Yakin Self Love? Bukan Sombong? Yuk Kenali Perbedaannya!

Yakin Self Love? Bukan Sombong? Yuk Kenali Perbedaannya! 1

Self love, atau dalam artian mencintai diri sendiri adalah konsep yang memang perlu untuk dimengerti. Ketika kita sudah mengerti, maka dengan sendirinya self love akan tercipta dalam diri kita. Membuat kita merasa nyaman dalam menjalani kehidupan, lebih mengerti akan makna kehidupan, dan memandang dunia dari sisi yang lebih terang adalah beberapa hal positif yang bisa otomatis kita dapatkan jika sudah memahami makna dari self love itu sendiri.

Tetapi, pada faktanya beberapa orang masih salah kaprah akan pengertian sebenarnya dari self love. Ibaratkan sesuatu yang berlebihan memang selalu tidak baik, begitupun jika kita arahkan pada konteks mencintai diri sendiri. Kecintaan yang berlebihan pada diri sendiri dapat merujuk pada sifat sombong, karena baik hati maupun pikirannya hanya berpusat pada dirinya sendiri dan tidak mau mengerti akan keadaan orang lain disekitarnya. Lalu, apa saja perbedaan antara self love dan sombong? Mari kita simak pembahasan berikut ini:

1. Percaya Diri dan Narsis

Yakin Self Love? Bukan Sombong? Yuk Kenali Perbedaannya! 3

Percaya diri memang diperlukan hadir pada setiap insan, dan akan ditunjukan pada waktu yang tepat. Kepercayaan diri dapat membuat orang lain menjadi menghargai kita sebagai sesama manusia dengan derajat yang sama, karena orang lain akan memberikan kita nilai positif jika kepercayaan diri ditunjukan pada waktu dan tempat yang tepat. Menunjukan nilai lebih yang ada pada diri kita dengan tidak berlebihan serta memperhatikan kenyamanan orang lain merupakan salah satu bentuk self love ketika berada dalam suatu pergaulan maupun ketika berada dalam lingkup publik.

Berbeda halnya dengan percaya diri, sifat narsis yang ada pada beberapa manusia dapat mengganggu kenyamanan orang lain, hingga sampai merusak suasana sekitar. Narsis ditunjukan dengan bagaimana kita membanggakan kelebihan yang ada pada diri tanpa memerdulikan waktu dan tempat. Kondisi semacam ini membuat orang-orang disekitar tidak nyaman, karena merasa orang dengan kenarsisan tersebut hanya memerdulikan kehadiran dirinya sendiri. Sangat suka menjadi pusat perhatian, karena orientasi dari kita melakukan suatu hal adalah mendapatkan atensi dari orang lain. Tentu saja narsis meuruju pada kesombongan, karena hanya peduli terhadap eksistensi diri sendiri tanpa memerdulikan kehadiran orang lain.

2. Memperbaiki Diri dan Egois

Yakin Self Love? Bukan Sombong? Yuk Kenali Perbedaannya! 4

Ada kalanya kita sadar bahwa memang benar manusia tidak bisa menjadi makhluk yang sempurna. Tetapi, manusia selalu diberi kesempatan untuk dapat memperbaiki dirinya. Penting bagi kita untuk mendengarkan saran dari orang lain, baik itu teman, keluarga, hingga sampai saran dari musuh kita. Urusan memilah dan menyesuaikan diri terhadap saran-saran yang ada merupakan langkah selanjutnya. Bisa jadi, dengan kita mendengarkan saran dari orang lain, kita mendapatkan sudut pandang baru mengenai makna kehidupan. Sehingga, kita menjadi lebih aware dan menghargai sesuatu hal mulai dari yang paling sederhana, yakni dapat membuat diri sendiri menjadi lebih baik yang berujung pada self love.

Sedangan egois adalah bagaimana kita tidak mau mendengarkan saran dan nasihat yang bisa jadi baik bagi diri kita. Merasa sudah menjadi paling hebat dalam segala hal. Egois tentu saja mengarahkan kita pada kesombongan. Hal ini sangat tidak baik bagi diri kita. Egois membuat kita tidak berkembang, bahkan berujung pada menghancurkan diri sendiri seiring dengan berjalannya waktu. So, be aware and make sure, yaa!

3. Menghargai dan Arogan

Yakin Self Love? Bukan Sombong? Yuk Kenali Perbedaannya! 5

Pencapaian diri sendiri, baik itu pencapaian kecil maupun besar, sudah sepatutnya kita berterima kasih terhadap diri sendiri. Semakin bertambahnya usia, maka ruang lingkup pergaulan kita menjadi semakin sempit dan tidak dipungkiri ada kalanya kita merasa bahwa diri sendiri lah sosok yang paling bisa diandalkan dalam setiap waktu. Tidak mudah memang menerima kekurangan diri sendiri, dan terkadang kita juga merasa lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain daripada memaafkan kesalahan diri sendiri. Maka dari itu, tidak ada salahnya kita berterima kasih kepada diri kita sendiri. Merayakannya dengan pesta kecil-kecilan, membeli makanan favorit, ataupun meluangkan untuk me time.

Sebaliknya, arogan yang ada pada diri memang seringkali tidak terlihat. Secara tidak sadar, ketika memaksakan untuk menjadi paling superior yang berujung pada tidak mau menerima dan memahami kekurangan diri sendiri sudah termasuk menjadi arogan terhadap diri kita sendiri. Memaksa untuk menjadi sempurna, menyangkal perasaan maupun emosi. Bila terus berlanjut, tentu saja kita menjadi semena-mena terhadap diri kita. Dampak yang paling buruk pun akan merusak kesehatan mental hingga fisik.

4. Tidak Membanding-bandingkan dengan Orang Lain dan Merasa Paling Hebat

Yakin Self Love? Bukan Sombong? Yuk Kenali Perbedaannya! 6

Memahami bahwa setiap manusia diciptakan memiiki kelebihan dan kekurangannya masing-masing membuat kita menjadi paham akan kekurangan diri kita. Kita tidak perlu menyangkal bahwa tidak ahli dalam suatu hal, karena kita pasti bisa menjadi yang terbaik dalam hal lainnya. Ibaratkan ikan yang pandai berenang tetapi tidak bisa berlari, dengan kancil yang pandai berlari tetapi tidak bisa berenang. Tidak bijak rasanya membanding-bandingkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu untuk dibandingkan. Begitu pula prestasi pada masing-masing manusia. Ketika kita mempunyai pemikiran seperti ini, maka jangan diragukan lagi bahwa konsep self love sudah tertanam dalam diri.

Agaknya perlu berhati-hati ketika merasa paling hebat daripada orang lain. Itu artinya, kita belum mengenal diri sendiri secara mendalam karena tidak tahu kekurangan yang dimiliki. Ketika sudah seperti itu, maka proses untuk belajar dan berkembang tidak terlaksana. Seiring berjalannya waktu dimana orang lain sudah menjadi lebih baik, maka kita akan stuck disini saja karena sudah merasa paling hebat.

You need to know well about yourself, first.

Singkatnya adalah mencintai diri sendiri merupakan konsep dimana kita mengenali kelebihan dan kekurangan yang ada. Tidak menyangkal kekurangan, berusaha untuk selalu menjadi lebih baik, lebih mengenali kelebihan diri, serta memberi apresiasi terhadap diri sendiri menjadi tolak ukur untuk self love.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Putri Ay