Watu Giring Gunungkidul Bagaikan Candi Peninggalan Buddha


Watu Giring Gunungkidul Bagaikan Candi Peninggalan Buddha

Ternyata pesona tidak ada habisnya. Kecamatan Semin yang mempunyai wisata bekas galian tambang berupa telaga biru.

Ternyata Semanu juga mempunyai wisata bekas tambang berupa . Tempat tersebut digunakan sebagai wisata yang bekas dari galian tambang batu kapur.

Wisata terletak di kecamatan Semanu . Wisata yang tidak kalah memukau dengan wisata lain yang ada di .

Sejarah Wisata

pinterest.com

Sebelumnya tempat ini merupakan penambangan batu kapur yang digunakan untuk alas tiang penyangga rumah atau sering disebut dengan Giring.

Disengaja atau tidak bekas dari tambangan batu menyerupai seperti bangunan tua yang mirip dengan candi kuno.

Sebab struktur batu bekas gergaji menjadi bertingkat dan berundak serta mempunyai ketinggian yang berbeda, membuat terlihat seperti candi-candi kecil.

Secara tidak sengaja warga sekitar lokasi mengembangkan kawasan wisata yang berasal dari bekas penambangan batu kapur tersebut.

Bentuk batu yang unik seperti candi menjadi primadona baru untuk wisatawan lokal bahkan wisatawan mancanegara. Banyak pengunjung yang menjadikan lokasi untuk berfoto-foto.

Daya Tarik

Walaupun wisata hanya berupa pemandangan jurang bekas galian tetapi jangan salah ah saat melihatnya Anda akan terperangah.

Karena bekas pengambilan tambang tersebut seperti peninggalan sejarah masa megalitikum yang mempunyai potongan batuan berupa anak tangga.

Sebenarnya objek wisata tersebut hampir mirip seperti objek wisata bukit breksi di Kalasan. Tetapi sejauh ini lebih artistik sebab potongan batu lebih kecil dan membentuk anak tangga.

Bahkan jika dilihat seperti deretan candi yang berjajar. Tempat ini cocok untuk foto-foto dikarenakan background begitu indah seperti punden bertingkat ala piramida suku Maya.

Banyak pengunjung yang menyangka bekas penambangan tersebut adalah candi tetapi kenyataannya hanya bekas penambangan biasa.

menyuguhkan pemandangan alam yang luar biasa anda bisa menikmati sunset dengan hijaunya sawah dan perbukitan alam sekitar.

Bahkan para warga menanam bunga matahari di sekitar dan membuat gazebo.

Harga Tiket dan Parkir

Karena objek wisata masih dikelola oleh masyarakat maka wilayah tersebut tidak mempunyai biaya resmi untuk memasuki tempat wisata tersebut.

Sebagai gantinya wisatawan hanya dikenai biaya tulus untuk memajukan daerah tersebut. Sedangkan untuk parkir dikenai tarif rp2.000 untuk motor dan rp5.000 untuk mobil.

Fasilitas

Fasilitas kawasan wisata belum terlalu memadai. Disana hanya terdapat beberapa kursi panjang yang terbuat dari bambu dan gazebo untuk beristirahat.

Walaupun fasilitas masih terbilang minim di sekitar lokasi terdapat warung penjual makanan.

Lokasi dan Rute

Lokasinya sangat mudah untuk dikunjungi tetapi cukup jauh dari pusat Yogyakarta. Alamat tepat berada di padukuhan Jelok, desa Pacarejo, kecamatan Semanu, kabupaten , DIY.

Jika Anda berada di pusat kota Yogyakarta jalan menuju sebelah timur melalui jalan KH Ahmad Dahlan menuju jalan panggulaan.

Kemudian an-nur us menuju jalan Kusumanegara hingga perempatan ke selatan pada jalan Gedongkuning, Terus lurus hingga persimpangan ke arah timur jalan Wonosari.

Kemudian terus jalan melalui jalan Nasional III kemudian tiba pada persimpangan ke selatan jalan Kyai Legi lalu lurus ke jalan KRT Judodiningrat.

Tiba pada persimpangan timur ke jalan Nasional III lalu terus sepanjang jalan yang ada hingga sampai menuju . Jarak dari pusat Kota ke waktu Giring sekitar 43,8 KM dengan waktu kurang lebih 2 jam.

Wisata Watu Giring bisa menjadi tujuan liburan Anda saat berkunjung ke Yogyakarta. Sebab tempatnya lumayan strategis, untuk menuju ke pantai cukup dekat.

Baca Juga

Exit mobile version