“When Pamungkas said” Anyways!

"When Pamungkas said" Anyways! 1

Yang jelas Pamungkas satu ini tidak memiliki nomor punggung 20 dibelakangnya. Rizki Rahmahadian Pamungkas lahir di Jakarta 14 April 1993. Dikenal dengan nama panggung Pamungkas adalah seorang penyanyi, produser rekaman, penulis lagu, dan actor bahkan yang bekebangsaan Indonesia.

Mulai dikenal oleh warganet melalui lagu “To the bone” yang secara tiba-tiba meledak di Aplikasi Tiktok beberapa waktu lalu.

When Pamungkas said “ kalau makan mungkin ga bisa sampai ke tulangnya, tapi kalau sama kamu, mau sampai ke tulang-tulangnya. Anyways…”

Kemundian dilanjutkan dengan potongan lagunya dengan lirik  “I wand you to, take me home I’m falling. Love me long I’m all in. Losing control, body and soul. Mind to for sure, I’m already Yours ”. Ini menjadi sangat ramai disocial media belakangan ini. Tidak heran, sebab dari setiap bait yang tertulis mengandung makna yang sangat dalam dan sangat menyentuh.

Lagu yang menjadi salah satu single didalam album “Flying Solo” yang dirilis tahun 2019, adalah lagu yang menceritakan kegalauan hati seorang pria terhadap wanita yang ia cintai. Yang harus merelakan sebab keadaan yang memaksa mereka untuk berpisah.

Lalu melalui salah satu talk show, ia memaparkan sebuah kalimat yang sangat puitis dan menyentuh.  “ kalau makan mungkin ga bisa sampai ke tulangnya, tapi kalau sama kamu, mau sampai ke tulang-tulangnya “.

Jika dibedah, kalimat itu mengartikan bahwa ia menginginkan seseorang bahkan sampai titik terdalam. Bukan hanya karena sebatas paras indahnya, tapi ia mendambahkan ketulusan, kesetiaan, dan cinta yang alami.

Senandung nada piano yang dialunkan bersama lirik yang sontak menerjang jiwa para penikmat, yang masuk lewat telingga, diproses oleh logika, lalu menetap dijiwa, kemudian diekspresikan oleh panca indra.

Pada dasarnya musik adalah sebuah representasi dari rasa. Media pelarian bagi sebagian orang atas keresahan, keterpurukan, kesedihan, kegalauan, atau segala jenis rasa yang ada. Kemudian rasa itu presentasikan menjadi sebuah karya yang nyatanya telah berhasil meraggungkul semua orang yang merasakan rasa yang sama menjadi satu.

“Musik adalah karya seni yang baik dan tinggi nilai estetikanya. Anak harus dibekali pendidikan musik, karena musik merupakan seni surgawi yang mampu menyentuh perasaan. “- Plato 422-347 SM.

Dari kutipan Filsuf Matematikawan dari yunani tersebut, bisa disimpulkan bahwa musik sangat berhubungan erat dengan perasaan. Namun musik tidak hanya berhubungan dengan perasaan sang penulis atau penyanyi saja, musik juga bisa menghubungkan perasaan antara sang penyanyi dengan pendengar, pendengar dengan pendengar, atau bahkan penulis dengan pendengar, dan akan terus seperti itu. Makanya Musik disebut sebagai sebuah media atau bahasa universal yang alamiah. Meskipun selera orang bisa berbeda-beda terhadap musik, namun pada dasarnya kebanyakan orang menyukai musik sebab ada “Rasa” didalamnya.

untuk penutup teringat sebuah kutipan dari Josh Groban yang berisi  “Tidak peduli siapa kita, tidak peduli bagaimana keadaan kita, perasaan dan emosi kita bersifat universal. Musik selalu menjadi cara yang bagus untuk membuat orang sadar akan hubungan itu. Ini dapat membantu Anda membuka sebagian dari diri Anda dan mengekspresikan perasaan yang sebelumnya tidak Anda rasakan.”

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Andy Chandra

   

Dari Kelompok Minoritas yang mayoritas menolak untuk bersastra!