucing dapat disebabkan oleh stress, perubahan pola makan atau minum, keracunan, atau penyakit. Sedangkan tandanya kucing mengalami sembelit, rewel atau mengeong pada saat buang air, bentuk kotoran kecil dan keras, atau kotorannya sedikit dan berair.

Waspadai 7 Gejala Gangguan Kesehatan Ini Pada Kucing Peliharaan Kamu 4

Batuk-Batuk

Batuk dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti kemasukan benda asing, gumpalan bulu, alergi, asma, tumor, penyakit jantung, penyakit paru-paru atau terkena penyakit menular. Jika kucing milik kamu batuk berulang-ulang, sulit bernapas, atau gusinya terlihat kebiruan, hal tersebut merupakan gejala gangguan pernapasan yang serius..

Warna Gusi Berubah

Gusi kucing yang sehat berwarna merah muda pekat, dan jika ditekan dengan ibu jari warnanya kembali menjadi merah muda dalam waktu dua detik setelah ibu jari diangkat. Segera hubungi dokter hewan langganan kamu, jika terlihat perubahan warna pada gusi kucing peliharaan kamu, karena bisa saja gangguan kesehatan yang dialaminya dapat berakibat fatal. Seperti jika gusi atau lidah kucing berwarna kebiruan yang menunjukkan gejala kekurangan oksigen.

Suhu Tubuh Abnormal

Untuk mengukur suhu kucing, kamu perlu menggunakan termometer rektal, caranya lumasi termometer rektal dengan petroleum jelly atau pelumas pribadi, dan masukkan 2 hingga 3,5 cm ke dalam dubur kucing. Biarkan di sana dari 10 detik hingga satu menit.

Suhu normal untuk kucing adalah 37 hingga 39 derajat Celsius, rata-rata 38 derajat. Jika suhunya lebih tinggi dari 40 derajat atau lebih rendah dari 36 derajat, hal itu merupakan gejala yang tidak wajar pada kucing kamu.

Penutup

Jika salah satu dari gejala di atas muncul, jika kamu tidak bisa menanganinya, segera hubungi dokter hewan yang jadi langganan kucing peliharaan kamu, jangan mengabaikan gejala kucing yang sakit, karena bisa saja hal tersebut berakibat fatal.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Hening S